Pamengpeuk

Basi enggak sih kalau gw nulis tentang liburan ke pamengpeuk hari gini? hahahahhahaha, yaa apa mau dikata ketika keinginan gw untuk menulis sedang dalam angka nol, maka gw jadi males buat nulis, hahahahhaha, oke lah kalau begitu! Gw dan teman2 #PL08 sedang mengadakan liburan pada tanggal 10 sampai 11 Januari 2010 ke Pantai Santolo, Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat, INDONESIA! Yaa.. hampir setengah dari angkatan gw yg berjumlah total 73 orang ikut liburan bareng. Sisanya emang lagi punya acara2 tersendiri dan ada juga yg dilarang oleh orang tuanya karena alasan cuaca. Tapi ada juga alasan yg lebih parah karena doi aktivis ITB, wuahahahahha, gw enggak nyebut nama dan dendam loh! Tapi enak aja kalau diketawain, wuekekek :))

Kronologis!
Hari pertama

Kumpul di gerbang ganesha jam 7, untung gw tidur di HMP bareng adam pasuna dan atung, jadi alhamdulillah enggak ketinggalan bus. Tapi emang dasar jam karet indonesiong jalan yg diperkirain sekitar jam 8an ngaret jadi jam 9, karena si roby dan rama nyari2 kost-an wira buat minjem in-focus. Lanjut perjalanan lewat bus dengan lagu2 dangdut dengan video2 aneh ala nusantara tapi untungnya yaa dikasih makan, enak lagi! Mana gw nambah 3x lagi kan, hahahahha, abis sayang sih sisa, hehe.
Perjalanan berkelok2 yg bikin si irene mabok darat itu berlanjut sekitar 5 jam-an, pokoknya gw bangun2 tidur udah sampe aja deh! Bangun2, main bola sama BOCKHAM disane trus lanjut ke pantai, wah seremlah pantainya karena lagi pasang, tapi yaa tetep aja seru karena gw udah lama juga kan enggak ke pantai, mantaplah gan!
Malam hari kita dapet makan lagi, makanan laut, beuh! AJIEB! Abis nyidang si bocah setan a.k.a IBLIS a.k.a alfaret kita jalan ke mess buat nonton video buatan rama yg ada 5 bab. Ketawa2 dah lo nonton gtuan, mana sebelumnya boring bangetkan ada hearing panpel pemilu HMP 2010 segala saat lagi liburan angkatan, tapi terbayar dah pas nonton video rama, kocak pisan! Yaa, sisanya saat orang2 tidur, gw malah begadang sambil bakar2 kayu sampe pagi!

Hari kedua

Gw ketiduran saat teman2 main ke pulau sebelah yg katanya dasarnya dari kerang, bodolah! Mau apalagi kalau gw udah ketiduran susah buat bangun, hahahahha.
Yah! Setelah hari kedua gw yg enggak seru karena cuman ngupi di pinggir pantai dan minum es kelapa muda, yaa kita sama2 pulang dari KAJIAN PESISIR menuju kampus ITB lagi.

Biar cuman 2 hari, tapi gw seneng banget! Udah mana murah cuman bayar 120 rebu ,puas pas main di pantai pas hari pertama, puas tidur dihari kedua, makan dapet 3 kali! Mana enak2 lagi kan, beuh! Sundul gan! Mantaplah si gilang, bener2 deh liburan gw terisi banget! Gunung gede iye, kawah putih udeh, pantai santolo pamengpeuk hajar, uwaah! Yaa walau akhirnya duit gw lumayan abis di akhir2 bulan, HAHAHAHAHAHA

Dari Aksi 100 Hari SBY-Boediono Sampai Kemahasiswaan ITB

Sejak masuk ITB, gw sering (yaa.. enggak sering2 banget sih) ikut sama yang namanya AKSI. selain gw memang sependapat kalau saat ini hanyalah dengan aksi mahasiswa dapat bertindak untuk merubah kebijakan selain memiliki link di pemerintahan.

Oke, gw mau cerita tentang aksi kemarin, tanggal 28 Januari 2010, atau tepat dengan 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Di-awali dengan kumpul di lapangan basket ITB, lalu pergi ke leuwi panjang secara berkelompok, dan tiba di masjid UI sekitar pukul 3 pagi dan beristirahat malam. Esok siangnya kami lagi-lagi mendapat kendala dari pemerintah yang menghalang-halangi kami (mahasiswa/i UI dan ITB) untuk menyewa bus menuju Bunderan HI. Sesampainya di HI kami langsung membuat border dan gw bingung juga disitu kenapa bordernya bergerak-gerak lari, padahal lantainya licin dan emang bahaya kalau dibuat lari2 dengan berpegangan tangan. Setelah sholat dzuhur, UI dan ITB melanjutkan kembali ke bunderan HI, lalu pecah! karena kesepakatan yg ada, ITB melanjutkan ke Istana, beberapa BEM Fakultas UI lanjut ke KPK.

Long march yang melelahkan karena sangat panas, uwaaaahhh! emang deh Jakarta panas bener, bahkan baju dan celana gw yg basah karena diguyur air bunderan HI pun kering seketika. Di akhir2 ketika hendak sampai ke Istana, si putu ngasih gw toa, dan gw coba bakar semangat teman2 gw dengan menyanyikan lagu2 kampus dan mahasiswa! SEMANGAT TERBAKAR, DAN TERUS TERBAKAR KETIKA SAMPAI DI ISTANA, aksi sekitar 20 menit di depan barikade polisi pun sukses dengan damai, beberapa media meliput aksi kami.

Ya, itulah perjuangan, ketika orang2 belum tersadar, beberapa dari kami yang sadar akan kesalahan2 pemerintah pusat dalam 100 hari baktinya pergi ke Jakarta. Alhamdulillah gw senang dengan aksi ini, dan ada beberapa yg gw dapet dari aksi ini, dan paling utama yg gw dapet adalah ketika gw tersadar kalau kemahasiswaan UI sudah maju satu langkah di banding kemahasiswaan ITB!

Ada hal yg sangat gw pehatikan dari 'buah makara' dibanding dewa ganesha. Ketika hendak melakukan aksi, si kuning dengan BEM fakultasnya melakukan kajian terlebih dahulu, lalu menggabungkan antar BEM dan membentuk satu kajian di BEM pusat UI. Hal ini lebih mudah dilakukan karena tiap BEM fakultas memiliki divisi sospol masing2. Arogansi BEM fakultas UI melawan BEM pusatnya pun lebih mendasar karena memiliki kajian sendiri. Hal ini gw lihat ketika beberapa BEM fakultas UI melanjutkan aksinya ke gedung KPK, dan imaddudin, presiden BEM UI, hanya terdiam melihat beberapa BEM fakultasnya lanjut ke gedung KPK.
Sedangkan di kampus UI Bandung sekarang, gerakan untuk aksi lebih sulit dilakukan karena lembaga untuk mengkaji pergerakan hanya sedikit, seperti PSIK dan kalau himpunan yaa menurut gw hanya HIMAFI, yaaa alhamdulillah aja sekarang ada departemen sospol yg dipimpin si Ilham GL'05 yang doyan aksi sehingga gerakan2 KM-ITB lebih terlihat. Sulit rasanya untuk membandingkan arogansi BEM fakultas UI dengan himpunan2 di ITB, yg bagi gw arogansinya rada enggak jelas, hahahahaha, sory yaa kalo ada yg tersinggung :)

Yaa, gw senang dengan aksi tanggal 28 Januari ini, dengan sangat amat senang gw posting tulisan ini dibanding tulisan2 lain yg ingin gw buat (sebenernya gw pengen posting tentang liburan ke Pamengpeuk bareng teman2 HMP'08 dan cerita reunian SMAN 42 kemarin, hahahahha). Gw rasa perjuangan ini musti terus dilakukan, departemen sospol di kabinet KM-ITB juga musti terus ada, dan bahkan kalau bisa ada divisi sospol atau yaa lebih sederhana seperti divisi kajian strategis-kastrat- yg bisa membantu pergerakan ITB keluar. Dan kemahasiswaan ITB kedepannya akan bisa mengejar ketertinggalannya dari kemahasiswaan UI dari segi pergerakan seperti yg gw paparkan sebelumnya. AMIN

[COPAS] Teori Struktural Klasik

Komunikasi Oraganisasi
Dosen Chamdan MSi


Anggapan Dasar Teori Klasik
Pandangan teori klasik mengenai organisasi berdasarkan asumsi sebagai berikut :
1. Organisasi ada terutama untuk menyelesaikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
2. Bagi suatu organisasi, ada struktur yang tepat bagi tujuan, lingkungan, teknologi dan partisipannya.
3. Pekerjaan organisasi paling efektif bila ada tantangan lingkungan dan kepentingan pribadi terhalang oleh
norma-norma rasionalitas.
4. Spesialisasi akan meningkatkan taraf keahlian dan performan individu.
5. Koordinasi dan control paling baik melalui praktek otoritas dan aturan-aturan yang tidak bersifat pribadi.
6. Struktur dapat dirancang secara sistematis dan dapat dilaksanakan.
7. Masalah-masalah organisasi biasanya merefleksikan struktur yang tidak tepat, dan dapat diselesaikan melalui perancangan dan pengorganisasian kembali ( Bolman, 1988 )

Unsur kunci teori klasik. Ada empat kunci dari teori klasik :
Pembagian kerja, adalah bagaimana organisasi membagi sejumlah pekerjaan terhadap tenaga kerja yang ada dalam organisasi.
Hierarki proses fungsional, adalah setiap organisasi terdapat adanya tingkatan karyawan menurut fungsinya atau pekerjaan yang khusus dalam organisasi.
Struktur, adalah jalinan hubungan dan peranan dalam organisasi. (Lini dan Staf)
Pengawasan yang ketat, pada organisasi yang tinggi strukturnya menghendaki banyak saluran komunikasi dalam melakukan pengawasan. Sedangkan pada organisasi yang strukturnya mendatar tidak banyak diperlukan saluran komunikasi.
Organisasi Sosial
Berlo (1960) menyarankan bahwa komunikasi berhubungan dengan Organisasi Sosial dengan tiga cara :
Pertama, sistem sosial dihasilkan lewat komunikasi. Keseragaman perilaku dan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma dihasilkan lewat komunikasi diantara anggota-anggota kelompok.
Kedua, bila suatu sistemsosial telah berkembang, ia menentukan komunikasi anggota-anggotanya. Sistem sosial mempengaruhi bagaimana, ke, dan dari siapa, dan dengan pengaruh bagaimana komunikasi terjadi diantara anggota-anggota sistem.
Ketiga, pengetahuan mengenai suatu sistem sosial dapat membantu kita membuat prediksi yang akurat mengenai orang-orang tanpa mengetahui lebih banyak daripada peranan-peranan yang mereka duduki dalam sistem.

Organisasi Formal
Kita akan membahas ciri-ciri khas organisasi formal – yang secara populer disebut birokrasi – untuk memahami ciri-ciri penting sistem yang formal.
Karakteristik Birokrasi Weberian
Apakah ciri-ciri suatu organisasi terbirokratisasikan yang ideal ? Analisis atas karya Weber memberikan sepuluh ciri berikut ini :
Satu Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan. Blok-blok bangunan dasar dari organisasi formal adalah jabatan-jabatan.
Dua Tujuan atau rencana organisasi terbagi kedalam tugas-tugas; tugas-tugas organisasi disalurkan di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi
Tiga Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan. Yakni, satu-satunya saat bahwa seseorang diberi kewenangan untuk melakukan tugas-tugas jabatan adalah ketika ia secara sah menduduki jabatannya.
Empat Garis-garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis. Hierarkinya mengambil bentuk umum suatu piramida, yang menunjukkan setiap pegawai bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan-keputusan bawahannya serta keputusan-keputusannya sendiri.
Lima Suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi.
Enam Proesedur dalam organisasi bersifat formal dan impersonal – yakni, peraturan-peraturan organisasi berlaku bagi setiap orang. Jabatan diharapkan memiliki orientasi yang impersonal dalam hubungan mereka dengan langganan dan pejabat lainnya.
Tujuh Suatu sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakan bagian dari organisasi.
Delapan Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi.
Sembilan Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis, alih-alih koneksi politis, koneksi keluarga, atau koneksi lainnya.
Sepuluh Meskipun pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis, kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.


Komunikasi Jabatan dan Hubungan Informal
Ciri-ciri suatu organisasi formal berkaitan dengan suatu fenomena yang disebut komunikasi jabatan (posisitional communication) (Redfield, 1953). Hubungan dibentuk antara jabatan-jabatan, bukan antara orang-orang. Keseluruhan organisasi terdiri dari jaringan jabatan. Mereka yang menduduki jabatan diharuskan berkomunikasi dengan cara yang sesuai dengan jabatan mereka. Sekalipun demikian, dalam praktek komunikasi jabatan ini membingungkan, karena tidak semua jabatan dan interaksi secara saksama sesuai dengan diagram jabatan.
Meskipun analisis Weber tentang teori organisasi dapat menguraikan banyak organisasi yang beroperasi dewasa ini, sejumlah pemikiran dan teori lain memberikan sumbangan untuk memahami cara kerja organisasi, dan khususnya, komunikasi organisasi. Dua jenis teori, disamping teori kominikasi, memberikan pandangan yang berguna, yakni teori manajemen dan teori organisasi. Terkadang para penulis membuat sedikit perbedaan antara teori pengelolaan (managing) dan teori pengorganisasian (organizing) karena kedua teori itu sering sangat mirip, tetapi terkadang berbeda. Kita akan menguraikan teori klasik manajemen secara ringkas, teori yang sesuai dengan teori formal Weber mengenai organisasi.


Manajemen Ilmiah Taylor
Teori Weber mengenai birokrasi berforkus terutama pada pengorganisasian; teori itu dianggap sebagai pernyataan terpenting tentang organisasi formal, namun mungkin juga benar bahwa semua teori organisasi pada dasarnya adalah teori pengelolaan. Secara bersama-sama Weber dan Taylor menyajikan teori-teori organisasi dan manajemen yang hampir secara khusus membahas anatomi organisasi formal yang dapat disebut sebagai teori-teori struktural klasik. Pendekatan Taylor terhadap manajemen dilakukan di sekitar empat unsur kunci: pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur, dan rentang kekuasaan. Menggunakan analisis Sofer (1972), kita akan membahas keempat pokok tersebut secara ringkas.
Pembagian kerja menyangkut bagaimana tugas, kewajiban dan pekerjaan organisasi didistribusikan. Dalam pengertian birokratik, kewajiban perusahaan secara sistematis dibebankan kepada jabatan-jabatan dalam suatu tatanan spesialisasi yang menurun. Taylor menyatakan bahwa pekerja harus dibebaskan dari tugas perencanaan dan kegiatan tata usaha.
Proses skalar dan fungsional berkaitan dengan pertumbuhan vertikal dan horisontal organisasi. Proses skalar menunjukkan rantai perintah atau dimensi vertikal organisasi. Dengan memperoleh dua asisten, manajer telah memperbesar ukuran organisasi secara vertikal, menciptakan perubahan-perubahan dalam pendelegasian kewenangan dan tanggung jawab, kesatuan perintah, dan kewajiban melapor.
Struktur berkaitan dengan hubungan-hubungan logis antara berbagai fungsi dalam organisasi. Teori-teori klasik berfokus pada dua struktur dasar yang disebut Lini dan Staff.
Lini. Nilai dasar yang membedakan Lini dengan Dasar terletak pada wilayah pembuatan keputusan. Isitlah lini berarti bahwa kewenangan terakhir terletak pada jabatan-jabatan dalam struktur.
Staf. Tenaga staff secara tradisional memberi nasihat dan jasa untuk membantu lini. Lini mempunyai otoritas komando. Staff memberikan nasihat dan melakukan persuasi dalam bentuk usulan-ususlan, namun tidak mempunyai kewenangan untuk memeberikan perintah kepada manajer lini untuk mengikuti usulan-usulan tersebut.
Struktur Tinggi dan Struktur Datar Terdapat berbagai bentuk struktur organisasi, namun pada dasarnya terbagi dua: struktur tinggi atau vertikal dan struktur datar atau horisontal. Tingginya atau datarnya suatu organisasi ditentukan oleh perbedaan dalam jumlah tingkatan kewenangan dan variasi dalam rentang pengawasan (span of control) pada setiap tingkat.
Rentang Pengawasan (Span of Control) menunjukkan jumlah bawahan yang berada dibawah pengawasan seorang atasan. Meskipun sering dinyatakan bahwa jumlah bawahan yang dapat diawasi seorang manajer adalah lima atau enam orang, dalam prakteknya, rentang pengawasan tersebut bervariasi.

sumber : http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/09/teori-struktural-klasik/

Soe Hok Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu, sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati disisimu, sayangku
Setelah kita bosan hiduo dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tidak pernah menanamkan apa-apa, kita tak'kan pernah kehilangan apa-apa
-Soe Hok Gie


Puisi ini gw temukan pada halaman 341 buku Soe Hok Gie (SHG) yang berjudul 'Catatan Seorang Demonstran' terbitan LP3ES. Yang nantinya menjadi sebuah film 'GIE' oleh riri riza dan mira lesmana. SHG menulis puisi ini pada hari selasa tanggal 11 November 1969. Gw udah lama baca buku ini, tapi karena gw sekarang sedang berada dirumah dan tidak ada pekerjaan yang berarti maka gw akan menulis sedikir cerita tentang SHG yang didapat dari buku ini.

SHG lahir pada 17 Desember 1942, ketika perang sedang berkecamuk di Pasifik. Pada buku ini, catatan SHG dimulai pada 4 Maret 1957, atau saat ia masih SMP. SHG adalah keturunan cina, ayahnya adalah seorang novelis. Mungkin dari situ ia sangat menyukai sastra yang membuat ia kemudian bersekolah si SMA Kanisius jurusan Sastra dan UI dengan fakultas sastra jurusan sejarah.

Selama berkuliah, SHG adalah seorang aktivis kampus. Banyak sumber yang mengatakan bahwa ia adalah salah satu dari orang pertama yang mengkritik kebijakan Soekarno saat itu. SHG termasuk salah satu dari angkatan '66. Walau pada akhirnya SHG kesal karena teman-temannya yang ikut berjuang bersama dia, selepas lulus lupa pada apa yang mereka lakukan selama menjadi mahasiswa.

Bagian VI dari buku ini menceritakan tentang perjalanan SHG menuju Amerika dan Australia. Selebihnya adalah catatan pemikirian yang berakhir pada Senin,8 Desember 1969 -Bagian VIII (Seminggu sebelum kematiaannya di Gunung Semeru karena mengisap asap beracun-belerang)

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”-Soe Hok Gie

Hari ke-80 Bagi Pemerintahan SBY-Boediono

Tepat gw menulis ini adalah tanggal 8 Januari 2009, atau hari ke-80 bagi SBY & Boediono memimpin negara Indonesia. Oke, para pembaca setia blog gw, gw hanya ingin mengingatkan tentang 15 program 100 hari SBYberBUDI yang di janjikan dulu.

1. Pemberantasan Mafia Hukum
2. Revitalisasi Industri Pertanian
3. Penanggulangan Terorisme
4. Mengatasi Permasalahan Listrik
5. Meningkatkan Produksi dan Ketahanan Pangan
6. Revitalisasi Pabrik Pupuk dan Gula
7. Membenahi kompleksitas penggunaan tanah dan tata ruang.
8. Meningkatkan infrastruktur.
9. Meningkatkan pinjaman Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha Menengah yang dikaitkan dengan Kredit Usaha Rakyat
10. Mengenai pendanaan pembangunan. “Sudah kita hitung APBN – APBD kita
11. Usaha untuk menanggulangi perubahan iklim dan lingkungan
12. Reformasi kesehatan dengan mengubah paradigma masyarakat
13. Reformasi di bidang pendidikan
14. Kesiap-siagaan dalam penanggulangan bencana alam
15. Koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan di segala bidang.

Bagian mana yang sudah pemerintah pusat kita lakukan?
Nampaknya pemerintah kita sedang sibuk ngurusin 'showroom' mobil toyota royal crown salonnya, pansus yang tempat anak TK berantem kayak GL dan RT, kasus century yg belum selesai, kematian gus dur, salah satu presiden yang gw rasa dulu di enggak begitu di anggap kayak sekarang, yaaa... entah sedang pembalikan isu, cari perhatian publik, atau memang niat yang tulus kan yang tahu hanya Tuhan, perjanjian perdagangan bebas antara negara China dan ASEAN yang gw rasa akan merugikan bangsa kita,
sibuk ngurusin wakil menteri yang enggak jadi di lantik karena alasan administrasi itu? atau lagi ngurusin tim Indonesia yang kalah 1-2 dari Oman dan enggak masuk piala Asia?
oh iya! ini salah masyarakat Indonesia yang kata bapak presiden kita,"Rakyat RI sulit berterimakasih dan cepat menghujat" (?)
Indonesia Tanah Air Beta
(Dari Lagu Indonesia Pusaka)


Indonesia tanah air siapa
Katanya tanah air beta
Indonesia sejak '65
Janjinya rakyat sejahtera

Nyatanya hatiku bertanya
Petani dirampas sawahnya
Buruh murah, miskin,dan sengsara
Sampai akhir menutup mata

SELAMAT TAHUN BARU 2010

SELAMAT TAHUN BARU 2010