Anggur Tua

Anggur Tua

Karya : Kahlil Gibran

Sekali waktu hiduplah seorang kaya yang begitu bangganya dengan gudang dan minuman anggur yang disimpan di dalamnya. Dan ada satu buah botol dari musim panen anggur bertahun-tahun lampau yang telah disimpan sekian lama untuk sebuah kesempatan yang hanya dia sorang yang mengetahuinya.

Ketika sang gubernur mengunjunginya, dia berkata pada dirinya sendiri,”Botol itu belum waktunya dibuka hana untuk menyambut seorang gubernur”

Dan seorang uskup dari keuskupan setempat mengunjunginya, namun dia berkata pada dirinya sendiri,”Tidak, aku tidak akan membuka botol itu. Dia tidak akan tahu besarnya nilai anggur ini, juga tidak mengenali aroma yang menyentuk cuping hidupnya”

Sang pangeran dari kerajaan datang dan minum dengannya. Namun dia berkata,”Anggur yang terlalu mewah untuk semata-mata seorang pangeran muda”

Dan bahkan pada hari ketika keponakannya laki-lakinya menikah, dia berkata pada dirinya sendiri,”Tidakm bukan untuk para tamu anggur ini dikeluarkan”

Tahun demi tahun berlalu, dan akhirnya dia meninggal sebagai lelaki tua dan dikuburkan bagaikan benih dan biji ek ditanam.

Dan pada hari dia dikuburkan maka botol anggur tua itu dikeluarkan bersama dengan botol-botolanggur lainnya, dan dibagikan oleh petani dari lingkungan sekitarnya. Dan tak ada seorangpun yang tahu betapa tua umur anggur itu.

Bagi mereka, semua yang dituangkan ke dalam mangkuk hanyalah sekedar anggur.

Yaa, kawan2 pembaca blog gw, itulah akhir dari seseorang yang tamak. Ingat kalau bukan uang,bukan harta, dan bahkan bukan pula sebotol anggur tua yang akan kita bawa nanti saat mencapai hari akhir. Tapi perbuatan2 yang telah kita lakukan didunia ini. Bukan uang, bukan harta, dan bahkan bukan pula sebotol anggur tua, BUKAN!

0 catatan pembaca:

Posting Komentar