Menanti Peran Besar ITB di Ulang Tahunnya ke-50


“sesungguhnya ALLAH menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan ALLAH melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”(An Nahl :90)
Menarik pernyaan Jusuf Kalla seusai menerima penghargaan Ganesha Prajamanggal Bhakti Kencana dari ITB pada Dies Emas, 2 Maret 2009 kemarin. Seusai mendapatkan gelar, JK, panggilan akrab Jusuf Kalla malah meminta pertanggungjawaban ITB jikalau kabinet bersatu gagal melakukan tugasnya dengan baik. Hal ini menurut JK disebabkan oleh 20% dari Kabinet sekarang adalah lulusan ITB. Sebut saja Purnomo Yusgiantoro, Hatta Radjasa, Jero Wacik, Jusman Syafi’i Dhaman, Rachmat Witoelar. Dan masih banyak lagi lulusan ITB yang berperan di BUMN seperti Pertamina, dan PLN.
mmm... menarik, pimpinan negara ini meminta pertanggungjawaban salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Dan kalau dipikir-pikir, setiap hal yang dilakukan ITB baik pihak rektorat maupun mahasiswanya, selalu memberi dampak bagi bangsa ini. Sebut saja perkumpulan studi yang dibuat oleh the founding father Indonesia, Soekarno, saat masih dibangku kuliah bertransformasi menjadi Partai Nasionalis Indonesia (PNI) beberapa tahun setelah Bung Karno lulus. Tahun 1977, ketika Dewan Mahasiswa ITB (DM-ITB) mencanangkan wajib belajar 6 tahun, satu dasawarsa terakhir wajib belajar ditingkatkan jadi wajib belajar 9 tahun. Gerakan Mahasiswa 1978 yang dipimpin ketua DM Heri Akhmadi, dan Deputi DM Rizal Ramli, menolak Soeharto menjadi Presiden RI untuk ketiga kalinya dan menuntut Pemilu yang demokratis,20 tahun berikutnya, 1998, Ribuan mahasiswa turun kejalan menuntut hal yang serupa. Tahun itu Soeharto turun, dan setahun berikutnya dimulailah pemilu pertama Indonesia yang demokratis. Dan yang paling dekat adalah ketika tahun 2001,ITB merubah statusnya dari PTN menjadi PT-BHMN, akhir tahun lalu disahkan Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), yang mengartikan semua lembaga pendidikan harus bersifat BHP! Mengekor ITB tentunya.
Jelas sudah bahwa setiap hal yang dibuat ITB, akan selalu merubah bangsa ini. Sayangnya Gajah Bandung ini masih menjadi salah satu pengekspor terbesar TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke perusahaan-perusahaan asing. Tenaga kerja berdasi yang memutar otak tentunya. Sedih yaa... jutaan rakyat sampai Wakil Presiden pun menanti peran besar yang di ambil ITB untuk Negeri Ibu Pertiwi ini, tapi masih ada alumni ITB yang apatis terhadap tanah airnya.
Masih banyak sekali masalah di Negeri ini yang seharusnya menjadi tanggung jawab civitas akademika ITB. Seperti produksi minyak yang terus turun, listrik didaerah yang sering padam, rumah-rumah untuk rakyat kecil, bangunan-bangunan yang ramah lingkungan ataupun masalah kemacetan, dan tata kota Indonesia yang masih sembrono. Semua masalah itu menuntut ITB untuk lebih solutif.
Bukan Unpad, bukan UI, bukan pula IPB ataupun UGM! Tapi kitalah Dewa Ilmu Pengetahuan yang seharusnya menjadi solusi untuk permasalahan Bangsa! Bersiap-siaplah Gajah-gajah muda ITB, sudah menjadi takdir kita untuk bisa mengecap pendidikan di ITB. Sudah cukup buku yang kau duduki! Sudah cukup lebar kupingmu untuk mendengar tangisan orang banyak, sudah cukup pula ketiga matamu membaca tulisan ini, sudah cukup cawan kosongmu untuk meminta belas kasihan dari negeri orang, dan sudah panjang tasbihmu untuk menghitung banyaknya masalah di negeri ini! Gunakanlah tangan-tanganmu yang banyak untuk membantu jutaan rakyat! Gunakan kapak mu untuk sama-sama berjuang! Gading patah akan tumbuh kembali!
Selamat Ulang Tahun ke-50 ITB! Bertambahnya umur menambah banyak peran yang harus di ambil. Semoga kedewasaan selalu ada untuk menghadapi segala macam polemik di muka bumi ini.
Adhamaski Pangeran 19908058

0 catatan pembaca:

Poskan Komentar