orang besar karena keinginannya untuk menjadi besar!

“dam tahun baru kmana?”

“gw kayaknya udah balik kebandung”

“ngapain buru2?

“gw mau cari bahan2 UAS! ITB susah kali ujiannya!”

Hah? ITB? Aduh, cepet amat yaa udah harus balik ke ITB dan akan melewati tahun baru. Jadi ke inget tahun baru kemaren, yang gw rayakan dengan bakar2an di torfy. Hmmm, tahun 2008 akan berlalu. Gw jadi mikir, apa bener sekarang gw di ITB? Kayakny ini cuman mimpi gw deh di awal tahun dulu. Mimpi dimana semua orang meragukan gw untuk masuk institut teknologi bandung. Yang ketika orang2 bertanya gw mau masuk mana, dan gw bilang ITB, mereka cuman bisa meng-amin-i harapan gw. Seakan gw hanya bisa mimpi aja.

Gw sering banget liat buku di gramedia yang bertuliskan “the power of dreams”, dan ternyata (walau hanya sebagian buku aja yang pernah gw baca tentang kekuatan mimpi) gw rasa gw sudah berhasil mempraktekkan itu semua. Secara dari ketiga harapan yang gw tulis saat tahun baru dan gw pajang dikamar gw, semua-nya ‘hampir’ berhasil. Ketiga harapan gw adalah, be a perfect person, masuk itb, enjoy the last year in senior high. Tiga harapan gw yang selalu gw liat kalau lagi dikamar.

Masih gw simpan kumpulan sms dari teman2 gw saat gw kasih tau mereka kalau gw masuk ITB, enggak sedikit dari mereka yang bilang kalau gw bohong. Yaaa.. dengan tingkah laku gw yang sedikit bandel, penampilang yang berantakan, cukup sulit untuk mempercayai gw masuk ITB. Terlebih gw masuk dengan jalur SNMPTN yang notabenenya lebih sulit daripada USM-ITB.

Yah! Dan sekarang mimpi gw masuk ITB benar-benar menjadi kenyataan. Sekarang gw kuliah disana, punya almamaternya, nama gw tercantum di daftar absen, dan fakta lainnya yang memberi tahu kalau gw adalah seorang mahasiswa dari institut teknologi terbaik yang yang dimiliki bangsa ini.

Dihari-hari awal gw masuk ITB, ada sebuah program untuk mahasiswa baru ITB, yang bernama SSDK (strategi sukses di kampus) dan disitulah gw menemukan jawaban kenapa gw bisa masuk ITB!

Apa itu? Ternyata begitu mahasiswa ITB ditanya tentang cita-citanya, mereka bisa menjawab cita-citanya dengan lancar. Hmmm, sebenarnya saat itu gw jadi teringat diri gw sewaktu memakai seragam SMA, yang begitu ditanya cita2 gw, gw bisa jawab dengan lancar. Ya! Itulah kesamaan gw dan mahasiswa baru ITB lainnya. Malah mungkin kesamaan yang dimiliki semua elemen di ITB.

Gw jadi teringat kembali saat-saat gw mendapatkan pertanyaan gw mau kuliah dimana. Dan ternyata begitu gw menjawab ITB, dan gw tanya balik,”lo mau kuliah dimana?” dan tak sedikit dari mereka yang menjawab,”gw ma Ujian Nasional (UN) dulu deh dham”, atau,”tau masih bingung” dan ternyata mayoritas dari mereka semua gagal menembus perguruan tinggi negeri. Padahal, kalau mau di adu kepintarannya saat masih sekolah, mereka lebih pintar daripada saya.

Yaa, ketika saya coba untuk bertukar pikiran dengan teman2 ITB, ternyata banyak juga dari mereka yang bukanlah putra putri terbaik di sekolahnya masing2. Tak sedikit dari mereka yang bukan no.1 di kelasnya. Bahkan ada yang rangking terakhir dikelasnya, atau yang pernah di skorsing oleh tempat les mereka. Hmmmm, yah ternyata yang saya temukan adalah, mereka punya kesamaan. Ya! Persamaan yang sudah saya sebutkan tadi. Sama-sama punya keinginan yang kuat, yang anak2 paling pintar dikelas kita tidak punya.

Ayah saya yang juga alumi ITB, pernah bilang kepada saya bahwa anak ITB biasanya bisa berpikir beda. Yaaa mungkin, dari cerita saya bisa dijelaskan secara tersirat, bahwa saat anak2 sma hanya ingin lulus dari sma, anak2 yang masuk ITB berpikir untuk masuk ITB. Rasanya benar kalau disebut ITB adalah tempat putra putri terbaik bangsa. Yaaa, walau bukan yang terbaik dikelasnya masing2, tapi dengan kekuatan mimpinya bisa menjadi yang terbaik di tanah air ibu pertiwi ini.

Seberapa besarkah kekuatan dari keinginan itu? Sungguh besar! Rasanya didunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalau kita punya keinginan yang besar untuk mencapai hal tersebut.

Jadi inget lagunya band Nidji,”mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia,..........

kesan saat ditawari jadi caleg

Sabtu, 20 Desember 2008, pihak ITB mengadakan acara "dialog antara ITB denga Pimpinan Parpol di Jawa Barat Tentang Kampanye Pemilihan Umum". Dari 37 partai yang ada, hanya 26 partai yang mengahdiri acara ini.

jadi waktu itu gw dan teman2 satgas pemilu 2009 km-itb kan di undang buat dateng ke acara tersebut. yah, komentar ttg acara tersebut nanti aj ya, hehe, agak males buatnya ^^

hmmm, jadi karena ke sok-tau-an gw waktu ngobrol dengan seorang teman ttg parpol2 itu dan gw banyak tingkah pas lagi dialog tersebut, atau mungkin juga karena gw pake almamater itb (kayaknya sih ini yang paling mungkin! ^^)
di akhir acara, yah walau terkesan bercanda, salah satu caleg dari patai politik (orangnya yang ada dispanduk depan warung pasta itb) tiba2 nyamperin dan bilang,"udah sekarang belajar aja dulu, nanti langsung jadi caleg, enak dapet mobil, rumah......."

duh aduh! jadi bingung deh! sebenernya yang daftar jadi calon legislatif itu maunya apa sih? ngebela rakyat kecil? membuat perubahan? apa? cuma mau exist doang? atau mau duitnya doang???

woalah alah! begitu ucapan itu datang, bukan senang yg gw dapat (karena cita2 gw juga jadi seorang politisi, jadi begitu ada yg nawarin masuk parpol bisa langsung gw hajar) tapi justru kecewa. kecewa karena gw berpikir pemilu tahun 2009 mungkin enggak akan ada bedanya dengan yang kemaren-kemaren.

mau bela rakyat kecil?
yaah! orang rakyat yang skala besar itu rakyat miskin, ini mala bela rakyat kecil yang kaya-kaya!

membuat perubahan?
ya iy berubahlah orang2 yang bisa tidur nyenyak digedung DPR, dan berubah juga orang2 yang bisa mengeruk keuntungan sebesar-besarnya saat jadi anggota dewan!

aduh! jadi bingung! masih ada enggak si sosok pemimpin yang benar2 akan bekerja untuk rakyat? apa mau bela rakyat kalo dikasih imbalan doang?
yang dibela ayam kok, malah minta sapi!

yah, semoga aj enggak semua calon legislatif berkarakter seperti itu! kapan majunya bangsa kita?

arti kata adhamaski pangeran

"kok namanya ad pangerannya?"

"ih susah bgd si dam nulis nama lo!"

"huruf M nya satu atau 2 dam?"

"digabungkan namanya?"

akh! ngeselin dyh kalo ada orang yg ngk tau cara nulis nama gw! yah! paling ingetnya nama gw adam maski pangeran! pasti ada maski dan pangeran. tp kalo dsuruh tulis nama gw, hmmm pasti byk yg salah dyh!

ud gitu ya, nama gw itu agak susah buat dbaca sekilas. kalau namany reza andi ramadana kan gampang tuh buat dibaca, tp buat nama adhamaski pangeran pasti dibutuhkan ketelitian. yah! ini bukan omong k0song! kalau dulu waktu sekolah, guru2 gw pasti salah dalam membaca absen nama gw, atau semisal dia menyuruh maju pasti yg absen 2 yg dsuruh maju, krnagw (absen 1) namany susah dbaca, hehe

setiap nama punya arti! begitu jg nama gw! oke! gw jelaskan nama gw!

adham : anak pertama
adha : terlahir disekitar idul adha
maski : gabungan nama bonyok
pangeran : yah! kalo di kerajaan gtu kan yg warisin tahta anak sang raja, yah kira2 bgtu lah arti nama pangeran

nah! itulah kenapa gw dkasih nama ini. tp yah! gw berterimakasih sekali sm orang tua gw yg ngasih nama ini. yaaa karena gw seneng jg dkasih nama kyk gni! soalny byk temen2 lama gw yg masih inget sm nama gw. bahkan smpe ad yg ngeliat nama gw dikoran pas pengumuman snmptn dan dia lgsg inget gw! hhaahhaha, iy lah! siapa yg ngk akan inget sm nama panjang gw krn bgtu uniknya!

ya walaupun nama adam pasaran, kan yg namany adhamaski pangeran cuman 1, huahahahaha :D

esensi film jepang, amerika, dan indonesia

Di era globalisasi saat ini, televisi menjadi sumber informasi, selain media cetak. Dengan mudahnya berbagai informasi dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Tentunya dengan praktis televisi menjadi ajang menambah pengetahuan, insiparasi atau mencai kesenangan. Peran besar televisi sebenarnya dalam pengembangan individu. Saat ini yang saya soroti adalah film dari jepang, amerika, dan indonesia. Adalah hal yang berbeda dari ke-3 asal film ini.

Jepang! Negara matahari tersebut dikenal dengan anime-nya. Tak sedikit film kartun saat ini di adopsi dari komik jepang. Mulai dari captain tsubasa sampa naruto, semuanya di adopsi dari komik jepang. Tidak sedikit juga dari anak anak muda jepang yang terinspirasi oleh komik jepang, dan menjadi orang besar dikemudian hari. Contohnya hideotsi nakata, pemain tengah sepakbola jepang, yang terinspirasi dari kartun captain tsubasa. Hmm, memang, jika kita telaah kembali komik jepang, mereka mengedepankan keinginan yang kuat untuk mencapai sesuatu, semangat berjuang, dan pantang menyerah meraih cita-cita! Yaa kita bisa lihat dari macam komik naruto, atau one piece, dsb. Kekuataan cita-cita inilah yang membuat negara matahari tersebut bisa bangkit pasca perang dunia II dan dituangkan kepada anak mudanya dengan bentuk animasi.

Negara adidaya amerika serikat, dengan hollywoodnya sering sekali menunjukan kemajuan teknologi dari film-filmnya. Teknologi, Keberanian, dan nuansa percintaan sering sekali kita jumpau dari film ini. Gambaran-gambaran teknologi masa depan, menggugah anak-anak bangsa amerika untuk menciptakan benda-benda yang akan memudahkan kehidupan dimasa depan. Hmmm, tak heran kalau teknologi amerika serikat canggih-canggih, wong tiap hari dijijilin mimpi kemajuan teknologi! J

Trus gimana dengan film film bangsa kita? Hmmmm, film-film macam setan dan terus-terusan main dikuburan kayaknya masih terus beredar di tanah air ini. Yaa jadi jangan heran deh kalau di pelosok negeri ini masih percaya dengan hal-hal mistik seperti itu, ya tiap kali keluar film, paling filmnya film hantu! Huahahahahahaha

Yah! Jadi film menjadi indikator penting dalam memajukan setiap bangsa. karakter bangsa kita bisa jg ditentukan melalui film! Semoga aja perfilman indonesia bisa bangkit! Sehingga bangsa kita pun juga bisa bangkit dari segala macam krisis!

DPR buat undang-undang untuk siapa?

Dalam beberapa bulan terkahir ini banyak rancangan undang-undang yang disahkan menjadi undang-undang. Contohnya RUU BHP (badan hukum pendidikan) dan RUU Pornografi yang sudah disahkan menjadi UU. Masih ada juga RUU MA (Mahkamah Agung) yang masih menunggu pengesahan dari presiden.

Tapi tak sedikit dari UU tersebut yang menimbulkan kontroversi. Misalnya UU pornografi, ditentangnya UU tersebut ditentang oleh beberapa kalangan, karena bisa menimbulkan hilangnya kebudayaan. Pengesahannya menjadi UU diwarnai dengan unjuk rasa diberbagai daerah. Tak sedikit dari mereka yang berasumsi kalau ada UU tersebut kekayaan budaya didaerahnya bisa hilang.

Paling dekat adalah UU BHP. Yang diwarnai dengan ricuhnya mahasiswa universitas indonesia (UI) saat sidang paripurna. Juga di Makassar yang akhirnya diakhiri dengan bentroknya mahasiswa dengan polisi. Begitu juga diberbagai daerah, misalnya yogyakarta dan bandung. RUU BHP dianggap menkomersilkan pendidikan. Bahkan pihak swasta pun bisa menaruh uang di badan pendidikan dan bisa menetapkan kurikulum. Peran serta masyarakat juga dituntut dalam pendidikan setelah RUU ini disahkan. Andil masyarakat dianggap penting dalam peningkatan mutu pendidikan.

Baik-kah undang-undang tersebut??

Hmmmm, sebenarnya UU tersebut memiliki arti yang baik, semisal UU pornografi yang bertujuan mengecilkan aspek kejahatan terhadap wanita dan anak dibawah umur untuk tindakan asusila. Atau juga UU BHP yang meningkatkan peran serta masyarakat. Tapi kok banyak pihak yang protes??

Ya mau enggak mau, ternyata beberapa RUU ini terkesan buru-buru disahkan oleh DPR tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu. Sosialisasi disini diperlukan agar masyarakat tidak menjadi kaget dengan adanya peraturan yang baru. Sosialisasi ini juga dimaksudkan agar meminta pertimbangan masyarakat, agar undang-undang tersebut dapat dengan baik diterapkan dimasyarakat. Singkatnya adanya peran masyarakat dalam pembuatan UU. Hal ini tidak dilaksanakan, karena berasumsi bahwa masyarakat sudah punya wakil di DPR. Sayangnya kepala-kepala di DPR tidak mewakili rakyat. Mereka mewakili Partai!

Suara rakyat, Suara Tuhan.

Sayangnya kata-kata ini tidak ditemukan di indonesia. DPR seenaknya membuat UU dengan mengabaikan rakyat. Sebenarnya buat siapa sih UU dibuat? Buat rakyat atau DPR? Kok enggak minta suara dari rakyat? Apa semisal UU pornografi dibuat untuk anggota DPR yang suka main perempuan??

Ketidak-effisiennya UU yang dibuat DPR ini bisa juga diakibatkan karena sedikitnya para anggota dewan yang hadir saat rapat berlangsung. Atau juga karena seringnya anggota dewan yang tertidur saat sidang paripurna.

Yah semoga aja tahun 2009, rakyat bisa memilih wakilnya yang baik dan bisa menampung aspirasi rakyat. Kalo kata bang iwan fals ma,”wakil rakyat, seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang rakyat, wakil rakyat............”

film horor indonesia???

Mmmm, tepatnya hari selasa 9 desember 2008, gw bersama teman-teman kuliah ditraktir sm si miftah karena doi ulang tahun ke 18. Ternyata kita itu ditraktir nonton film “takut” di XXI Paris Van Java, Bandung. Yah, karena dia temen baik gw dikampus, untuk apresi terhadap teman gw itu, gw ikut nonton film horor tersebut. Sebenernya gw dan beberapa temen gw, termasuk orang yang ngk suka buat nonton film serem kayak gitu. Malah kala gw, baru 2 kali nonton film hantu indonesia di bioskop! Karena bagi gw itu adalah film sampah!

Ya emang ada makhluk halus didunia ini, tapi menurut gw kan ngk usah di expose sampai dipertontonkan seperti itu!!? Coba bayangin kalau itu hantu juga nonton (dibioskop itu ada hantunya kali! Sampai banyak pasangan yang kena sama godaan setan itu, ^^ hehe) yaa, sekarang coba aja lo analogikan diri lo sendiri. Misalkan lo adalah seseorang yang lagi dipertontonkan kejelekannya! Marah ngk? Ya jadi ngk salah lah kalau banyak syuting film horor yang bermasalah sama hantu benerannya! Wong mereka marah kok!

Esensi! Sebenernya apa sih esensi dari film horor itu? Buat tegang? Cari duit? Ckckckck, makin lama globalisasi makin membuat bodoh aja ya!? Dan ternyata pembodohan itu bukan cuman dari luar indonesia aja, dari dalam negeri pun, media berperan besar dalam pembodohan rakyat! Terlebih banyak dari masyarakat kita yang asal ikut-ikut-an tanpa mengkaji baik atau buruknya sesuatu.

Dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme disejarah indonesia yang kuat. Hal-hal berbau mistik tersebut tentu sulit dihapuskan dijaman sekarang. Seperti halnya pohon, kepercayaan tersebut sudah mengakar di Indonesia. Tak heran sampai sekarang masih banyak kebudayaan daerah yang walaupun sudah mempunyai agama masih melakukan adat-adat animisme dan dinamisme. Karena hal ini sudah menjadi paradigma di rakyat kita, dan kalau mereka ditanya kenapa masih melakukan hal seperti itu, mayoritas, mereka mempunyai inti dari berbagai jawaban, yaitu mereka melakukannya karena hal tersebut sudah dilakukan turun temurun.

Hebatnya! Pasar perfilm-an mencium hal tersebut! Sebuah ladang emas tentunya! Tak sedikit film film menegangkan tersebut bermunculan di layar kaca televisi sampai layar lebar! Industri pefilman makin gencar menayangkan difilm berbasis hantu yang menegangkan! Para produsen film berlomba-lomba mengeluarkan hantu-hantu mereka! Yang diincar adalah untung, keuntungan, dan keuntungan!

Film yang tidak bermakna! Apa pesan yang ditinggalkan dari film tersebut? Ternyata para pelaku pembuatan film ini lupa, bahwa mereka adalah media. Dan media pada dasarnya adalah hal yang bermanfaat baik. Pertanyaannya adalah apa makna dari film film sampah tersebut???

Coba liat film “Laskar Pelangi” dari segi finansial, tentunya film ini sangat laku dipasaran. Penontonya bukan hanya kalangan tertentu. Tapi semua kalangan bisa menontonnya. Dari penayangannya bulan sebtember, film ini masih bisa bertahan selama 3 bulan di Yogyakarta dan terus dibanjiri oleh penonton. Dan lihat pula betapa banyak orang yang terpesona setelah menontong lintang dan kawan-kawan. Berapa banyak air mata yang mengalir dari mata penonton. Seberapa mereka takjub, dan mendapatkan suatu makna dari film ini!? Film yang menceritakan tentang realita pendidikan di Indonesia dan orang-orang pandai yang ingin belajar, tapi tidak bisa menempuh karir pendidikannya lebih jauh. Sungguh, film ini adalah sebuah inspirasi untuk mencapai pendidikan dinegara ini agar menjadi lebih baik!

Atau film “Ayat-Ayat Cinta” yang mengkisahkan tentang kerelaan kaum hawa yang harus merelakan suami tercintanya untuk poligami. Sebuah adegan ke-ikhlasan karena kecintaannya terhadap sang pasangan dan Sang Pencipta begitu besar.

Tak sedikit keuntungan finansial yang didapat dari film-film yang saya sebutkan diatas. Dan tak sedikit pula pesan baik yang dititipkan dari film tersebut kepada kita.

Maaf untuk industri perfilm an hantu. Dan saya juga bukan salah satu crew dari film beberapa film yang saya sebutkan diatas. Ini hanyalah sebuah indikator, dan pemikiran kritis untuk mengubah bangsa ini agar menjadi lebih baik!

sepakbola dan nasionalisme

Ajang piala AFF Suzuki Cup yang mempertandingkan Tim Nasional Asia Tenggara berlangsung dari tanggal 5-28 Desember 2008. Gemuruh para pecinta sepak bola tanah air meramaikan turnamen sepakbola terbaik di kawasan asia tenggara ini. Stadion Gelora Bung Karno dipadati oleh para suporter dari berbagai daerah di Indonesia. Para penonton awam pun menonton pertandingan tim merah putih dari layar kaca televisi maupun datang ke Stadion. Berbagai dukungan meneriakkan “ayo bambang!”, “budi cetak gol!” maupun terikan-teriakan “indonesia, indonesia,...!” terdengar sepanjang pertandingan. Ya! Rasa bangga akan indonesia, tidak ingin kalah oleh tim lain, menjadi suatu rasa nasionalisme!

Sulit sekali mendapatkan rasa nasionalisme di negara yang terkena krisis ini selain lewat olahraga. Salah satunya sepakbola. Dari berbagai pecinta klub sepak bola nasional sampai internasional, begitu nonton timnas main! Beuh! Rasanya enggak pengen banget kalo timnas kalah! 11 pemain sepakbola layaknya seorang pahlawan yang berperang dimedan tempur! Bertarung demi membawa nama Indonesia.

Yaa, emang sih sepakbola indonesia belum menjadi apa-apa didunia. Bahkan di asia tenggara pun indonesia belum pernah menjadi juara piala tiger (nama sebelum AFF Suzuki Cup). Dari 6 kali terselenggara, indonesia 3 kali jadi runner up! Belum lagi dikancah asia atau dunia. Jangan ditanya lah prestasi timnas kita ^^

Tapi, mau lawannya AS ROMA atau Manchester United sekalipun, kalau timnas udah main! Pasti di jiwa-jiwa rakyat indonesia ngk ada yang pengen timnas kalah! Yaa sekalinya udah di prediksi akan kalah, se-enggaknya ngk mau kalah yg telak-telak amat. Tapi itu dia! Kalau timnas udah main, segenap rakyat pasti dukung tim merah putih!

Sebelum pertandingan, akan ada lagu kebangsaan dari negara tersebut. Begitu lagu Indonesia Raya dinyanyikan....... RASANYA! WAH! Semangat pisanlah! Apa lagi kalau main di SUGBK! Satu stadion akan berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mendapatkan aura nasionalisme. Enggak akan ada orang indonesia yang menonton pertandingan tersebut tidak bisa merasakan aura nasionalisme!

Yah, semoga aja prestasi tim nasional semakin baik di dunia persepakbolaan asia maupun di dunia. Dengan begitu kan lagu kebangsaan bisa dinyanyikan dimana saja. Dan rasa nasionalisme, rasa bangga akan negara kita pun akan bertambah baik dengan sendirinya!

Ayo timnas! Berikan yang terbaik untuk negeri ibu pertiwi ini! Ca'yo!

realita olahraga di indonesia

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Tubuh yang sehat dapat diperoleh dari olahraga. Olahraga adalah awal dari menjaga kesehatan. Di negara kita, Sepakbola termasuk olahraga yang menyedot sebagian besar rakyat Indonesia. Hampir disetiap daerah terdapat lahan kosong yang digunakan penduduk sekitar untuk bermain si kulit bundar tersebut. Terlebih sekarang dengan adanya lapangan futsal (semacam sepakbola tapi dimainkan oleh 5 orang dan lapangan yang lebih kecil, ada beberapa peraturannya yang berbeda dengan sepakbola) yang menjamur dikota-kota besar indonesia. Animo masyarakat terhadap olahraga futsal meninggi. Pertandingan futsal sekarang banyak beredar. Mulai dari tingkat kecamatan sampai yang besar seperti Jusuf Kalla Cup. Otomatis futsal yang sebenarnya adalah miniatur dari sepakbola, sepakbola juga makin digemari oleh masyarakat.

Pertanyaannya adalah apakah prestasi sepakbola tanah air membaik? Hmmm, sepertinya tidak. Terseok-seok di Asia, apalagi diDunia. Memang sih, terakhir Indonesia menjadi Tuan Rumah Piala Asia bersama 3 negara asia tenggara lainnya. Tapi, prestasi timnas kita malah enggak sebanding. Walaupun bisa mengejutkan di pertandingan awal mengalahkan Bahrain. Di asia tenggara sendiri, indonesia belum bisa mencapai tangga juara. Dari 6 kali di adakan piala tiger, 3 kali jadi runner-up (sekarang juga lagi diadakan sih). Artinya adalah timnas indonesia belum menjadi macan di Asia Tenggara, apalagi Asia dan Dunia.

Sebenarnya apa sih yang mengakibatkan terjadi hal seperti ini? Animo masyarakat akan sepakbola tinggi tapi prestasi timnas kacau!? Hal yang bertolak belakang tentunya.

Hmmmm, ternyata banyak dari anak-anak muda yang berbakat dibidang sepakbola ini yang tidak terjun kedunia sepakbola. Kenapa? Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa kehidupan didunia olahraga itu tidak terjamin. Tidak salah memang, olahragawan di Indonesia itu ibarat pepatah habis manis sepah dibuang. Sudah cape cape bela negara dibidang olahraga, begitu tua mereka dilupakan. Padahal tak sedikit dari mereka yang menjadi pahlawan dengan menjuarai kejuaraan penting dunia.

Tak ada jaminan! Ya! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan paradigma anak muda berbakat untuk tidak mau mencelumkan diri dibidang olahraga. Sayang memang! Seakan olahraga tidak didukung oleh negara ini. Dengan olahraga, bendera dan lagu kebangsaan negeri ibu pertiwi ini bisa dinyanyikan dinegara lain. Hmmmm, bentuk penjajahan tipe baru mungkin. Lihat aja negara Brazil, yang mendapatkan devisa dari pemain-pemain lokalnya yang berkelana kenegeri orang. Jangan kan di Italy, atau Inggris, di Indonesia saja klub klub lokal memakai jasa pemain brazil. Pemain pemain brazil menjadi duta di negara orang sepertinya.

Dalam sepakbola asia tenggara, Indonesia berjuluk brazil-nya asia tenggara. Mungkin karena sama-sama mempunyai daratan yang luas, atau mungkin karena indonesia punya potensi tersebut? Wah wah, sulit dijawab! Mungkin kalau kita kira kira, jawabannya adalah di Indonesia ini banyak juga pemain pemain berbakatnya! Duh duh, kayak the sleeping giant aja yah kita? Atau malah jadi boyot (bocah idiot) yang badannya gede tapi bodoh? Hahahhaahaha ;D

Yah, terakhir, kinerja pak menpora adhyaksa dault sangat baik. Berbagai penghargaan untuk para olahragawan yang pensiun, juga semangat dan perhatiaannya terhadap olahraga mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Ingat saat reshuffle yang ke-2? Banyak dari bidang olahraga yang tidak menginginkan agar bapak berkumis tersebut diganti. Hmmm, contoh pemimpin yang baik, dicintai oleh yang dipimpin. Ternyata memang, departemen olahraga menjadi lebih baik. Yah semoga aj bisa terus diteruskan kinerjanya yang baik! Agar anak anak muda berbakat Indonesia bisa dimaksimalkan! Dan regenerasi bisa terus berjalan dengan baik! MAJU TERUS SEPAKBOLA NASIONAL!

koalisi partai golkar dan PDI-P

PDI-P & Golkar, keduanya adalah partai besar di Indonesia. Isu Politik intern di tubuh kedua parpol ini juga sangat sering di angkat oleh media. Kehadiran ke-2-nya meriahkan kancah dunia politik dalam negeri. Peran dan pengaruhnya sangat besar untuk kemajuan bangsa ini. Tak sedikt dari kader-kadernya yang kompeten dan kritis. Jiwa pemimpin juga melekat dalam kader-kadernya. Masa kejayaan PDI-P adalah ketika ibu Megawati Soekarno Puteri menjadi Presiden Indonesia, dan Golkar ketika mendukung Soeharto di Rezim Orde Baru. Sekarang Golkar menjadi partai pendukung pemerintah dengan adanya Jusuf Kalla yang menjabat ketua golkar, menjadi Wakil Presiden. Sedangkan PDI-Perjuangan menjadi partai oposisi begitu dikalahkannya pasangan Mega-Hasyim oleh SBY-JK tahun 2004. Dua partai besar. Yang dalam angan-angan akan bergabung menjadi satu dalam Pemerintahan berikutnya.

Merah dan Kuning, dua warna di politik Indonesia. Saat ini PDI-P sudah menetapkan dari saban hari, dan mutlak untuk mendukung bu mega. Dan untuk wakil presidennya, partai berlambang banteng itu masih menunggu perkembangan politik. Sedangkan golkar, masih menunggu pemilu legislatif, baru menetapkan calon presiden. Kader-kader golkar pun banyak yang masih menunggu perkembangan politik di tubuh partai golkar. Tak sedikit dari mereka yang sudah vokal ingin maju menjadi presiden indonesia 2009. Sebut saja Sri Sultan, Yuddy Chrisnandi, Marwah Daud Ibrahim dan masih banyak lagi kader golkar yang disebut-sebut (walaupun belum mengatakan langsung) seperti Fadel Muhammad, Akbar Tandjung, bahkan Pak wapres, Jusuf Kalla. Terakhir, pak kalla dan Ketua Dewan Penasehat partai golkar, Surya Paloh, memperbolehkan kader golkar mencari kendaraan partai politik lain. Banyaknya kader yang berhasrat memimpin negeri ini 5 tahun kedepan, menunjukkan nilai positif, lanjut JK.

Bagaimana bila sang banteng PDI-P bertemu dengan pohon beringin Golkar? Waow! Hebat dalam bayangan ketika mendengar isu tersebut. Dua partai besar, dengan kader-kader yang hebat, dan jumlah pendukung masing-masing masif, dan pengaruh yang ke-2-nya besar, akan menjadikan satu kekuatan besar. Indonesia belajar demokrasi. Pemimpin dipilih langsung oleh yang dipimpin. Analoginya yang duduk adalah orang yang disayang oleh orang yang diduduki. Ya! Hebat sekali pemerintahan yang akan terjadi bila disokong oleh dua komunitas berbasis massa besar. Dukungan besar akan berakibat didukungnya kebijakan pemerintah.

Akankah terjadi kedinamisan dalam negara ini bila besar dan besar bergabung? Apakah sisi egois dari kedua parpol ini bisa dihindari bila keduanya bergabung? Apakah kuantitas menunjukkan kualitas yang baik dari kedua partai besar tersebut? Akankah kekuatan yang tersisa relatif kecil tersebut bisa menyempurnakan demokrasi dinegara kepualauan ini? Apakah ini adalah tahap dari neo-orba?

Hmmmm, rentetan pertanyaan efek negatif bila keduanya berkoalisi. Jadi ingat anekdot dari partai hanura,”kok mau yaa partai besar kayak golkar cuman jadi wakil dari partai demokrat yang lebih kecil?” waduh-waduh! Susah juga ya partai golkar. Sejauh ini memang banyak yang mau berkoalisi dengan partai golkar. Dan sayangnya kebanyakan dari mereka lebih menginginkan kader golkar menjadi wakil presidennya. Kader-kader bagus kok cuman jadi wakiL? Apa ada perselisihan di tubuh partai pohon beringin tersebut yang menyimpan banyak macan (dalam hal ini jiwa pemimpin)? Ckckckck, jadi ingat konvensi partai golkar tahun 2004, ketika pak wiranto yang menjadi calon presiden dari partai golkar. Pak JK malah pindah ke Demokrat untuk jadi wakilnya pak Yudhoyono. Duh duh! Makin lama diikuti perkembangan partai golkar makin bermakna kata-kata pak jusuf kalla,”semua orang menantikan perkembangan partai golkar.....” ya iya lah! Masa ya iya si! Orang partai golkar yang punya pendukung banyak, dijadiin indikator memenangkan pemilu 2009 dengan menempatkannya menjadi bagian dari pihak lain. Susah ya dipimpin orang yang berjiwa wakil, enggak mau jadi orang no.1! padahal kapasitas punya! Ckckckckk,

lingkar kehidupan dan pendidikan yang semakin mahal

kaget loh gw denger kalo usm-itb tahun depan naik hargany jd 55jt buat teknik dan 85jt buat sbm! ckckckck
pdhl negara kita lg kena badai krisis global! daya beli tetep (malah berkurang) tp harga2 naik! PHK dimana-mana! ckckck
Terlebih! ini adalah harga pendidikan, yg itb, notabene ny adlh universitas terbaik di indonesia yg setiap tahun menciptakan sarjana-sarjana handal dibidangnya!
dinegara-negara maju aja sekolah gratis! bukan cuma sampai smp atau sma! tapi bisa sampe S-3! pendidikan adalah hal yang fundamental, kalau gw kutip dari kahlil gibran
"bangsa yang kaya bukan kaya akan batubara, minyak bumi dan semacamnya, tapi kaya akan manusia-manusia yang handal"

artinya yaa, lo salah kalo bilang bangsa ini kaya karena sumber daya alamnya! kita masih miskin! sumber daya manusianya ngk baik kok. trus gmna mau jadi baik??? orang miskin dilarang sekolah!

Tapi coba dyh di pikir, tahun gw aj (2008) ud byk banget mahasiswa itb yg masuk lewat jalur usm, dan kemitraan (dua2ny perlu bayar mahal) sedangkan buat orang2 kyk gw masuk lewat snmptn cuma jd kaum minoritas di itb! cuman sedikit men yang cuman bayar 3,5 juta di ITB! hahahahahaha
gw bayangin tahun depan, anak2 itb akan jd anak2 teknik yg duitny pun tebel2! wah! bisa2 jd pd songong tuh semuany! malah parkiran itb bisa jd makin ruwet krn mungkin pd bwa mobil!
MAU PINTER KOK MAHAL?
Bener! itu dia! lo coba bayangin, lo masuk itb, lulus, dpt kerjaan bagus, punya duit, bisa masukin anakny ke itb dgn jalur mahal tersebut, trus anakny kuliah di itb lulus, kerja, punya duit, masukin anakny ke itb, yaa ud! gitu2 aj trus!
skarang aj byk anak itb yg bapak/ibuny dr itb (termasuk gw si, hehe)
jadi, yg masuk itb yaa keluarga itu2 doang! yg kaya jg itu2 doang!
itu lah indonesia saat ini! yg kaya2, yg miskin2!
kasian buat mereka yg gag punya uang! mau lanjutin sekolah tp tersendat dana! mereka harus pinter atau kaya untuk punya kehidupan yang lebih baik!
sedangkan jaman sekarang cari duit susah, bersaing buat snmptn jg susah!
kenapa si itb harus mengeluarkan kebijakan seperti ini?
katany putra/i terbaik daerah? mana pemerataannya?
ganti aj jadi
PUTRA/I TERKAYA DAERAH
atau
TEMPAT KULIAH KELUARGA

Inspirasi dari Konfrensi Asia Afrika

yaa gw kan kuliahnya blom dapet jurusan! saat ini gw baru masuk fakultas, yaitu SAPPK, sekolah arsitektur,perencanaan dan pengembangan kebijakan! jd gw masih bisa milih 2 prodi lg yaitu arsitektur atau planologi!
jadi kmren itu gw dpt tugas dr ke 2 prodi ini. tugasnya itu adalah observasi kawasan dan gedung. dan gw mimilih daerah patiukur sbg objek planologi dan gedung merdeka yg jd objek arsitektur!
yaa seperti bangunan2 tua pd umumny gedung asia afrika dr luar tampak ngk terawat! malah sblum masuk gw btanya sm temen gw 'menurut lo museum tu harusnya di apain si?di perbaharui atau dpugar' gw bertanya itu krn gw pikir dalemnya sburuk depanny, hehe
tapi ternyata! bgtu gw masuk itu beda bgd! sumpah! kayaknya gw masuk dimensi lain! hahahaha
ternyata dalemnya itu ternyata ud dirombak ulang, krna ad renovasi tahun 2005 sama menteri luar negri kita, pak hassan wirayuda!
katanya si ya, gw denger2 gosip, si perancang interiornya sampai belajar di china dulu sebelum merenovasi bagian dalam ruangannya. waooooooooo! pantesan keren ya!
yaa itu kekaguman ttg design interior gedung asia afrika!

dan yg membuat gw kagum stlh itu adlah, SOEKARNO!
yaa! dia adalah pencetus di adakannya konfrensi asia afrika!
10 tahun setelah indonesia merdeka, soekarno bisa membuat indonesia berani maju melawan kekuatan amerika dan soviet yg saat itu sedang berusaha menguasai dunia ini dalam perang dingin! tapi soekarno dapat menjadikan indonesia sebagai mescusuar dunia! yang muncul dan melawan ke-2 negara yang sedang bersitegang tersebut.
Soekarno bukan hanya seorang pahlawan untuk indonesia! tapi juga untuk negara-negara di Asia dan Afrika!

Kota Bandung saat itu menjadi ibukota negara-negara Asia-Afrika. kalau kita liat foto-foto yang berada disana, kita akan melihat, bagaimana sebuah kesederhanaan (lo bayangin aj! pemimpin negara duduk dikursi kayau yang jaman sekarang dipake buat duduk-duduk di depan rumah!) berbagai sisa-sisa peninggalan konfrensi bagi gw adalah benda-benda sejarah yang keren! bayangin aja ada rekaman suara soekarno yang pidato pakai bahasa inggris tanpa text dalam waktu 45 menit! gila cuy! edan pisan soekarno!

dan setelah konfrensi tersebut, banyak negara2 asia dan afrika yg merdeka!
hebat sx soekarno! jiwa nasionailismenya yg membuat indonesia menjadi tinggi!
bangsa kita menjadi bangsa yg besar di zamannya!
mau tau kelanjutannya? kunjungilah gedung asia afrika! hahahaha
gw kyk sales gni! hahahaha!

Mencari Pemimpin Berjiwa Muda, dalam Semangat Sumpah Pemuda

tulisan ini sebenarnya untuk mengikuti salah satu lomba tahun 2008, sayangnya kalah.

Tanggal 28 oktober 1928, inisiatif dari para pemuda indonesia mendeklarasikan semangat persatuan terwujud dengan adanya sumpah pemuda. Semangat untuk bersatu, dan lepas dari penindasan, penjajahan, pengusaan. Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa! Rasa kebersamaan dalam penderitaan, membuat para pemuda saat itu menjadi lebih kritis. Jiwa pemuda yang meledak-ledak pulalah yang memaksa para pemimpin tua untuk mempercepat kemerdekaan bangsa indonesia setelah mendengar bahwa jepang telah kalah dari sekutu. Sayangnya setelah itu terjadi bentrok perbedaan pandangan antar generasi tentang langkah-langkah yang harus ditempuh dalam memproklamasikan kemerdekaan. Untungnya ketidakpercayaan golongan tua terhadap golongan muda akhirnya runtuh, dan akhirnya para pemimpin golongan tua tersebut menyetujui agar segera memproklamasikan kemerdekan indonesia yang terealisasikan di tanggal 17 agustus 1945. Semangat, ketergesa-gesaan yang tanpa pikir panjang, tidak kompromi, dan jiwa untuk mengubah indonesia menjadi lebih baiklah yang akhirnya dapat mewujudkan sumpah pemuda dan hari kemerdekaan indonesia. Peran-peran pemuda pada saat itu bagaikan seorang pahlawan dan tidak akan terlupakan dalam sejarah. Semangat nasionalisme para pemuda jaman dulu mulai tak dirasakan di masa sekarang. Padahal, di jaman itu, para pemuda sangat tinggi rasa nasionalismenya.

80 tahun setelah sumpah pemuda tersebut, dan 63 tahun bangsa kita merdeka, indonesia sudah mengalami berbagai macam peristiwa dan pergantian pemimpin. Dan sayangnya semangat dan peran para pemuda jaman itu seperti terhempas angin yang hanya ditulis dalam sejarah dan dibaca di sekolah. Peran pemuda makin hilang dikikis waktu. Kesempatan para pemuda untuk maju dalam garis terdepan, dilecehkan, dan mereka pun di anggap sebagai anak kemarin sore, anak kecil yang kurang akan pengalaman. Rasa senioritas dalam kacah politik semakin terasa, Yang tua yang berkuasa. Ide-ide segar para pemuda seakan di acuhkan. Pelajaran dari negara-negara luar yang mengalami kemajuan ketika dipimpin oleh para pemimpin muda seakan tak memberi arti. Mantan perdana menteri inggris, Tony Blair memulai pemerintahannya di umur 44 tahun, dan membawa inggris menjadi maju dari segi ekonomi, dll. Presiden kulit hitam pertama amrika serikat, Barack obama saat ini berumur 47 tahun yang menjanjikan akan adanya perubahan di negara adidaya tersebut. Beliau berhasil mengalahkan rivalnya yang berumur jauh dari dirinya, yang bahkan bisa dianggap sebagai seniornya, John McCain. Kesederhanaan Presiden Iran, Mahmud ahmadinejad (47), menularkan semangat mudanya untuk berani menantang dunia dengan terus mengembangkan riset tentang nuklir. Kisah ini bertolak belakang dengan para presiden indonesia dalam satu periode terakhir. Sebut saja ibu Megawati Soekarno Putri yang memimpin indonesia tahun 2001-2004. Saat awal kepemimpinannya beliau berusia 54 tahun. Sayangnya selama memimpin indonesia, ibu Mega tidak melakukan banyak inovasi. Bahkan mengundang banyak kontroversi karena banyak sekali aset negara yang dilego pada pihak swasta asing, termasuk aset negara yang penting di bidang telekomunikasi, PT Indosat. Sebelumnya di era Abdurrahman Wahid, yang saat itu memiliki cukup legitimasi untuk mengemban amanat reformasi. Citranya sebagai tokoh yang benar-benar bersih ternyata tidak banyak membantu kepemimpinan yang ia emban. Terlalu banyak musuh, bahkan di ajaran kabinetnya sendiri, sementara dari pendukungya di parlemen, Gus Dur, tidak banyak mendapat jaminan dukungan. Usia yang sudah dapat dibilang tua pada era kepemimpinannya saat itu juga tidak memberi banyak inovasi, tapi malah banyak kontroversi. Berbagai kontroversi yang dibuatnya, seperti menyebut anggota DPR RI seperti anak Taman Kanak-kanak, membuka hubungan dagang dengan israel, negara yang dibenci mayoritas rakyat indonesia. Yang pada akhir jabatannya dari presiden di cabut oleh parlemen pada juli 2001. Calon presiden di 2009 nanti juga sepertinya tidak akan jauh berbeda dari era sebelumnya. Para calon presiden yang sudah mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden 2009 umurnya berkisar 50-60 tahun. Hal ini bila diteruskan tentunya tidak akan membuat bangsa kita menjadi lebih baik. Beberapa nama yang sudah mendeklarasikan dirinya sebagai presiden antara lain Susilo Bambang Yudhoyono (60) yang saat ini masih menjadi pemimpin negeri ini , Megawati Soekarno Putri (61) yang kembali mencalonkan diri dari PDI-P, Prabowo Subianto (57) yang gencar dengan iklannya mengandeng petani dan didukung Partai Gerindra, atau Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang bernama asli Raden Mas Herdjuno Darpit, yang baru-baru ini mendeklarasikan dirinya menjadi calon presiden 2009-2014. Sekarang usianya 62 tahun. Nyaris tidak ada calon presiden berumur 40an (yang masih penulis anggap muda adalah umur sebelum 50 tahun). Bahkan pendiri komite bangkit indonesia, yang juga calon presiden dari Partai Bintang Reformasi, Rizal Ramli saat ini berusia 55 tahun. Begitu pula mantan aktivis ITB era 80an, Fadjroel Rahman dari partai independen yang usianya sekitar 50an.

Sulitnya para pemuda untuk bersaing menjadi pemimpin tanah air ini menjadi fenomena memburuknya keadaan bangsa. Peran pemuda indonesia yang sudah banyak berperan dalam membangun negeri ibu pertiwi ini terkikis oleh waktu. Padahal, sampai saat ini para pemimpin tua negeri ini tidak memberikan sesuatu yang berarti untuk kemajuan indonesia. Kemiskinan dimana-mana, kesenjangan sosial semakin menjadi, hukum bisa dibeli, ekonomi dijajah investor asing, dan pendidikan semakin mahal.

Ketidakadanya para calon pemimpin muda ini penulis bisa meramalkan indonesia tidak akan bergerak jauh dari sekarang. Padahal, 36 partai mengusung kata perubahan. Perubahan untuk bangsa ini bergerak menjadi lebih baik. Tapi, tidak akan ada perubahan tanpa Pemuda! Dan tidak banyak pemuda yang menonjol dalam partai. Bahkan kaderisasi di partai untuk para pemuda pun tergolong sulit, hanya Partai Pemuda Pancasila yang serius mengkader insan-insan muda indonesia dengan ideologi pancasilanya. Sayangnya hal ini malah disalah gunakan oleh anak-anak muda tersebut, dan malah menjadi pentolan-pentolan jalanan. Regenerasi politik negeri ini tidak berjalan dengan baik! Senioritas golongan tua dan sempitnya kesempatan untuk para pemuda menjadi masalah utama macetnya regenerasi kepemimpinan.

Soekarno pernah berkata, ‘berikan aku 10 pemuda, akan kugoncang dunia!’ yang ditiru oleh ibu mega saat memperingati hari sumpah pemuda kemarin, 28 oktober 2008, ‘berikan aku 100 pemuda, kita pindahkan gunung!’ ke dua pernyataan ini bisa kita ambil kesimpulan, bahwa semangat pemuda sangat besar artinya. Sehingga hal yang tidak mungkin pun bisa menjadi mungkin. Sayangnya kehebatan pemuda mewudkan hal-hal yang dinilai sulit ini mulai terkubur. Rasa pesimis dan kurang percaya dari golongan tua menjadi penghambat. Sehingga untuk seterusnya golongan tualah yang selalu memimpin. Dan lama kelamaan hal ini menjadi budaya, yang tua yang memimpin.

Rasa nasionalis para pemuda saat ini juga mulai terkikis. Perbedaan jaman saat dulu ketika masih dijajah menjadikan mereka berbeda dengan pemuda jaman ini. Hal ini di gambarkan oleh Bung Hatta bahwa cepat matangnya pemuda indonesia jaman kolonialisme dalam politik ialah sifat dari masyarakat kolonial itu sendiri. Pemuda itu sudah sangat cepat mengenal kenyataan pahit yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri dan penderitaan dari massa yang tertekan. Ia merasakan dan memahami kesedihan dan penderitaan bangsanya. Karena itu timbul rasa untuk mengubah itu semua dan mempersiapkan diri untuk tugas-tugas besar dan lebih memikirkan bangsanya. Bung Hatta secara berbeda menggambarkan pemuda yang hidup di barat (yang penulis gambarkan sebagai pemuda masa kini) di mana kehidupan serba bebas dan segala kenikmatan bisa dikecap dengan mudahnya. Sehingga mereka kurang bertanggung jawab dalam menghabisi masa mudanya.

Politik dilihat para pemuda saat ini sebagai sumber uang. Padahal, hakekatnya uang adalah balas jasa dari kegiatan kita untuk memberi yang terbaik untuk bangsa. Politik keluarga pun marak terjadi, sebut saja Puan Maharani yang merupakan anak dari Ibu Mega, dan menjadi salah satu calon legislatif dari PDI-P. Bahkan Ibu Mega sendiri adalah anak kandung dari proklamator indonesia, Soekarno. Hal-hal mengenai politik yang sering menjadi obrolan keluarga tersebut mungkin menumbuhkan cita-cita menjadi seorang politikus. Sayangnya hal ini terkadang tanpa diikuti oleh gelar pendidikan yang jelas dan mengandalkan nama besar keluarga.

Akan tetapi mengingat terjadinya stagnasi pelaksanaan demokrasi dan sistem politik pasca reformasi, maka selayaklah dipikirkan pentingnya mencari pemimpin muda alternatif. Publik tidak puas dengan pemimpin muda saat ini yang dinilai tidak kritis menghadapi segala persoalan bangsa. Tapi mayoritas publik masih optimis bahwa tokoh muda akan mampu memimpin bangsa ini menjadi lebih baik daripada tokoh-tokoh lama yang mendominasi kacah politik selama ini. Mayoritas masyarakat juga menilai peristiwa 98 atau yang dikenal reformasi cukup berhasil melahirkan tokoh-tokoh muda di dunia politik. Namun sampai saat ini hanya sedikit pemimpin dari golongan muda yang berhasil menerobos jejaring struktur politik yang dikuasai tokoh-tokoh mapan negeri ibu pertiwi ini. Sangat ironis sekali, karena reformasi yang dipelopori oleh kelompok muda angkatan 1998 ternyata kurang berhasil melahirkan pemimpin muda yang memiliki eksistensi. Bahkan, tidak sedikit yang mempertanyakan kemana kaum pemuda saat itu yang berteriak nyaring menuntut reformasi. Sebagian lagi juga mempertanyakan, di mana dan apa yang di lakukan para reformis yang sekarang berkuasa.

Walaupun begitu, hal yang perlu dicermati dalam kepemimpinan kaum muda ini adalah bahwa para pemuda tidak boleh hanya berpangku yangan menanti kesempatan. Kaum muda sendiri harus berusaha dalam hal meningkatkan kapabilitas dan kemampuannya dalam memimpin. Karena sebenarnya para pemimpin tua juga proses kaderisasi yang ada, justru mendukung adanya kaum muda yang berani, kritis, dan mampu mengambil alih estafet kepemimpinan. Meningkatnya jumlah kelompok muda yang menjadi anggota DPR (Dalam hal ini berumur kurang dari 40 tahun) periode 2004-2009 menjadi bukti bahwa meningkat pula harapan masyarakat terhadap golongan muda yang meningkat menjadi 17% dari periode sebelumnya yang hanya 11%. Jadi sekarang kaum kaum muda lah yang harus menerobos dinding tebal dan membuat kesempatan sendiri untuk memimpin negeri ini dengan segala kemampuan kapabilitas yang cukup, baik dalam hal intelektual maupun kecakapan berorganisasi.

Pada hakikatnya muda adalah saat kita menjadi dewasa, mandiri, dan terjadinya perubahan-perubahan dalam hidup. Muda adalah semangat dan memiliki gafasan yang selalu segar dan baru. Muda adalah jiwa untuk berubah! Karena itulah, jiwa-jiwa muda yang akan bisa memberikan perubahan bagi bangsa kita seperti halnya dalam pemuda indonesia yang memberikan warna perubahan. Bangkitalah para pemuda indonesia! Bangkitlah
jiwa-jiwa muda yang haus akan perubahan! Jiwa yang akan merubah bangsa ini menjadi lebih baik. Karena tidak akan ada perubahan tanpa para pemuda! MERDEKA!

2009 : Pemimpin Populer?

Pesta rakyat diambang mata. Berbagai partai politik sibuk mengampanyekan dirinya. Mendeklarasikan dirinya sebagai calon legislatif sampai calon presiden. Iklan-iklan mengincar popularitas bertebaran dimedia massa. Animo masyarakat pun semakin tinggi. Obrolan dikalangan kaum elit, mahasiswa, sampai tukang kopi pun ikut terikat oleh sihir dunia politik. Siapa yang jadi presiden, partai apa yang terbaik, kritik calon presiden, dsb menjadi bahan perbincangan yang hangat. Media massa menyanggupi gairah masyarakat akan pemilu 2009, berbagai acara dimunculkan, eksploitasi besar-besaran dan sungguh ini adalah lahan emas bagi perusahaan yang bergerak dibidang media. Berbagai narasi dilontarkan. Rakyat era globalisasi pun menelan semua informasi tanpa dikaji terlebih dahulu. Media massa layaknya kitab suci yang selalu benar. Maraknya kampanye para calon legislatif dan eksekutif dimedia massa hanya mengincar popularitas! Popularitas menjadi jalan baru didunia politik untuk mendapat simpati rakyat. Popularitas, popularitas, dan popularitas! Semua sibuk dengan popularitas baru! Polularitas menjadi langkah disayang rakyat. Paradigma yang aneh saat melihat kondisi bangsa saat ini. Partai politik sibuk serang menyerang mengatasnamakan kepentingan rakyatdibalik mengincar popularitas. Tak jarang kritik pun dilontarkan untuk pemerintah yang sedang berkuasa. Partai oposisi pemerintah mulai bermetaformosis dari pengkritik dan pemberi jalan baru menjadi upaya menjegal pemerintah. Menarik simpati publik dengan melecehkan pemerintah yang sedang berkuasa. Apa benar 6 juli 2009 kita mendapat perubahan dengan pemimpin baru? Atau akan adakah perubahan dengan pemimpin lama yang berkuasa kembali? Sebuah integral pemikiran saat melihat realita bangsa. Ya! Semua sibuk mengampanyekan dirinya ber-asaskan kepentingan pribadi. Mencari kepuasan akan nafsu memimpin. Kapabilitas menjadi hal terbelakang, Popularitas jalan terdepan! Apa kita butuh pemimpin yang populer? Apa bangsa kita menjadi semakin baik akan pemimpin yang hanya mengandalkan popularitas?

Hal yang sungguh sulit dicerna dengan akal sehat. Layaknya anak muda yang tidak punya prestasi dibidang akademik tapi menjadi bandel agar diperhatikan oleh sekitarnya. Cari perhatian! Berharap simpati rakyat. Bangsa yang sedang bergejolak ini tidak butuh pemimpin populer! Atau janji-janji kosong! Maupun kebohongan-kebohongan akan harapan. Sakit rasanya melihat seorang lelaki tanpa segelintir benang ditubuhnya tertidur dipinggir jalan kota bandung yang dingin beralaskan tanah dan beratapkan langit. Atau seorang ibu yang berusaha tegar dipinggir jalan ibukota menidurkan ke-2 anaknya dipinggir jalan. Tapi didepannya bendera-bendera sampah partai politik menjadi penghias jalan! Dan sebuah reklame besar dan foto seorang calon legislatif tersenyum kearah lelaki yang memeluk dirinya karena tak kuat akan dinginnya kota bandung. Sakit rasanya! Foto besar yang tersenyum tersebut mengempanyekan dirinya, tapi didepannya seorang laki-laki tanpa penghasilan, tanpa busana, telanjang, dan harus kuat menghadapi kehidupan. Apa itu sosok seorang pemimpin? Pemimpin yang turun kemasyarakat dengan sebuah foto yang tersenyum, mengincar popularitas, padahal rakyatnya harus ter-engah-engah untuk hidup?

Disini penulis mengajak, di era global, kita tidak boleh membenarkan semua hal di media massa tanpa dicerna terlebih dahulu. Saya juga mengajak saudara-saudara untuk tidak memilih calon legislatif maupun eksekutif berdasarkan popularitas, termakan oleh iklan-iklannya, atau ajakan teman semata. Sadarlah dinegara demokrasi ini, satu suara akan berpengaruh untuk kehidupan kita kedepannya. Kenalilah calon penguasa negeri ibu pertiwi ini. Sehingga kedepannya kita bisa menjadi bangsa yang lebih baik lagi, dipimpin oleh orang yang benar-benar punya kapabilitas untuk kemajuan bangsa yang kita cintai ini.

krisis finansial global

Krisis ini dimulai dari negara adidaya Amerika Serikat. Di negeri paman sam tersebut, rumah seperti kedaraan beroda dua di Indonesia! Rumah bisa dibeli dengan cara kredit! Perusahaan real estate diperbolehkan menggunakan variabel bunga! Artinya boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti.

Jadi anda bisa menempati rumah, walaupun cicilan terhadap rumah tersebut belum lunas. Tetapi karena itu bukan rumah anda, begitu pembayaran macet, maka rumah tersebut tidak bisa ditempati lagi. Ini tentu menjadi peluang besar untuk perusahaan yang bergerak dibidang real estate, asuransi, perbankan, dsb. Sayangnya orang amerika itu pintar. Mereka menyicil rumah ke-2 walaupun rumah pertama belum dilunasi. Malah sampai ada yang rumah pertamanya di kreditkan lagi kepada orang lain. Hal ini disebabkan adanya gairah bisnis dibidang ini yang sangat menguntungkan! Yang membuat mata seseorang terbutakan akan gelimpahan uang. Tapi bank punya peraturan yang dicairkan dalam bentuk undang-undang perbankan. Jadi orang-orang yang berpendapatan rendah belum tentu bisa mendapatkan kredit membeli rumah. Dan dalam dunia bisnis, para pelakunya akan selalu memutar otak agar selalu mendapat keuntunga. Begitu mendapat keuntungan, mereka akan mencari keuntungan yang lebih besar lagi. iItulah dasar munculnya investment bank.

Macam investmen bank adalah Lehmann Brothers! Perusahaan pertama yang hancur di Amerika Serikat! Awal dari Krisis Finansial Global!

Investment bank adalah semacam bank, tetapi bukan bank! Lebih bebas daripada bank! Tidak terikat oleh undang-undang perbankan dan peraturan bank lainnya. Bahkan terlihat tidak ada batasannya! Bisa meminjamkan uang tanpa batasan apapun. Lalu bagaimana bila uangnya tidak ada? Investment bank bisa pinjam ke bank, ataupun ke investment lainnya. Hal ini dimanfaatkan oleh warga amerika untuk meminjam uang, mengkreditkan rumah mereka, dll.

Semua materi didunia ini memiliki keterbatasan, kecuali Sang Pencipta. Investment bank yang kehabisan uang meminjam uang ke investman bank yang ke-2, lalu investment bank yang ke-2 meminjam ke investment bank yang ke-3, dan begitu seterusnya. Begitu satu hancur, yang lain pun akan ikut hancur! Ya! Keadaan inilah yang terjadi di Amerika Serikat. Lehmann brother adalah awal dari kehancuran yang diikuti oleh perusahaan lainnya.

Tentu negara-negara yang pertama ikut hancur adalah negara mengekspor bidang properti dan tekstil seperti Tiangkok! Dimasa keemasan amerika serikat, dengan cara mengekspor properti, tiangkok menjadi negara dengan cadangan devisa terbesar di dunia! USD 2 TRILIUN!! Tapi begitu sang negara pembeli tidak membeli lagi, kepada siapa sang negara penjual menjual? Inilah skema kehancuran krisis global yang diikuti oleh negara-negara besar lainnya. Notabene Amerika Serikat sebagai negara Adidaya berpengaruh pada dunia. Negara-negara di eropa, asia, dan afrika terkena imbasnya. Termasuk indonesia yang menjadi negara paling terkena sial no.1 di Dunia (kompas, 19 november 2008)

Indonesia termasuk negara yang berusaha memajukan ekonominya melalui sektor non riil. Karena 60% investornya adalah investor asing, begitu negara asal para investor asing ini terkena krisis, mereka tentunya akan menarik uangnya di pasar indonesia. Hal ini yang menyebabkan pasar finansial negara kita kekurangan uang. Harga saham berjatuhan! Investor merugi! Pemerintah mencoba menstabilkan pasar dengan menutup bursa efek indonesia selama 2 hari! Tapi tidak berhasil. IHSG terus jatuh! Krisis ekonomi di amerika serikat sebagai penyebab utamanya!

Belum lagi cerita pasar finansial indonesia, perusahaan pengekspor tekstil dan proporti pun merugi. Tak pelak mereka pun harus merumahkan sebagian karyawannya demi stabilitas perusahaan. Hal tersebut menjadi akhir cerita yang buruk akan krisis finansial global. Angka kemiskinan diperkirakan akan bertambah, pertumbuhan ekonomi pun otomatis akan turun, kesejahteraan hanya akan jadi impian. Negara ibu pertiwi ini dilanda krisis lagi setelah 10 tahun yang lalu merasakan krisis yang disebabkan rezim orde baru. Kita harus belajar dari krisis moneter 1998. Kepanikan adalah potret masyarakat dan pemerintah indonesia saat itu yang harus dihindari dikrisis tahun ini. Menggerakkan usaha kecil menengah menjadi kunci kebangkitan indonesia untuk lepas dar krisis. Karena terbukti sektor non riil tidak dapat menggerakkan sektor riil.

Presiden harus dari jawa??

Kadang, diperbincangan politik dari skala kecil sampai skala masih, begitu membicarakan calon presiden dari luar jawa, tiba-tiba ada aja yang nyeletuk,”presiden tuh harus dari jawa!” mmmm... sebuah paradigma yang sudah kental di masyarakat, yang tidak jelas asalnya dari mana, apa esensinya, dan apa yang menyebabkan seorang presiden harus dari jawa?!

Hal ini tentu adalah hal yang secara tidak langsung terserap dalam masyarakat indonesia, yang bila kita refleksi kan lagi, akan timbul berbagai pertanyaan, Kenapa? Mengapa? Haruskah? Mayoritas orang tidak bisa menjawab, minoritas orang lainnya menjawab,”ya kan pemerintahan terpusat di jawa” atau “kan mayoritas penduduk indonesia berdomisili ke jawa” ckckck, sungguh jawaban aneh bila kita refleksi kan kembali. Kalau kita tangkap dari jawaban-jawaban tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa, sebagian besar penduduk indonesia dari luar jawa menrantau ke pulau jawa. Memang dua kota besar indonesia (Jakarta,Surabaya), tiga kawasan industri yang dibuat pemerintah terdapat di Jawa. Hal ini lah yang membuat banyak orang pindah ke Jawa. Dengan berasumsi inilah para perantau meninggalkan kampung halaman dan keluarga untuk pendah ke Jawa karena dianggap banyak lapangan pekerjaan. Banyak pekerjaan kah? Enggak juga ah, banyak kok yang masih ngaggur di jawa, paling jadi TKI (tenaga kerja indonesia), hehe

Terus dengan realita di atas kita masih HARUS punya presiden orang jawa? Tidak ada jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan,”Kenapa harus orang Jawa yang jadi Presiden?”

Ya! Dengan asumsi Presiden harus wong jowo, pemerataan di Indonesia tidak akan pernah terjadi! Hanya akan menjadi sebuah mimpi bahwasanya kota-kota besar seperti pontianak, padang, riau, bisa menjadi kota-kota seperti Surabaya, dan Jakarta, yang bisa memperkerjakan berjuta-juta orang dalam sehari. Artinya jangan pernah berfikir kesejahteraan bisa merata!

Timbal balik akan di ambilnya Sumber daya alam yang terdapat didaerah luar jawa pun juga jangan berharap akan mendapat balasan yang setimpal. Para pekerja lokal didaerah tersebut hanya menjadi kuli dan saksi akan diambilnya kekayaan sumber daya mereka. Mereka pun hanya diberi upah kecil, sedangkan keuntungan besarnya di ambil untuk dipindah ke Jawa, khususnya Jakarta! Sungguh ironis untuk para buruh dari luar jawa. Sungguh kepedihan yang mendalam, begitu mereka melihat para investor di Jakarta berhura-hura dengan keuntungan mereka, sedangkan para buruh dari daerah penghasil sumber daya tersebut hanya mendapat sebagian kecil keuntungan. Sungguh jauh sekali kesenjangan sosial yang terjadi. Dijakarta para investor mendapat keuntungan besar dengan hanya duduk manis di kantor, sedangkan para buruh di luar jawa harus melawan terik matahari, menggali sumber daya mereka sendiri. Apa hal ini yang menyebabkan kita harus memilih Presiden dari Jawa? Membiarkan daerah diluar pulau jawa mengeruk Sumber Daya Alamnya tanpa mendapat timpal balik yang seimbang?

Tak heran, Papua, Aceh, dsb, ingin memerdekakan diri dari indonesia. Kita bisa bayangkan betapa sakit hatinya mereka melihat pembangunan di Jawa, sedangkan Infrastruktur di Daerah mereka belum terpenuhi. Ke-iri-an dari daerah luar jawa akan presiden harus dari jawa pun mengikis hati. Apa orang dari luar Jawa bodoh-bodoh sehingga sudah di-judge tidak bisa jadi Presiden RI? Lihat Sutan Syahrir, Bung Hatta! Mereka adalah punggawa-punggawa indonesia dulu. Bodohkah? TIDAK! Mereka adalah orang-orang yang berperan saat Negara Tercinta kita merdeka. Sekarang? Lihat Jusuf Kalla, Rizal Ramli, Hatta Rajasa, Fadel Muhammad, Antasari Azhar! Dan masih banyak lagi orang-orang pintar dari luar Jawa yang bila diberi kesempatan bisa memimpin Negeri ini.

Hilangkanlah paradigma aneh yang membuat kita harus terus mempunyai Pemimpin no.1 di Negeri ini berasal dari Jawa. Kesejahteraan, Pembangunan, dan Kemerdekaan indonesia tidak bisa menyebar secara merata. Dari Sabang sampai Marauke, Sebagian besar orang Indonesia belum merasakan Kemerdekaan yang sesungguhnya. Hanyalah kaum elit yang baru merasakan, yang lainnya hanyalah mendapat penindasan tipe baru. Hilangkanlah paradigma aneh, kita tidak harus memilih presiden dari jawa kalau kita punya calon presiden lain dari luar jawa yang lebih kompeten. Dengan begitu, cita-cita bangsa Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika dapat terus kita pertahankan!

aktivis mahasiswa dan karir politiknya

Sepuluh tahun reformasi, delapan puluh tahun sumpah pemuda, dan se-abadnya kebangkitan nasional. Tahun 2008 berdiri dari berbagai peristiwa kecil sampai berskala masif yang bergejolak. Gerakan-gerakan besar indonesia, bila kita refleksikan lagi, adalah gerakan dai kaum akademisi, dalam hal ini adalah aktivis mahasiswa yang berjuang membela rakyat yang benar. Pikiran mahasiswa yang jernih pun membuat predikat pahlawan negeri. Gerakan mahasiswa adalah cikal bakal pergerakan nasional. 1908, pelajar-pelajar dari STOVIA membuat wadah perjuangan yang bernama Budi Oetomo. Perkembangan Budi Oetomo dalam 5 tahun berkambang pesat. Diakhir tahun 1909, tercatat mempunya 40 cabang dengan ik.10.000 anggota. Berdirinya Perhimpunan Mahasiswa di tahun 1925 yang dipelopori oleh Bung Hatta (sebelumnya didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa indonesia yang belajar di belanda) juga menjadi awal pergerakan mahasiswa indonesia. Sumpah pemuda tahun 1928, sebelumnya juga dimulai oleh kelompok aktivitas mahasiswa di surabaya dan bandung, yang masing-masing dimotori oleh Soetomo dan Soekarno. Yang akhirnya kedua kelompok studi tadi bertransformasi menjadi Partai Bangsa Indonesia dan Perserikatan Nasional Indonesia. Dimasanya, Soekarno menjadi Presiden Pertama Indonesia, dan Bung Hatta menjadi wakilnya.

Setelah indonesia merdeka, aksi mahasiswa masih hangat dalam sejarah kemahasiswaan adalah perjuangan dari Angkatan ’66. Salah satu aktivisnya, Sok Hok Gie, menjadi salah satu panutan aktivis mahasiswa sekarang karena ideologinya. Seorang aktivis angkatan ’66, Akbar Tanjung, juga sempat menjadi ketua DPR. Beliau juga adalah pemimpin yang kontroversi.

Tahun 1974, kakak kandung sok hok gie, Arif Budiman, memotori gerakan “Mahasiswa Mnenggugat”, yang dalam aksinya mengecam kenaikan BBM, dan korupsi. Tahun 1978, tiga aktivis Institut Teknologi Bandubg, Rizal Ramli, Heri Akhmadi, dan Indro T., membuat buku putih yang menentang naik ketiga kalinya Soeharto menjadi presiden. Peristiwa ini berbuntut pada peralihan masa belajar dari Januari-Desember, menjadi Juli-Juni. Peristiwa ini juga diwarnai dengan masa NKK/BKK, Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan, yang akibat campur tangan pemerintah. Sekarang Heri Akhmadi menjadi bagian dari PDI-P, Indro Tjahjono di Partai Hanura, dan Rizal Ramli menjadi calon presiden 2009.

Aksi Mahasiswa yang sampai sekarang masih hangat dikepala kita adalah Reformasi ’98. Detik-detik klimaks Reformasi, menduduki Gedung Rakyat dan Mengibarkan Sang Merah Putih di atas Kubah Gedun DPR/MPR, menjadi hal yang tak terlupakan dalam sejarah indonesia. Sepuluh tahun setelah reformasi, tak sedikit dari mereka yang malah terjun kedunia politik. Sebut saja Taufan, yang merupakan calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Achmad Fachruddin (PAN), A. Budi Prasetyohadi, Wahab Talaohu (Partai Pelopor), dan Bernard Haloho (Golkar).

Hal ini mengingatkan kita akan kisah teman sok hok gie yang duduk dikursi pemerintahan, yang berujung diberikannya celana dalam dan BH dari sok hok gie, karena menganggap temannya seperti seorang pelacur yang menjual dirinya di pemerintahan. Bisa kita simpulkan dari berbagai narasi sejarah diatas, tidak sedikit dari aktivis mahasiswa yang berujung karier menjadi seorang politisi. Seakan menjadi aktivis adalah kuliah singkat menjadi politisi. Sekarang kita hanya bisa berharap bahwa sifat aktivis mahasiswa yang tidak mementingkan kepentingan sepihak, tidak berubah seiring dengan pertambahan umur, kenaikan jabatan dan popularitas.

Kakak ku aktivis mahasiswa,setitik harapan kami aktivis mahasiswa indonesia meminta agar kakak-kakak sekalian tetap seorang yang akan selalu membela rakyat yang benar. Dan akan terus menjadi pahlawan pergerakan indonesia ke arah yang lebih baik.