Ulasan singkat tentang PLTSa Gedebage

TPA Sarimukti sudah mau pensiun, tapi Kota Bandung masih memegang predikat kota lautan sampah, datanglah kucluk kucluk, PT.BRILL dengan tawaran solusi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), yang rencananya akan diletakan di kawasan gedebage (kawasan gedebage emang kawasan primer sih, mana konturnya rata kan, jadi emang sasaran tempat dibandung banget buat melakukan sesuatu).

Ternyata eh ternyata, PLTSa enggak bisa jadi solusi permasalahan di Kota Bandung, tau kenapa?? yang pertama adalah insunerator yang digunakan, mesin pembakaran, pipa insunerator ini musti tinggi banget dan enggak bisa diletakan dicekungan Bandung, karena asap yang keluar dari cerobong tersebut akan mencemari Kota bandung yang punya efek bahan kimia, selain itu insunerator yang digunakan adalah insunerator murah yang dibeli second dari Cina, sedangkan di negara semaju Cina, insunerator tersebut tidak lagi digunakan karena lebih mencemari udara. Oke itu tadi dari sisi teknologi yang digunakan, sekarang dari sisi dampak sosial yang akan lahir dari warga yang tinggal di sekitaran daerah tersebut, coba deh bayangin bagaimana orang-orang yang akan tinggal di daerah tersebut yang setiap hari akan berlalu-lalang kendaraan pengangkut sampah, seberapa bau, kotor, dan efeknya terhadap kesehatan penduduk sekitar. Untuk dampak sosial lain di Kota Bandung, kampanye 3R tidak akan ada artinya, mengapa? karena saat PLTSa ini mulai beroperasi, diperkirakan orang-orang akan mulai malas untuk mengomposkan sampahnya sendiri karena mulai berpikir tinggal dibakar di gedebage. Informasi lain juga, ternyata sampah di Kota Bandung masih kurang untuk menjalankan PLTSa dengan optimal, karena itu pula pemda kota Bandung berencana untuk mengimpor sampah, eaaaaaaaaa!!!!! Belum lagi ketidak efisienan PLTSa untuk membangkitkan listrik, karena diperkirakan listrik yang dihasilkan hanya cukup untuk menjalanakan mesin-mesin di PLTSa itu sendiri setiap hari.

Lalu, dikala Kota Bandung menjadi kota lautan sampah dan TPA Sarimukti akan ditutup dan segala macam efek dari terbangunnya PLTSa, apa masih perlu solusi praktis ini? biar dinding-dinding gedebage yang berbicara


3 catatan pembaca:

Ghazi Binarandi mengatakan...

Apa kabar, Dham? Lama tak bersua.

Akhir-akhir ini, gua lumayan banyak baca-baca dan berdiskusi tentang isu PLTSa ini. Awalnya gua melihat ini sebagai salah satu itikad baik dari Pemda Bandung untuk menanggulangi masalah persampahan di Kota Bandung yang makin lama makin mengkhawatirkan, namun setelah mengetahui beberapa efek negatif yang ditimbulkannya, gua sedikit miris dengan fakta itu.

Katanya keputusan pembangunan PLTSa ini juga berbau politis. Atau ada yang mempertanyakan asalan pemilihan Gedebage sebagai lokasi pembangunan PLTSa.

Namun, gua juga mendengar kalau katanya ada banyak pihak yang pro terhadap pembangunan PLTSa ini. Sayangnya, pendapat dari mereka yang pro ini jarang pernah gua dengar, terutama di kampus. Entah karena jumlah mereka cuma sedikit atau karena pendapat mereka nggak pernah dimunculkan ke publik. Kalau boleh nanya, sebenarnya argumen apa yang diusung pihak pro terhadap pembangunan PLTSa Gedebage ini?

Setahu gua, di balik efek negatif yang bisa ditimbulkannya, pembangunan PLTSa juga memberi banyak efek positif buat Bandung. Yang jelas PLTSa bakal mereduksi volume sampah Bandung. Bukannya ini adalah masalah Kota Bandung sejak tahunan yang lalu? Sedangkan untuk masalah energi yang dihasilkan, setahu gua itu memang bukan output utama yang diincar dari pembangunan PLTSa ini (makanya gua juga agak kurang sreg dengan penamaan PLTSa). Dioksin yang katanya bisa meracuni penduduk sekitar pun ternyata katanya jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan dioksin yang dihasilkan oleh warga Bandung jika mereka membakar sampah mereka masing-masing secara terpisah (seperti yang banyak dilakukan selama ini). Lagipula, kalau nggak salah sudah ada Tim studi kelayakan dari ITB yang meninjau hal ini, dan salah satu faktor yang menentukan adalah tinggal masalah dana. Dana ada, PLTSa beres, nggak berbahaya.

Di sini gua mengambil posisi netral. Gua cuma ingin tahu pendapat lo tentang sisi baik PLTSa? Bukannya sayang jika permasalahan sampah Kota Bandung kembali ditenggelamkan lagi padahal sudah ada solusi yang telah dipikirkan sejak lama dan bukan dalam waktu instan? Bukannya selain kata "tolak" (yang banyak terdengar di mana-mana), masih ada jutaan cara untuk mencari jalan yang terbaik buat Gedebage, buat Bandung, dan buat Indonesia?

Ini cuma opini gua. Silakan sanggah jika nggak sepakat.

Trims, Dham.

Fahmi Maulana Kamil mengatakan...

waw, gua sih ga tau banyak soal PLTSa ini. Cuma pas kemarin aja ikut diskusi publiknya PSIK, gua shock sampe ada peserta yang segitunya ngedukung PLTSa ini. hehe. semoga langkah yang nantinya diambil oleh pihak-pihak yang terkait adalah yang terbaik buat kota Bandung.

Adhamaski Pangeran mengatakan...

@ghazi
yaa kalo sisi postif ma yang pasti volume sampah di kota bandung tereduksi gaz, menurut gw sih pltsa tepat, TAPI tempatnya jangan di kota bandung, soalnya bandung kan cekungan, terus insuneratornya jg yang lebih ramah lingkungan lah

Poskan Komentar