Memaknai hidup dengan menjadi manusia terbaik

Memaknai Hidup dengan Menjadi Manusia Terbaik


Hidup, tentu harus dimaknai, ketika memaknai hidup berarti menghargai nikmat terbesar yang diberikan oleh tuhan. Dan ketika tuhan menaruh roh kedalam tubuh manusia, berarti DIA menaruh harapan besar ke dalam diri manusia tersebut untuk menyeimbangkan dunia yang DIA ciptakan, ataupun berharap manusia yang DIA ciptakan menjadi manusia taat kepada-NYA. Hidup adalah panggung sandiwara seperti judul dari salah satu lagu penyanyi terkenal Indonesia, Nicky Astria. Benar! Hidup ini hanyalah sebuah sandiwara yang akan mengantarkan umat manusia kepada kehidupan yang abadi. Dan sebelum mencapai kehidupan yang abadi, maka tuhan memberi ujian kepada manusia dalam menjalani kehidupan. Dan itulah mengapa pada diri setiap manusia diharuskan untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan rintangan, dan menjadi manusia terbaik untuk mencapai kehidupan yang abadi tersebut.


”Manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat buat orang lain”

alhadits.

Bermanfaat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ber·man·fa·at v ada manfaatnya; berguna; berfaedah. Jadi dari definisi ini di jelaskan bahwa manusia terbaik adalah manusia yang ada manfaatnya, berguna, dan berfaedah untuk orang lain. Ketika manusia itu berguna untuk manusia lain berarti ia menjadi manusia terbaik. Memaknai hidup, tentu yang diinginkan adalah yang terbaik, dan itulah definisi manusia terbaik dalam agama islam. Seperti contoh Nabi Muhammad SAW, yang bermanfaat untuk umat islam sebagai penunjuk jalan kebenaran seperti yang di yakini atau berguna untuk masyarakat Arab yang ketika itu berada dalam masa jahiliyah. Dan ketika turun sang nabi, daerah Arab tersebut sampai kini menjadi wilayah yang hidup dan terus berkembang. Masih banyak lagi contoh-contoh dari manusia terbaik yang dikatakan dalam hadis yang sudah banyak di aplikasikan oleh orang-orang yang namanya sudah tenar seperti Isaac Newton yang mendeskripsikan teori gravitasi, mengembangkan teori kalkulus, juga menemukan spektrum warna yang akhirnya Newton pun di nobatkan menjadi Bapak Ilmu Fisika Modern, yang akhirnya penemuan-penemuannya bermanfaat sampai saat ini. Bisa juga penemu mesin uap pertama yang efisien, James Watt, yang akhirnya penemuan ini menjadi kekuatan utama pendorong Revolusi Industri, khususnya di Inggris dan Eropa pada umumnya. Di negara kita, Indonesia, cobalah bayangkan bila tidak ada manusia-manusia seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, Kartini!? Dapatkah Nusantara menjadi negara yang berdaulat seperti sekarang, dapatkah pendidikan menjadi hal yang penting di era sekarang, atau dapatkah wanita mendapatkan hak yang sama dengan seorang laki-laki. Tentu hal ini dijawab tidak bila tidak ada manusia-manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Berbagai contoh orang-orang hebat yang kita temui tentunya adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan dari orang-orang sekitar kita, seperti dosen ataupun guru yang kita ‘manfaatkan’ untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya.


Akhir dari kehidupan adalah kematian. Dan kehidupan tidaklah begitu indah ketika mati. Karena yang penting dari kehidupa adalah proses. The important thing is the process, not the end. Jadi memaknai hidup akan begitu indah ketika prosesnya indah. Kehidupan seperti bola, kadang di atas, kadang di bawah, begitulah indah ketika manusia dapat menjalani hidup, melewati segala rintangan dengan baik, dan menjadi manusia yang berguna untuk sekitarnya, terlebih-lebih ketika manusia itu menjadi inspirasi dalam menjalani hidup untuk orang banyak. Berbagai contoh orang-orang hebat di atas sudah melewati berbagai rintangan dalam hidupnya, always standing up when standing’s not easy. Bahkan apabila ditambahkan contoh seperti Thomas Alva Edison, penemu lampu yang pertama, Mark Zuckerberg, pendiri dan pengembang situ facebook, adalah orang-orang yang menjalani rintangan terselit di sekolahnya masing-masing. Thomas Alva Edison dikatakan gurunya sebagai anak bodoh yang akhirnya dikeluarkan dari sekolahnya dan diajar oleh ibunya, dan Mark Zuckerberg adalah hasil drop out dari Universitas Harvard. Mereka berdua melewati masa-masa sulitnya di sekolah dan berhasil menjadi manusia yang berguna untuk orang banyak. Bayangkan ketika tidak ada lampu pada saat ini dan tidak ada situs pertemanan yang dapat menghubungkan manusia dengan manusia di belahan bumi manapun.


Rintangan, cobaan, ujian, musibah, dsb. dalam proses kehidupan manusia tentunya mengandung makna. Manusia hebat berasal dari proses yang hebat. Contoh-contoh manusia yang sudah disebutkan mampu melewati ujian-ujian yang diberikan tuhan kepadanya sehingga berhasil menjadi manusia terbaik dan mampu memaknai hidupnya. Ketika manusia memaknai hidup dengan baik, menjadi manusia terbaik, dan mengaplikasikannya dengan baik, maka dirasa ia berhak akan kehidupan yang abadi (surga). Yakinlah! Bahwa tuhan menciptakan manusia bukan untuk kesenangan belaka, bukan untuk boneka ataupun mainan, tetapi menjadi ‘tontonan’ sandiwara yang baik untuk manusia disekitarnya, untuk menginspirasi, dan berguna untuk manusia lainnya.


Jadilah ‘tontonan’ dalam sandiwara yang baik, jadilah manusia yang menginspirasi manusia lainnya, dan jadilah manusia terbaik yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu. Berkarya, berkontribusi, dan berguna, seperti salam ganesha, untuk tuhan, bangsa, dan almamater.


Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas PROKM 2009

0 catatan pembaca:

Posting Komentar