krisis finansial global

Krisis ini dimulai dari negara adidaya Amerika Serikat. Di negeri paman sam tersebut, rumah seperti kedaraan beroda dua di Indonesia! Rumah bisa dibeli dengan cara kredit! Perusahaan real estate diperbolehkan menggunakan variabel bunga! Artinya boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti.

Jadi anda bisa menempati rumah, walaupun cicilan terhadap rumah tersebut belum lunas. Tetapi karena itu bukan rumah anda, begitu pembayaran macet, maka rumah tersebut tidak bisa ditempati lagi. Ini tentu menjadi peluang besar untuk perusahaan yang bergerak dibidang real estate, asuransi, perbankan, dsb. Sayangnya orang amerika itu pintar. Mereka menyicil rumah ke-2 walaupun rumah pertama belum dilunasi. Malah sampai ada yang rumah pertamanya di kreditkan lagi kepada orang lain. Hal ini disebabkan adanya gairah bisnis dibidang ini yang sangat menguntungkan! Yang membuat mata seseorang terbutakan akan gelimpahan uang. Tapi bank punya peraturan yang dicairkan dalam bentuk undang-undang perbankan. Jadi orang-orang yang berpendapatan rendah belum tentu bisa mendapatkan kredit membeli rumah. Dan dalam dunia bisnis, para pelakunya akan selalu memutar otak agar selalu mendapat keuntunga. Begitu mendapat keuntungan, mereka akan mencari keuntungan yang lebih besar lagi. iItulah dasar munculnya investment bank.

Macam investmen bank adalah Lehmann Brothers! Perusahaan pertama yang hancur di Amerika Serikat! Awal dari Krisis Finansial Global!

Investment bank adalah semacam bank, tetapi bukan bank! Lebih bebas daripada bank! Tidak terikat oleh undang-undang perbankan dan peraturan bank lainnya. Bahkan terlihat tidak ada batasannya! Bisa meminjamkan uang tanpa batasan apapun. Lalu bagaimana bila uangnya tidak ada? Investment bank bisa pinjam ke bank, ataupun ke investment lainnya. Hal ini dimanfaatkan oleh warga amerika untuk meminjam uang, mengkreditkan rumah mereka, dll.

Semua materi didunia ini memiliki keterbatasan, kecuali Sang Pencipta. Investment bank yang kehabisan uang meminjam uang ke investman bank yang ke-2, lalu investment bank yang ke-2 meminjam ke investment bank yang ke-3, dan begitu seterusnya. Begitu satu hancur, yang lain pun akan ikut hancur! Ya! Keadaan inilah yang terjadi di Amerika Serikat. Lehmann brother adalah awal dari kehancuran yang diikuti oleh perusahaan lainnya.

Tentu negara-negara yang pertama ikut hancur adalah negara mengekspor bidang properti dan tekstil seperti Tiangkok! Dimasa keemasan amerika serikat, dengan cara mengekspor properti, tiangkok menjadi negara dengan cadangan devisa terbesar di dunia! USD 2 TRILIUN!! Tapi begitu sang negara pembeli tidak membeli lagi, kepada siapa sang negara penjual menjual? Inilah skema kehancuran krisis global yang diikuti oleh negara-negara besar lainnya. Notabene Amerika Serikat sebagai negara Adidaya berpengaruh pada dunia. Negara-negara di eropa, asia, dan afrika terkena imbasnya. Termasuk indonesia yang menjadi negara paling terkena sial no.1 di Dunia (kompas, 19 november 2008)

Indonesia termasuk negara yang berusaha memajukan ekonominya melalui sektor non riil. Karena 60% investornya adalah investor asing, begitu negara asal para investor asing ini terkena krisis, mereka tentunya akan menarik uangnya di pasar indonesia. Hal ini yang menyebabkan pasar finansial negara kita kekurangan uang. Harga saham berjatuhan! Investor merugi! Pemerintah mencoba menstabilkan pasar dengan menutup bursa efek indonesia selama 2 hari! Tapi tidak berhasil. IHSG terus jatuh! Krisis ekonomi di amerika serikat sebagai penyebab utamanya!

Belum lagi cerita pasar finansial indonesia, perusahaan pengekspor tekstil dan proporti pun merugi. Tak pelak mereka pun harus merumahkan sebagian karyawannya demi stabilitas perusahaan. Hal tersebut menjadi akhir cerita yang buruk akan krisis finansial global. Angka kemiskinan diperkirakan akan bertambah, pertumbuhan ekonomi pun otomatis akan turun, kesejahteraan hanya akan jadi impian. Negara ibu pertiwi ini dilanda krisis lagi setelah 10 tahun yang lalu merasakan krisis yang disebabkan rezim orde baru. Kita harus belajar dari krisis moneter 1998. Kepanikan adalah potret masyarakat dan pemerintah indonesia saat itu yang harus dihindari dikrisis tahun ini. Menggerakkan usaha kecil menengah menjadi kunci kebangkitan indonesia untuk lepas dar krisis. Karena terbukti sektor non riil tidak dapat menggerakkan sektor riil.

0 catatan pembaca:

Poskan Komentar