Perbedaan karakter militer dan ITB

Enam orang presiden indonesia dalam kurun waktu 63 tahun indonesia merdeka. Dan mereka adalah almuni dari ITB, lulusan militer, Universitas Baghdad (bisa jg dibilang lulusan pesantren), dan satu lagi tidak punya gelar pendidikan (you know lah!). Dan paling banyak adalah lulusan ITB dan Militer. ITB adalah institusi teknologi nomor wahid di Indonesia, dan militer adalah angkatan bersenjata di Indonesia yang punya peran penting.

Bagaimana peruntungan mereka di pemilu 2009? Nampaknya lebih mendominasi dari militer seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo subianto, Sutiyoso, dan Wiranto. Ada juga kambing hitam seperti Muhammad Yasin. Sedangkan dari ITB yang keluar justru nama-nama yang kurang populer di masyarakat, seperti Rizal Ramli, Fadjroel Rachman, Laksamana Sukardi dan Fadel Muhammad.

Hmm, ada perbedaan karakteristik dari kedua almamater tersebut. Dan keduanya pula yang memiliki keunggulan dan kelebihan sendiri, yang tentunya sama-sama baik. Anak Gajah Bandung ini memiliki kemampuan visualisasi dan mereka inovatif! Sedangkan dari ijo-ijo rowo punya kelebihan dalam bidang kedisiplinan dan bertingkah laku.

Militer,Dalam menjaga sikap pun mereka lebih wah! Lihat saja SBY atau wiranto yang terlihat selalu rapi, tegap, dan terkesan punya wibawa, jadi lebih disukai oleh rakyat Indonesia dengan sikap mereka yang santun. Hal ini yang mungkin tidak dipunyai oleh alumni institut teknologi bandung. Fadjroel rachman yang memakai baju se-adanya (biasanya doi pake batik dan bawa tas gemblok). Dan dalam bersikap pun anak ITB ternyata punya vokal yang cukup keras. Layaknya Fadjroel Rachman, aktivis 80an yang mengkritisi pemerintahan orde baru saat masih di bangku kuliah, atau Fadel Muhammad yang mengkritiki kasus BLBI dan SBY, dan yang terkenal akhir-akhir ini adalah Rizal Ramli saat mengomentari kenaikan BBM bulan maret tahun lalu.

Dalam hal menjatuhkan lawan-lawannya! Kaum militer lebih suka dengan cara mengurung lawan-lawan politiknya. Sebut saja Soeharto yang dengan tangan besinya memenjarakan fadjroel rachman,rizal ramli, dan aktivis-aktivis penentang orde baru lainnya. Dan mereka juga tidak suka dikomentari. Walaupun sekalinya dikomentari mereka lebih tahan banting daripada anak ITB. Sedangkan anak-anak ITB lebih memakai cara yang halus. Dan anak-anak ITB akan gusar kalau mereka di komentari, karena kebanyakan dari mereka yang menganggap dirinya lah yang paling tinggi (biasa deh anak-anak pinter, ngk mau dibilang bodoh).

Dalam pekerjaan, anak gajah nampaknya lebih suka bekerja di perusahaan asing maupun di luar negeri. Dalam hal ini ada mitos yang mengatakan bahwa ilmu dari ITB ketinggian kalau dipake di perusahaan nasional. Sedangkan militer, yaaa tentu kerjaan mereka jadi angkatan bersenjata (^.^)

Yang paling penting adalah bagaimana mereka dalam mengerjakan tugasnya. Hmmm, anak-anak ijo rowo mungkin akan selalu mematuhi perintah dari petingginya, seperti SBY yang dengan patuhnya menjadikan indonesia sebagai pasar bebas global (prinsip neoliberal atau ekonomi liberal), begitu juga Soeharto yang menjadi pendahulunya, dengan pintarnya mereka membuat bangsa kita tidak bisa mandiri. Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan asing (walaupun karyawannya anak ITB juga) yang masuk ke Indonesia, dan itu semua adalah kehendak sang pemimpinnya, negara adidaya amerika serikat, dan eropa (nurut sama IMF, dan permintaan dunia). Dan mereka sangat amat bergantung pada tangan kanannya (paling sering si bidang ekonomi), contoh Soeharto yang mempercayai lulusan Universitas Berkeley (makanya disebut mafia berkeley), yang di pimpin oleh Widjojo Nitisastro. Dan sekarang SBY dengan Ibu Sri Mulyani. Tapi tentunya mereka dapat mensejahterakan rakyat dan membuat negara menjadi lebih damai (biasa deh anak militer sukanya suasana tenang)!

Anak teknologi? Yaa ITB adalah institut teknologi, artinya mereka mempelajari untuk membuat alat yang memudahkan kehidupan di masa mendatang. Singkatnya visioner dan inovatif! Banyak sekali kebijakan-kebijakan yang membuat orang merasa aneh tapi punya hasil yang baik (banyak banget ahli yang dibilang aneh pada awalnya, seperti bill gates, wright bersaudara, dsb). Di indonesia inovasi anak-anak ITB dikebijakan cukup aneh pada awalnya, tapi selalu punya hasil yang baik. Contoh, Rizal Ramli saat jadi menko perekonomian, memisahkan kepemilikan silang dan manajemen silang PT Indosat dan PT Telkom, yang menghasilkan Rp 5 Triliun tanpa menjual selembar saham, atau bung Fadjroel yang punya jalan sendiri menjadi presiden lewat independen. Yang dapat penghargaan Inovatif juga ada, semisal Fadel Muhammad yang memimpin Gorontalo dari tahun 2001, dan terkahir Gorontalo mendapat pengahargaan dari presiden sebagai Provinsi paling Inovatif. Tak seperti pihak militer yang mempercayakan pada orang lain, anak ITB punya indiviualis yang tinggi sehingga banyak juga pekerjaan yang di kerjakan sendiri, seperti Fadjroel Rachman yang bolak balik sendirian ngurus Capres Independen. Emang si individualis ini yang buat mereka kurang bisa bekerja dengan baik saat diharuskan bekerja dalam tim (merasa paling pinter dan bisa melakukan semua hal sih).

Yup! Itulah perbedaan yang saya rasakan diantara keduanya. Tapi saya pribadi (sebagai anak ITB juga, hehe, juga merasa ada pihak yang lebih bisa berbuat banyak untuk kemajuan bangsa dan atas nama perubahan) punya pendapat, Negara kita tidak butuh Komandan, tapi Presiden!

2 catatan pembaca:

Anonim mengatakan...

Nice note...
-Hanief-

Anonim mengatakan...

bagus juga hasil pemikiran anda, salut dengan anak2 itb yang masih memiliki kepedulian terhadap bangsa kita tercinta, dan tidak terlena dengan kenyamanan yang sudah dimiliki sekarang.

himbauan buat anak2 itb:
"kalau memang cinta dengan Indonesia, sumbangkan keringat dan otak kalian ke perusahaan2 dalam negeri, majukan perusahaan2 dalam negeri dan usir perusahaan2 luar yang mengeruk kekayaan kita"

Indonesia bisa maju tanpa bergantung dari pihak2 luar.
Harusnya pihak2 luarlah yang bergantung terhadap Indonesia.

God save Indonesia.

Poskan Komentar