makin pengen belajar planologi

Gw dapet tugas dari pelajaran Teknik komunikasi dan presentasi. Yang dalam pelajaran ini, dibagi menjadi dua ilmu, ilmu arsitektur dan ilmu planologi. Pertama kali gw liat lembar tugas, gw langsung berpikir, anjis! Gampang pisan! Suruh buat berbagai macam diagram yang tinggal cari data terus komputerisasi aja, selesai deh! Wuekekekek, sok ngegampangin gitu gw ^.^

Hmmm.. beberapa hari setelah itu gw menghubungi salah satu teman gw yang anak Planologi 2004, karena doi lagi ngerjain tugas akhir (TA), dan pengen gw pinjem buat ngerjain tugas. Yang dalam tugas tersebut gw disuruh mencari TA anak S1 Planologi buat gw liat bab 1 nya dan gw bikin diagram. Dapet! Setelah itu gw diajak sholat sama raka whisnu (ini anak yang gw pinjem TA-nya) di musholla Planologi. Awalnya gw pikir enggak akan macem-macem, ternyata.... gw harus ngelewatin sekretariat HMP, waduh! Malunya gw! Mana abis debat cakahim kan! Rame! Masuk, gw langsung buru2 dorong raka biar cepetan naik tangga ke musholla (sumpah gw ngk tahu kalo harus lewat sekre Himpunan!)

Dilantai tempat gw mengambil air wudhu, gw liat beberapa maket anak planologi, dan waktu itu gw langsung berpikir, gw harus cepet-cepet belajar ilmu perencanaan wilayah dan kota tersebut! Keren banget gila maket2nya, dan gw pengen banget mendalami ilmu ini.

Beberapa setelah itu, gw memulai untuk mengerjakan tugas ini. Gw coba buat kerjain dari soal no.3, karena bahan TA, sudah gw dapet. Yah! Ternyata TA yang gw pinjem ini udah ada diagramnya, yah! Tinggal copy-paste selesai! Tugas pertama berakhir tanpa tantangan. Beranjak ke no.2, waduh! Ini yang menantang sekaligus seru! Gw disuruh buat diagram alir, contoh yang gw pegang menggambarkan diagram alir dari Undang-undang RI no.4 tahun 1983 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. Waduh! Awalnya gw agak bingung, mau buat apa yaa... dalam pikiran gw saat itu adalah buat tentang proses pemberian doktor HC kepada SBY, tp ngk, gw mikir lagi apa tentang AD/ART KM, ngk ah agak males kalo baca lagi, wuekekekek, trus ge teringat kalo gw punya buku kumpulan UU politik tahun 2004! Yowes! TANCEP! Gw mulai kerjain, kerjain, kerjain.... kerjain.... dan ternyata gw ngk bosen-bosen! Padahal kan banyak orang yang akan bosen ketika ngebaca buku yang banyak tulisannya dan harus di resume trus dibuat diagram.

Ternyata, gw mulai suka dengan ilmu ini. Hmmm... yaa semoga aja akhir semester ini gw bisa masuk planologi. Gw mulai dapet kesenengan dalam belajar, yang selama ini hanya gw dapat di organisasi. Yah! Mudah2an aja gw bener2 pas buat masuk plano, wuekekekekek ;D

kenapa saya tidak ingin kiamat 2012

Awal tahun 2009 ini dimulai dengan isu yang buruk tentang akhir kehidupan. Yup! Kiamat! Sejumlah paranormal mengklaim bahwa 2012 adalah akhir kehidupan, kiamat. Hmm, mungkin dengan keadaan akan munculnya perang dunia ke-III, lingkungan hidup yang makin memburuk, seks bebas yang sudah sampai tingkat SMP, atau bahkan makin banyaknya orang yang apatis terhadap Sang Pencipta.

Tapi ada bebarapa hal yang menjadikan diri saya tidak ingin terjadi kiamat 3 tahun lagi,

1. Saya belum menyelesaikan kuliah (belum dapet cap gajah ITB) terlebih rencana kuliah saya 5tahun(yaa ALLAH, jangan sampai lebih atau di DO, AMIN),

2. Saya belum merasakan melamar pekerjaan (tentunya setelah lulus saya mau mencari pengalaman bekerja terlebih dahulu),

3. Cita-cita saya untuk membuat perusahaan merchendise olahraga terbesar di Indonesia belum tercapai,

4. Cita-cita saya untuk menjadi birokrat juga belum tercapai,

5. Keinginan saya untuk menikah dan menuntut ilmu di luar negeri juga belum tercapai,

6. Saya belum terjun di dunia politik secara langsung,

7. Saya belum sempat naik haji, juga belum mengakomodasi kedua orang tua saya untuk pergi tanah suci tersebut,

8. Saya belum bisa menyekolahkan adik saya yang paling kecil,

9. Saya belum membeli mobil dengan uang sendiri,

10. Saya belum melihat mayoritas rakyat Indonesia sejahtera sampai ke pelosok negeri Ibu Pertiwi,

11. Saya belum menerbitkan buku (biografi saya, ataupun buku dari kumpulan ide dan pemikiran saya),

12. Saya belum menonton pertandingan sepakbola tim AS ROMA di stadion Olimpico, Roma,

13. Saya belum menjadi seorang muslim yang baik,

14. dan masih banyak lagi cita-cita saya yang belum tercapai

Tapi tidak akan ada yang mengetahui kapan kiamat itu kecuali Yang Maha Tahu. Dan sudah ada beberapa ramalan tentang kiamat yang dibuat oleh paranormal tetapi tidak terbukti. Tetapi sampai saat saya dipanggil Sang Pencipta, saya akan terus berusaha mengejar cita-cita saya.

ketika indonesia meminta VOC untuk datang kembali

Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC, yang adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia, termasuk Nusantara. Empat Abad setelah itu, di negara dimana VOC mendirikan kompeni mendirikan markasnya, negara tersebut menganut sistem ekonomi liberal, yang malah meminta VOC untuk datang ke Indonesia.

VOC adalah perusahaan pertama yang mengeluarkan saham. Banyak sekali keuntungan yang didapat dari Belanda saat itu dari berdirinya VOC. Saat pertama kali Belanda datang ke Nusantara,pada tahun 1956, empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda. Ekspedisi ini mencapai Banten, pelabuhan lada utama di Jawa Barat. Houtman berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa. Setelah kehilangan separuh awak maka pada tahun berikutnya mereka memutuskan untuk kembali ke Belanda namun rempah-rempah yang dibawa cukup untuk menghasilkan keuntungan. Enam tahun kemudian,1602, barulah secara resmi didirikan VOC. Yang bahkan mempunyai hak seperti layaknya negara. Semisal memonopoli perdagangan, dan memiliki angkatan perang

Reformasi 1998, selain tumbangnya Soeharto, berawal pula sistem Demokrasi Pasar Bebas, atau Kapitalisme Demokratik. Hal ini semakin konkret dengan pengesahan berbagai Undang-undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat, semisal UU Perbankan, UU Minyak dan Gas Bumi, UU Sumber Daya Air, UU Penanaman Modal, dsb. Produk-produk yang menjadikan Indonesia sebagai pasar ekonomi pasar bebas, dan mengandalkan perusahaan-perusahaan asing seperti, Caltex, Chevron-Texmaco, Exxon-Mobil, Total, Shell, Honda, Mitsubishi, Yamaha, dll, untuk menyerap tenaga kerja Indonesia. Hmmm... kedatangan VOC bentuk baru nampaknya. Tapi berbeda dengan VOC yang ditolak oleh beberapa pemimpin nusantara, kedatangan perusahaan multi nasional ini malah difasilitasi oleh pemerintah dengan UU tadi.

Misalnya UU no. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal,di salah satu pasalnya dijelaskan bahwa tidak ada perbedaan antara modal asing dan domestik. Pantes aja Indonesia terkena badai krisis global, yaaa secara.... 70% adalah modal asing, tentu saat negara asalnya mengalami krisis, modal yang berada di Indonesia akan ia tarik. Artinya jumlah uang di Pasar Indonesia pun akan berkurang.

Peraturan Presiden nomor 77 tahun 2007, disebutkan bahwa pada sektor Energi dan Sumber Daya Mineral kepemilikan modal asing di sektor ini bisa mencapai maksimal 95%. Waduh! Kalau gitu bagaimana mungkin janji-janji elit politik kita untuk menasionalisasi perusahaan asing atau janji-janji membuat perusahaan nasional skala masif! Kalo ada perpres yang memperbolehkan perusahaan asing untuk bereksperesi sampai jumlah yang bahkan kalau dimaksimalkan oleh perusahaan luar negeri, perusahaan dalam negeri Indonesia hanya mendapat 5%.

Bahkan pengaruh asing di Indonesia pun sampai ketingkat pendidikan, UU BHP, badan hukum pendidikan, didalamnya diperbolehkan penanaman modal sampai 49%! Artinya hampir setengah dari sistem pendidikan bisa diatur oleh perusahaan luar negeri.

Hmmm... nampaknya dalam empat abad ini, Indonesia malah mengalami kemunduran. Saya jadi teringat dengan pelajaran Sejarah di kursi SMP maupun SMA, seberapa besar perjuangan rakyat untuk memerangi kompeni. Sekarang, malah kaum-kaum petinggi negeri mengundang VOC tipe baru untuk menguasai negeri ini untuk menguasai berbagai sektor perdagangan.

Saya jadi ber-andai-andai,apakah kalau para pemimpin nusantara dulu kembali hidup, mereka akan mengerahkan kuda-kuda perang, dan pasukannya yang menyerbu perusahaan multi nasional tersebut? Atau apakah akan lahir Soekarno, Hatta baru untuk mempoklamirkan kemerdekaan Indonesia lagi?