Bagian Akhir Buku Putih ITB 1977/78

Setelah gw baca bukunya, yaa... gw senang banget sama bagian terakhir dari buku tersebut. Buku yang di terbitkan oleh mahasiswa ITB tahun 77/78 itu punya sastra yang sangat indah. Yaa inilah bagian terakhir dari buku itu yang sengaja gw posting di blog gw. Semoga bermanfaat! Salam,


AN APPEAL TO THE WIVES OF OFFICIALS


Dear Ibu.... we would like to express our innermost feelings,

and especially to Ibu Tien Suharto > because we know that you have great
influence on the wives of other officials .

Dear Ibu.... we are happy that in having an active role in development,
women are no longer bound to the smoke of the kitchen. You,
Ibu, have been active both in encouraging the diligence of your husbands
and in improving your own individual selves. We can observe
this from your activities. You are leaders or members of philanthropic
organizations, of sports associations such as golf, tennis, or badminton
clubs, of art societies, of orchid-growing societies, and of antique-
collecting societies. Most eye-catching of all are your activities
in mutual aid groups, where you can freely discuss everything,
especially matters that have to do with the family.

However, the movement of women out of the kitchen, and the opportunity
to do so, have created in women, including you, Ibu, new needs
that did not exist before. Dear Ibu....it is exactly in the increase of these needs that we see consequences very damaging to the public
interest.

We observe certain negative consequences, especially in connection
with the activities of your husbands, who by chance happen to occupy
key positions. While there are positive consequences, too, these relate
to the enjoyment of your own personal lives, while millions of
other women continue to live in want and apprehension.

Dear Ibu.... in talking about the role of women in development
we often also talk about women's emancipation. Emancipation, however,
does not mean that the wife must take part in her husband1's official
functions or that she must exploit her husband's position. It does
not mean that the wife must take part in determining her husband's
policy in matters concerning his office or that she should make use of
the facilities and perquisites to which her husband is entitled. We
feel, too, that there are many other matters related to character and
behavior that can have a negative effect on the activities of her husband.

We say this because in fact we have the impression and we observe
that there are many of you, Ibu, who have gone astray in playing your
roles3 many who have misunderstood the meaning of women's emancipation.

Dear Ibu..... the conditions prevailing in Indonesian society that
have become the target of criticism by us students and some honest
brothers51 consist of the misappropriation of funds, official corruption,
obtuse policy decisions, and the excessive life style of various
officials and their families, who show off their wealth in front of
millions of suffering people, etc., etc.

Forgive us for saying it....but to a large extent these negative
symptoms are caused by your own behavior 3 because you are the wives of
such officials.

Why....... ? Many of you interfere in your husbands1 functions.
Among you there are those who show off as the Governor's wife, the
Bupati's wife, the Director-General's wife, etc. Many of you are emotionally
involved in the office of your husband and even have a hand
in determining office policy. How would it be if the wife of a doctor
also took part in deciding whether a patient ought to be put in the
hospital or not? We get the same impression when we observe other
ladies whose husbands occupy important positions. Many officials misappropriate
state funds because their wives, due to emotional factors,
demand things that are in fact beyond their husbands' means.

The impulse to be conspicuous, the impulse to show off and to
live luxuriously, the impulse to be greedy, and other irrational
impulses are the reasons why your husbands have deviated from the
proper performance of their duties.

Ibu...... although not all wives act in the way we have outlined
above, nevertheless, observing the reality in society, we are convinced
that you, and especially the wives of officials, are to a large extent
responsible for the decay of our society. Forgive us if we sound too
accusing and if it seems as if we are too unsympathetic towards upper
class women. Nevertheless, it is reality that forces us to state what
we have above. To end our complaints: let us remind you how bad the
situation will be, how chaotic society will be if you do not change
your behavior for the betterment of yourselves as individuals and for
the good of your respective husbands as well.

We appeal to your sense of nationalism, [asking you] to consider
the future of Indonesian womanhood and to raise the status of Indonesian
women. We would be much happier if your support were not limited
to the donation of money or materials but represented a personal commitment
that could inspire Indonesian women to attain a high degree of
integrity.

Rangkuman buku Islam & Sosialisme


Presentasi buku :
ISLAM & SOSIALISME
Karangan : HOS. TJOKROAMINOTO
Oleh : ADHAMASKI PANGERAN (15408025)
Tahun 1905, H.Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI), karena adanya diskrimisi dari Belanda terhadap umat islam di Nusantara, maka SDI mulai tanggap terhadap perubahan politik disekitarnya. Tujuh tahun kemudian, tepatnya tahun 1912, SDI berubah menjadi Sareka Islam (SI) agar tidak terpatok pada pedagang saja. Ketua SI pertama adalah HOS. Tjokroaminoto. Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah guru dari Soekarno, Karto suwiryo dan Tan malaka. Diduga, kelahiran NASAKOM sebenarnya berasal dari ajaran HOS.Tjokroaminoto kepada Ir.Soekarno. HOS. Tjokroaminoto bergerak dalam tiga dimensi, yaitu melihat kondisi masyarakat, aktivitas-aktivitas pergerakan sebagai jawaban dari setiap tantangan di masyarakat, kemudian menuliskan gagasan-gagasannya tersebut dalam media massa. Buku ‘islam dan sosialisme’ adalah salah satu buku hasil tulisan beliau yang terkenal.
Sosialisme, dalam bahasa latin berarti socius , dalam bahasa belanda berarti maker ; bahasa sunda, teman ; bahasa jawa kita, dan dalam bahasa arab berarti sahabat. Sosialisme mengkhendaki cara hidup satu untuk semua dan semua untuk satu. Teori sosialisme ada untuk memperbaiki nasib golongan manusia yan miskin dan banyak untuk mendapatkan nasib yang sesuai dengan derajat manusia. Sebelum beranjak lebih jauh, berarti kita harus paham terlebih dahulu tentang perbedaan sosialisme dan komunisme. Komunisme adalah segala peraturan yang menyerang sifatnya kepunyaan seseorang dan buat mengganti dia hendaknya dilakukan semacam aturan cummuo bonirum, yaitu barang-barang itu hendaknya dimiliki bersama. Dari situ dapat kita lihat bahwa, sosialisme adalah bagian terpenting dalam komunisme. Sosialisema menurut pengertian ini ialah tiap-tiap peraturan tentang urusan harta benda, yang dalam programnya menetapkan dua peraturan seperti kepunyaa atas alat-alat produksi itu hendaknya diserahkan ke dalam tangan perikatan orang hidup bersama dan lebih jauh segenap ketertiban tentang harta benda itu hendaknya diatur oleh perikatan orang hidup bersama.
Lebih jauh lagi dalam buku ini, HOS.Tjokroaminoto menjelaskan tentang surat-surat dalam al-qur’an dan hadist-hadist nabi tentang sosialisme islam. Tentang dasar-dasar sosialisme dalam islam keperti ‘kaana nasu ummatan wahidatan’ (sesungguhnya seluruh umat manusia itu bersaudara), firman ALLAH SWT untuk menciptakan perdamaian di antara kita, perintah-perintah islam yang bersifat sosialistik seperti di wajibkannya untuk para lelaki islam untuk berkumpul satu kali dalam satu minggu (shalat jum’at), bersalam-salam dua kali dalam setahun (idul fitri dan idul adha), juga berkumpul di mekkah satu kali seumur hidup. Juga kedermawanan yang di ajarkan oleh agama islam untuk membuat masyarakat mendapatkan kehidupan yang wajar, seperti sedekah dan zakat.
Menurut HOS.Tjokroaminoto, terdapat tiga anasir dalam paham sosialisme islam, yaitu :
1. Kemerdekaan
Kemerdekaan disini berarti bahwa umat islam tidak diperbolehkan untuk takut melawan penjajah, karena tidak ada yang menakutkan didunia ini selain ALLAH SWT. Hal ini beliau jelaskan dalam “Iyaka na’budu wa iyaka nasta’in” (Hanyalah Tuhan saja yang kita sembah dan hanyalah Tuhan sendiri yang kita mintai pertolongan).
2. Persamaan
Dalam buku ini, HOS.Tjokroaminoto menjelaskan tentang cerita bagaimana islam tidak mengenal ras,suku, kasta, dan mungkin kalau beliau ada pada jaman sekarang ia juga tidak mengenal IP,hehe. Lebih lanjut lagi, beliau menulis bagaimana cerita Rasulullah dalam melepaskan para budak yang beragama islam.
3. Persaudaraan
Rasa cinta dalam islam berarti untuk menciptakan rasa cinta terhadap umat islam lainnya di antara sesama umat muslim. Lebih lanjut ia menjelaskan tentang sabda nabi ‘Orang-orang islam adalah saudara di dalam agama dan tidak boleh tindas menindas satu sama lain, juga tidak boleh melalaikan tolong menolong satu sama lain, juga tidak boleh menghina satu sama lain”
HOS.Tjokroaminoto juga menyebutkan bahwa tidak mungkin ada sosialime sesungguhnya dalam dunia masa depan setelah jaman Sayyidina Umar. Hal itu hanya mungkin terwujud apabila rakyat pada negerinya itu memeluk dan melakukan islam dengan sebenar-benarnya.

Worthless Activty

Worthless Activty! Worthless Activty! Worthless Activty! Worthless Activty! Worthless Activty! Worthless Activty! Worthless Activty! Worthless Activty!
WE JUST DO WORTHLESS ACTIVYT!
BUT, I CAN'T DO SOMETHING!
UWAAAAAAAAAAHHHH!

Pesta Rimba PSIK-ITB (2) Episode 2

Oke, nampaknya udah ada yaa sedikit penjelasan dari postingan gw sebelumnya, yaaa kalo buat yg enggak sabar baca (pede bener gw, hahahaha), langsung aja yee gw ceritain kronologisnya, kumaha? siap kasep lah yau!

Jum'at, 12 February 2010

Hari ini persiapan gw agak kurang, karena gw ada kuliah dari jam 9 sampe jam 11, dan lanjut lagi dari jam 1 sampe jam 3. Yaa gw ke PSIK dengan cuaca yg sedang hujan. Hari sebelumnya gw dengan baik hati menawarkan kepada teman2 PSIK 2009 kalau ada yg mau nitip barang bareng gw aja, anyeng! gw baik pisan, wuahahahha, yaa tapi setelah itu gw ketahuan putri kalo 'mereka' harus cari barang sendiri! Tapi terlanjur gw pesen, yaaa akhirnya gw minta tolong johan sama jek yg ambil barangnya di Almen (Toko penyewaan barang2 naik gunung di jalan gagak, Bandung). Maaf yaa jo, jek, sebenernya niat gw baik kok -soalnya jek sama johan ngk tau dimana almen, aduh jadi sedih gw -melankolis gini.

Yaa setelah bersantai-santai di kost an ampas dan ambil kamera di kost an yoyo, gw sampe kampus sekitar pukul 22.00, dengan sedikit ngaret kita baru jalan pukul 23.00-an. Hemm, pertama kita bareng2 naik angkot ke pasar caheum dulu buat makan, setelah itu pergi ke terminal garut dengan carter angkot tukang ngebut lagi (cuman bayar 10rb mamen). Yaa sampai disana, kita kembali carter angkot ke kaki gunung papandayan. yaa ada sekitar pukul 2 pagi kita memulai perjalanan kita ke puncak gunung.

Sabtu, 13 Februari 2010
(Cerita lanjutan karena perjalanannya malam hari)

Awal2 ma orang2 masih pada bercandaan, masih kuat yee, apalagi si yuri 'the lost boy', beuh! ngecengin orang2 mulu dah, hahahahha, nyatanya di perjalanan setelah beberapa kali istirahat, aye mulai tumbang (digendong sama aldi), nah! yang paling kocak ma si yuri, tiba2 jalannya sempoyongan (ngakunya sih ngejar kupu2 padahal ma mukanya terlihat cape, hahahahhaha). Beruntung ada bapak-bapak baik naik motor ke atas yg gw doain doi masuk surga (AMIN) yg mau ngangkut aye sama yuri ke atas. Yaa, lanjutlah perjalanan dengan 9 orang lainnya. Si ampas udah jalan sambil tidur dan nahan boker, si ranti masih sok2 kuat padahal ma udah kelihatan capek, anak2 juga mulai terkuras energinya (kebanyakan duduk yaa jadi semakin cape)
Pukul 7 pagi kita udah sampai di tempat yg kita namakan INDOMIE, hahahahha, hemm disini gw bakar rokok, makan mie beneran, abis itu gelar matras dan tidur dulu buat istirahat. Jam 9 dibangunin buat jalan lagi ke tempat campingnya. Adalah 2 jam kita lewatkan dengan berjalan di rocky mountain dan nanjak gunung. Hemmm... jam 11an kita sampai di tempat penginapan, setelah bangun tenda, gw langsung tidur lagi, dan diikuti sama yg lain (karena emang cuacanya lagi hujan, jadi enak banget kan buat tidur). Nah, ternyata tendanya bocor, grrrrr! basah dah sleeping bag gw!
Skip yaa ceritanya sampe jam 6an, kabut mulai naik, kita bakar kayu yg basah! -untung banget ada aldi yg jago bakar kayu basah, hahahahaha, yaa sambil ngobrol2 dan menghangatkan badan, gw berdiriin tenda lagi biar ngk bocor! Yaa ada juga peristiwa menghangatkan diri ketika gw,putu,aye,dan yuri berpelukan (sumpeh anget!), hahahahaha, ngaco emang kita yes, haahahahaha :))

Minggu, Valentine!

Jam 2 pagi gw dan ampas dibangunin sama ranti,kun,dan aldi buat pindah ke tenda sebelah karena gw dan ampas tidur dipojok dan kebasahan. Yaa wajar sih, pada takut kena hipotermia di kutub utara, hahahaha, soalnya emang selain kabutnya parah banget, hujannya juga lumanyun! Jam 4 pagi gw bangun, mulailah ranti 'si bibi' masak berbagai makanan, gw tidur,bangun,makan,tidur,bangun,makan lagi! begitu terus dah, hahahaha, ada berapa macem makanan gtu buat angetin badan. Jam 7 gw terbangun lagi, beberapa saat setelah itu gw langsung makan berat lagi pake nasi,sarden,mie,dan kornet, ajieb lah! Kenyangan makan di gunung gw daripada di Bandung, hahahahha, yaa akhirnya, sekitar pukul 11an kita turun kebawah. Disana, di jemputlah sama karin,teja dan candra buat pulang ke Bandung.

Akhir kata gw mau mengucapkan terima kasih buat teman2 PSIK yg udah ikut pesta rimba, thx kawan! thx! Btw, apa kabar ya ta* gw yg gw tinggal di tempat terbuka, hahahahahhaha :))

Sajak Sebatang Lisong

Karya :
RENDRA
( itb bandung – 19 Agustus 1978 )

Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka

matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak – kanak
tanpa pendidikan

aku bertanya
tetapi pertanyaan – pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis – papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan

delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..
menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana – sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan

dan di langit
para teknokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

gunung – gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes – protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam

aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair – penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan
termangu – mangu di kaki dewi kesenian

bunga – bunga bangsa tahun depan
berkunang – kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta – juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
……………………………

kita mesti berhenti membeli rumus – rumus asing
diktat – diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa – desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata

inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan

***Entah kenapa tetapi gw memang sangat senang membaca puisi (alm) Rendra ini, makanya gw posting di blog gw, wuehehe

Pesta Rimba PSIK-ITB (2) Episode 1

Pesta Rimba PSIK pada tahun ke 2 gw berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Februari 2010. Kali ini, tempatnya berada di Gunung Papandayan, Garut. Perjalanan kali ini kita hanya 11 orang tanpa angkatan tua yg lagi pada sakit. 11 orang itu ada gw,ampas,jak,aye,putu,johan,ranti,putri,kun,yuri, dan aldi 'domba'.
Yaa buat kali ini gw hanya taro foto-foto, besok gw akan tulis krononologi perjalanan gw, sabar yaa para pembaca blog gw, wuehehe :))

Kumpul di PSIK sebelum jalan (Mukanya masih seger2)
Naik-naik ke puncak gunung

Foto alay jak sama aye, wuahahahahha, kocak banget gw ngeliat foto ini!
Istirahat sejenak di perjalanan

Foto dulu gan

Menghangatkan diri dengan Putu dan Yuri 'the lost boy'

Pemandangan tempat tidur kite, foto dulu gan!
Foto sebelum pulang, mukanya dekil2 belum ada yg mandi
Rocky Mountain

Lewat kawah dulu sebelum pulang

Katak Dalam Tempurung

Hari ini, seperti hari kemarin. Masih dalam jeruji, dengan borgol dan beban yg melekat di kedua kaki ku. Huh, juluran lidah ku juga tidak bisa untuk mencapai kunci di belahan bumi sana. Gerrrr... geram aku melihatnya, membayangkan dunia luar yang penuh dengan warna-warni, warna-warna kehidupan yg saat ini AKU ENGGAK BISA NGELIATNYA. Warna-warna yang berubah dari dua menjadi empat, dan empat menjadi enam. Aaaaaaaaaaaaaaaa..... itu teriakanku tanda penasaranku akan dunia sana. Dunia yang aku impikan untuk canda tawa dengan teman2ku lainnya. Dunia yang aku pikir sekarang pasti sudah berubah!

Leuuurrr......! Ingin rasanya aku dobrak jeruji-jeruji besi ini. Tapi apalah daya, si tuan memang menjanjikanku akan dilepas beberapa saat lagi. Tapi seperti janji para politikus disana, aku sudah lama mendekam disini, tapi tak kunjung waktuku untuk dilepasnya. Kulitnya sudah mengelopak hari perharinya. Hijauku pun terasa semakin memutih. Leuurrrrrrr.... aaaaaaaaaaaaaaa...! Gila rasanya, gila! ini gila! Ah! Aku terus membayangkan dunia yg aku impikan itu. Bukan dunia yg seperti ini! Dunia yg sempit dan penuh kesendirian! Dunia yg membuat aku terpegap hingga tak kuat aku untuk bernafas panjang.

Huaaaaaaaaaaaa! Hei, kau yg diluar! Kau yg mengikat ku saat ini, APA INI? Jangan menghalangi kebebasanku untuk duniaku. AAAARRRRRRRRRRR!!! Aku bersumpah! Aku bersumpah demi tuhan yang menciptakan kaki ku untuk kebebasan, dan bersumpah untuk darah yang mengalir sekujur tubuhku, kalau saat nanti aku keluar, KALAU SAAT NANTI AKU KELUAR, akan ku ikat sekujur tubuhmu dengan lidah ku, dan akan ku tumpahkan seluruh darah mu untuk kujadikan pemanis mandiku, rasakan itu! Bersiaplah akan pembalasanku, yang akan menjadi hal terkejam dari kelahiran mu di dunia!

Maju Tak Gentar

Maju Tak Gentar

Karangan / Ciptaan : C. Simanjuntak


Maju tak gentar
Membela yang benar
Maju tak gentar
Hak kita diserang

Maju serentak
Mengusir penyerang
Maju serentak
Tentu kita kita menang

Reff :
Bergerak bergerak
Serentak menerkam
Menerjang terjang tak gentar

Tak gentar tak gentar
Menyerang menyerang
Majulah majulah menang


Gw posting ini karena gw lupa sama liriknya, dan lagu instrumennya ada di laptop gw, wuahahahha, ampun pak Simanjuntak, saya enggak di ajarin pas bocah lagu ini, lebih sering dengerin lagunya Sherina dulu, hahahahahhha:))

[COPAS] Apa itu Indonesia?

Tulisan ini gw copy-paste dari tulisan si hanip tua, hahahahha, doi nulis ini pagi hari setelah sebelumnya gw makan bareng di cabe rawit bareng teman2 PSIK yang lain saat di traktir sama echi. Setelah itu, gw sama haniep ngobrol di YM, dan ngasih gw soft copy dari 'buku putih perjuangan mahasiswa ITB 77/78'. Thx banget nip! Walau gw suka ngecengin lo, tapi gw menyimpan rasa kagum terhadap lo. Terima kasih atas dorongannya, dan menjebak gw terhadap takdir, hahahahahhahaha :))

Apa Itu Indonesia?

Ketika Kertanegara mengirim pasukan ribuan orang dalam sebuah ekspedisi 'Pamalayu', seketika itu juga Kubilai Khan dan para jenderalnya ketar-ketir, ada apakah gerangan Kertanegara mengirim pasukan sebesar itu ke Kerajaan Melayu (terletak di Jambi pada masa kini). Apakah sebuah penaklukan?

Ternyata ekspedisi ini bukanlah sebuah penaklukan, Pasukan Kertanegara yang dikirim dari pelabuhan Hujunggaluh (sekarang Surabaya, makanya sampai sekarang Surabaya selalu menjadi pangkalan angkatan laut) itu bertujuan membangun pos pertahanan di Sumatera, sebagaimana dulu Sriwijaya membangun pos pertahanan di Ligor (sekarang Nakhon Sri Thammarat), dan Majapahit sang suksesor Singosari membangun pos pertahanan di Malaka. Tujuan pembangunan pos pertahanan itu tidak lain dan tidak bukan adalah, membendung ancaman dari Kekaisaran Yuan yang dipimpin Kubilai Khan dari Mongol.

Tapi apakah yang membuat Kubilai Khan lebih takut lagi? Apakah jumlah pasukannya? Apakah armada Kertanegara ini memiliki ribuan kapal? Apakah Angkatan Perang ini memiliki ballista, ribuan kavaleri, senapan, meriam, tank, kapal induk? Ternyata tidak...yang ditakutkan oleh Kubilai Khan adalah, ternyata ekspedisi ini bertujuan membangun persekutuan militer antara Kerajaan Singosari di Timur, dengan Kerajaan Melayu di Barat, untuk kemudian mengajak kerajaan lainnya di seluruh wilayah yang sekarang dikenal dengan Indonesia, dan lebih luas lagi bernama Asia Tenggara, untuk membangun sebuah Commonwealth atau Persemakmuran bernama NUSANTARA.

Apa yang lebih menakutkan lagi dari persemakmuran tersebut? Ternyata nilai-lah yang menjadi kekuatan persemakmuran ini. Di mana setiap kerajaan yang bergabung dalam Nusantara, akan saling memperkuat (Silih Asah), saling mengasihi (Silih Asih), saling melindungi (Silih Asuh), dan saling mengharumkan (Silih Wangi). Tidak ada yang lebih hebat, lebih kuat, semua bersinergi, untuk kemudian melindungi jalur dagang ke Barat (India, Persia, Mesopotamia, Arab, Mesir, Yunani, Romawi), ke Timur (Pasifik, Maya, Inca) dan ke Utara (Cina, Jepang), sambil menyebarkan nilai-nilai yang luhur ini.

Setelah Kertanegara terbunuh dalam serangan Kediri, Singosari digantikan oleh Majapahit (Maharaja Purahita, bukan berasal dari buah Maja yang Pahit, catet tuh!!!) yang bersama Hayam Wuruk dan Gajah Mada, kembali menyatukan persemakmuran ini. Namun kejayaan persemakmuran ini runtuh karena peristiwa kecil. Kerajaan Pajajaran di Barat yang merupakan kekuatan militer, diajak bersekutu oleh Hayam Wuruk, melalui perkawinan antara Hayam Wuruk dan Dyah Citra Resmi Pitaloka, putri Maharaja Sri Baduga, sang raja Pajajaran. Namun pernikahan ini diterjemahkan Gajah Mada sebagai tanda takluk Pajajaran. Sri Baduga tidak terima penghinaan ini, karena bagaimana pun Raden Wijaya pendiri Majapahit adalah putra Pangeran Pajajaran, Rajadarma, yang menikah dengan Putri Singosari, Dyah Lembu Tal. Kok hubungan sedarah ini malah dilupakan oleh Gajah Mada? Inilah yang dianggap oleh Sri Baduga sebagai penghinaan.

Ya memang Gajah Mada sudah lupa kalau Maharaja Purahita hanyalah persemakmuran, bukan imperium, berani-beraninya dia mengklaim ini adalah imperium. Dia sudah melupakan sumpahnya sendiri, untuk menyatukan, bukan menaklukkan, catet tuh....Dan seperti salah satu novel favorit saya, Negara Kelima, Nusantara bukanlah hanya sekedar integrasi wilayah, tetapi juga integrasi ide dan gagasan, dari ribuan ide, gagasan, dan nilai-nilai lokal yang ada di Nusantara.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sejarah yang baru saja saya dongengkan ini?

Ternyata, wilayah yang bernama Indonesia ini, yang dulunya bernama Nusantara ini, adalah persekutuan militer untuk saling melindungi dari serangan bangsa lain, tetapi tetap tidak ada yang lebih berkuasa daripada yang lain, tidak ada hegemoni, semua dilandaskan pada musyawarah mufakat, semua memiliki hak untuk sejahtera, semua memiliki hak yang sama di depan hukum, dan hukum lokal dilindungi.

Berbeda ketika Rezim Orde Lama Soekarno berusaha mengindonesianisasi Jawa dan kemudian malah berakibat pembangunan hanya berpusat di Jawa, dia hapus segala kerajaan yang dulu menyatakan diri berada di belakang Republik Indonesia, salah satunya adalah pembakaran Keraton Kesultanan Bulungan yang dianggap menghambat jalannya revolusi. FYI, kalau masih ada kesultanan ini, mungkin pulau Sipadan dan Ligitan masih ada di tangan kita, soalnya keturunan kesultanan ini punya surat tanah bukti kedua pulau itu milik Kesultanan Bulungan.

Berbeda ketika Rezim Orde Lama Soeharto berusaha melakukan Jawanisasi Indonesia. Diangkatnya puluhan Jenderal menjadi Menteri, Anggota DPR, Gubernur, Bupati, Walikota, Dirjen, Komisaris BUMN, dan lain-lain. Belum lagi kerakusan istri, anak, ponakan, ipar, adik-adiknya, adik-adik istrinya, untuk menguasai dunia bisnis di Indonesia. Belum lagi pemberangusan gerakan mahasiswa, buruh, petani, atas nama stabilitas nasional yang sehat dan dinamis (stabil tapi dinamis, what the f***?!!)

Berbeda ketika Rezim Reformasi di bawah Habibie, Gus Dur, Mega, SBY berusaha melakukan hegemoni budaya melalui Westernisasi Politik Indonesia, diubahlah negara kita mengikuti sistem politik ala Amerika-Inggris, masuklah modal asing lebih tidak terkendali, masuklah barang impor tidak terkendali sama sekali, keluarlah barang ekspor dalam bentuk mentah untuk kemudian keuntungannya masuk ke kantong mafia-mafia yang berlindung di Bupati, Walikota, Gubernur, Dirjen, Menteri, Anggota DPR, dan keluarga Presiden.

Jadi, berbicara tentang Indonesia bukan bagaimana berkuasa, tetapi pada bagaimana tiap potensi dan sumber daya yang ada bisa saling memperkuat, saling memberi, saling melindungi, dan saling mengharumkan...

Tapi tentu saja untuk memimpin negara dengan nilai yang luhur seperti itu, tentu saja bukan dengan cara memanipulasi krisis keuangan, untuk kemudian memanfaatkan dana talangan bank itu untuk memenangkan kampanye, memanipulasi hak pilih, menyogok panitia pemilu, dll. Percuma sajalah membangun negara ini dengan pencitraan bahwa kekuasaan didukung oleh 60% rakyat yang merupakan hasil penipuan.

Kepemimpinan macam itu adalah kepemimpinan yang rapuh...bukan hanya karena sebenarnya kepemimpinan itu hanya didukung paling tidak 1/6 sampai 1/4 rakyat Indonesia, tetapi kepemimpinan macam ini hanya melahirkan hegemoni baru, sebuah hegemoni politik, ekonomi, ideologi, walaupun katanya sih rezim ini didukung intelektual pendukung pluralisme dan demokrasi modern.

Tapi tahukah anda, bahwa Hayam Wuruk berkuasa, umurnya masih sangat muda, masih 16 tahun. Saat itu, pemuda usia 16 tahun tidaklah berkelakuan seperti layaknya remaja sekarang yang sibuk cari pacar, belajar memimpin di OSIS, atau hura-hura lainnya. Mereka sudah memegang jabatan Patih, atau menjadi prajurit.

Artinya kemakmuran yang diinginkan oleh persemakmuran ini, selalu diinisiasi oleh anak muda. Karena mereka berani, punya pemikiran segar, jangka panjang, dan selalu bersemangat mencoba hal-hal baru. Berbicara tentang Indonesia, adalah berbicara soal pemikiran anak muda, sepakat?

Dan di saat negara sedang genting seperti ini, anak muda akan selalu menjadi tumpuan, selalu diharapkan maju paling depan, untuk menegaskan kembali, bahwa Indonesia adalah persatuan suku-suku yang mendambakan tegaknya nilai-nilai keadilan, kebenaran, kesetaraan, kemanusiaan, tanpa hegemoni dalam bentuk apapun.

Anak muda hari ini punya kesempatan mengulang lagi sejarah di masa lalu, so tinggal pilih, mau jadi pelaku sejarah, penonton sejarah, atau pecundang sejarah. Kalau anak muda hari ini bisa menjadi pelaku sejarah, tentu pertanyaan apa itu Indonesia di zaman sekarang, bisa terjawab. Bangsa ini tidak lagi gagap, mampu menjawab dengan tegak, bahwa Indonesia itu saya, kamu, dan kita!

Bukan Bapak itu, atau kelompok itu, atau partai itu...

NB:
- selamat berdebat
- makasih buat Om Vence, Kang Uci, Aul, Haru, dan Atep yang udah ngasih inspirasi tulisan ini
"Hidup cuman punya 2 (dua) pilihan, COBA atau jadi pecundang"
-Adhamaski Pangeran

Anggur Tua

Anggur Tua

Karya : Kahlil Gibran

Sekali waktu hiduplah seorang kaya yang begitu bangganya dengan gudang dan minuman anggur yang disimpan di dalamnya. Dan ada satu buah botol dari musim panen anggur bertahun-tahun lampau yang telah disimpan sekian lama untuk sebuah kesempatan yang hanya dia sorang yang mengetahuinya.

Ketika sang gubernur mengunjunginya, dia berkata pada dirinya sendiri,”Botol itu belum waktunya dibuka hana untuk menyambut seorang gubernur”

Dan seorang uskup dari keuskupan setempat mengunjunginya, namun dia berkata pada dirinya sendiri,”Tidak, aku tidak akan membuka botol itu. Dia tidak akan tahu besarnya nilai anggur ini, juga tidak mengenali aroma yang menyentuk cuping hidupnya”

Sang pangeran dari kerajaan datang dan minum dengannya. Namun dia berkata,”Anggur yang terlalu mewah untuk semata-mata seorang pangeran muda”

Dan bahkan pada hari ketika keponakannya laki-lakinya menikah, dia berkata pada dirinya sendiri,”Tidakm bukan untuk para tamu anggur ini dikeluarkan”

Tahun demi tahun berlalu, dan akhirnya dia meninggal sebagai lelaki tua dan dikuburkan bagaikan benih dan biji ek ditanam.

Dan pada hari dia dikuburkan maka botol anggur tua itu dikeluarkan bersama dengan botol-botolanggur lainnya, dan dibagikan oleh petani dari lingkungan sekitarnya. Dan tak ada seorangpun yang tahu betapa tua umur anggur itu.

Bagi mereka, semua yang dituangkan ke dalam mangkuk hanyalah sekedar anggur.

Yaa, kawan2 pembaca blog gw, itulah akhir dari seseorang yang tamak. Ingat kalau bukan uang,bukan harta, dan bahkan bukan pula sebotol anggur tua yang akan kita bawa nanti saat mencapai hari akhir. Tapi perbuatan2 yang telah kita lakukan didunia ini. Bukan uang, bukan harta, dan bahkan bukan pula sebotol anggur tua, BUKAN!