Negeriku Negeri Rujak


Hampir 64 tahun yang lalu, sebuah kumpulan kepulauan yang diampit oleh samudra-samudra besar dunia ditengah khatulistiwa dunia telah menunjukkan sebuah taji, taji dari semua penderitaan berabad-abad lamanya dijajah oleh koloni. Yang dijajah oleh pendatang dari negeri luar, yang datang dengan dahaga kerakusan. Kerakusan dan sifat tamak akan rempah-rempah dan kekayaan alam indonesia lainnya yang membentang dari sabang sampai marauke yang membuat tak habis-habisnya derita rakyat nusantara. Sampai akhirnya munculah pemuda-pemudi nusantara yang dengan gagah berani meneliti literatur-literatur peradaban barat. Hingga sampailah pada hari kemenangan bangsa ini dan juga sebuah cita-cita luhur,dasar negara,ideologi,pandangan,sebuah peta dari perjalanan bangsa ini untuk maju kedepan, demokrasi pancasila!
Demokrasi berasal dari dua kata yunani, yaitu demos (rakyat) dan kratos (pemerintahan) atau lebih mudah kita bicara bahwa demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Sedangkan pancasila berasal dari dua kata sansekerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila (prinsip/asas). Pancasila berisi tentang ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia,kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dan demokrasi kita adalah demokrasi yang berdasarkan pada pancasila. Demokrasi pancasila.
Cukup sulit nampaknya melihat sebuah bangsa yang mencampurkan pemahaman barat dan realita kehidupan negeri ini. Sebuah pemahaman dan prinsip negara yang menggabungkan berbagai ideologi besar dunia, yaitu agamis yang terlihat dalam sila pertama, paham humanis yang tergambar dalam sila kedua, persatuan indonesia yang menunjukkan ideologi nasionalis bangsa, demokrasi yang berdasarkan pada musyawarah, dan sosialis pada sila terakhirnya.
Hah! Tak heran ketika kita melihat beragamnya warna partai-partai politik, tak heran ketika rakyat bingung ketika sedang melakukan pemilihan langsung petinggi-petinggi daerah dan negara sedangkan cita-cita pendiri ini melalui musyawarah, juga kita akan melihat betapa terpinggirkannya orang-orang yang tidak mempunyai agama di negeri ini, tak heran pula ketika ada bermacam aturan-aturan dari petinggi-petinggi agama di negeri ini, atau bermacamnya orang-orang yang mempunyai ideologi berbeda, mulai dari nasionalis hingga agamis dan ideologi-ideologi lain.
Pancasila yang dibuat sedemikian rupa untuk merangkul semua golongan dalam negeri Indonesia dengan memperhatikan realitas dari negeri ini yang tersebar dari ujung timur ke ujung barat, realita dari berbagai macam kebudayaan, suku, kesenian, warna kulit, dan bahasa. Keberagaman! Negara kaya akan alamnya. Mulai dari pasir disepanjang pantai, samudra di utara dan selatan, lautan yang menjaga, pegunungan yang menjadi lambang kesaktian, tanah sumber kemakmuran, salju di langit tertinggi papua, dan bermacam-macam kekayaan alam lainnya yang menjadi simbol keberagaman negeri ini. Itulah negeri ini, negara penuh warna-warni yang menciptakan kekayaan.
Kehidupan negara ini ibarat rujak. Sebuah makanan Indonesia yang berasal dari beragam buah-buahan segar tertentu yang tanpa diolah secara khusus dapat menjadi hidangan penutup yang lezat. Rujak tidak akan menjadi nikmat ketika ada salah satu buahnya yang basi. Rujak pun juga tidak akan menjadi enak ketika hanya ada satu buah yang mendominasi buah-buahan yang lain. Berbagai cita rasalah yang selalu mebuat rujak menjadi enak. Mulai dari rasanya yang manis,asam,dan pedaslah yang membuat rujak terus ada di pasar-pasar tradisional, sekolah, kampus, tempat kerja, dan sudut-sudut kota lainnya.
Kehidupan negeri yang penuh dengan keberagaman. Buah-buahan pada rujak yang terus menambah cita rasa makanan. Yaa itulah negeriku, bukan negeri dengan ideologi a,b,c, ataupun d! Inilah negeriku, bukan negeri ini atau negeri itu. Inilah negeriku, negeri rujak! Negeri yang penuh dengan keberagaman, negeri yang indah karena keberagamannya. Negeri yang merangkul semua golongan di negeri ini. Bukan hanya milik golongan elit atau kaum proletar. Bukan negeri agama barat ataupun timur. Inilah negeriku, negeri Indonesia, negeri dengan semboyan bhinneka tunggal ika yang dibuat oleh Mpu Tantular, berbeda-beda tapi satu! Ini negeriku! Negeri rujak!

0 catatan pembaca:

Poskan Komentar