Liburan Yaa Tuhan

Nampaknya seru yaa jalan-jalan pake motor ke daerah-daerah di Pulau Jawa, bawa pakaian yang banyak, uang seadanya, motor yang udah di service, modal peta dan nekad, hah! liburan, petualangan!!

[COPAS] Perokok aktif menguntungkan orang lain

ni di copy dari tulisan seorang sahabat Tantono Subagyo di millist
IPB-Linkers. sbb :

Dari Indiatmo Atmo milis GKO:

PEROKOK AKTIF MENGUNTUNGKAN ORANG LAIN

Walaupun dikecam di sana-sini, sebetulnya perokok aktif itu setidaknya tetap
memberi banyak keuntungan bagi orang lain. Coba kita urutkan ...

Sebelum rokok ada terselip di antara jari tangan, ada orang-orang dalam
daftar ini yang menikmati keuntungan
1. Petani tembakau
2. Tengkulak tembakau
3. Pemilik pabrik rokok
4. Para buruh pabrik rokok
5. Para supplier pabrik rokok
6. Pemilik distributor rokok
7. Para karyawan distributor rokok
8. Para pemilik toko penjual rokok
9. Para karyawan toko penjual rokok
10. Para pemilik warung rokok
11. Para pengasong rokok

Setelah rokok dinyalakan, dan rokok dihisap bertahun-tahun, maka perokok
aktif mulai memberi keuntungan pada orang yang lain lain lagi.
1. Produsen obat penyakit paru-paru
2. Karyawan produsen obat
3. Distributor obat
4. Pemilik warung obat
5. Pemilik apotek
6. Karyawan apotek
7. Pemilik klinik
8. Pemilik Rumah Sakit
9. Para dokter
10. Para perawat
11. Semua karyawan RS, klinik

Kalau pun penyakit akibat nikotin merenggut nyawa, tetap saja perokok ini
memberi keuntungan bagi orang lain.
1. Penggali kubur
2. Pengurus jasa pemakaman
3. Penjual bunga tabur
4. Mengurangi beban sosial masyarakat, karena perokok aktif itu umumnya awet
muda (tidak sampai tua ...)

Jumlah penerima keuntungan itu bisa berlipat ganda karena termasuk anggota
keluarga, sanak saudara dan para handai tolan yang lainnya. Dan masih banyak
pihak yang menikmati keuntungan yang luar biasa dari para perokok ini,
sekalipun mereka tidak pernah menyentuh barang berasap ini dan menjalankan
pola hidup sehat. Di tahun 2009, dari daftar lima orang terkaya di Indonesia
- tiga orang adalah para taipan rokok, dengan kekayaan antara empat belas
triliun rupiah sampai dua puluh satu triliun rupiah. Pedagang asongan rokok
yang menjadi ujung tombak pemasarannya jika mengetahui hal ini niscaya akan
ikut bangga dan berkata, "Bujubuneng ..."

Karena memberikan keuntungan kepada lebih banyak orang dibandingkan dengan
satu orang yang menderita berbagai penyakit karena paru-parunya di-asap-i
setiap waktu; maka bisa dipahami kalau di negara kita ini mudah dijumpai
berbagai iklan rokok dan penjual rokok yang dengan senang hati melayani
semua pembelinya, mulai dari opa-oma, orang tua, anak muda, bahkan untuk
anak di bawah umur sekalipun. Semuanya bebas beli rokok, merokok sepuasnya,
di mana saja dan kapan saja ... Ada uang ada asap ...
Tapi dengan adanya kasus rokok meledak ini, mungkin peringatan yang
tercantum di bungkus rokok sebaiknya diganti menjadi :

Kelihatannya itu lebih "to the point" dan "cespleng" ...

--
Salam, Tantono Subagyo

Negeriku Negeri Rujak


Hampir 64 tahun yang lalu, sebuah kumpulan kepulauan yang diampit oleh samudra-samudra besar dunia ditengah khatulistiwa dunia telah menunjukkan sebuah taji, taji dari semua penderitaan berabad-abad lamanya dijajah oleh koloni. Yang dijajah oleh pendatang dari negeri luar, yang datang dengan dahaga kerakusan. Kerakusan dan sifat tamak akan rempah-rempah dan kekayaan alam indonesia lainnya yang membentang dari sabang sampai marauke yang membuat tak habis-habisnya derita rakyat nusantara. Sampai akhirnya munculah pemuda-pemudi nusantara yang dengan gagah berani meneliti literatur-literatur peradaban barat. Hingga sampailah pada hari kemenangan bangsa ini dan juga sebuah cita-cita luhur,dasar negara,ideologi,pandangan,sebuah peta dari perjalanan bangsa ini untuk maju kedepan, demokrasi pancasila!
Demokrasi berasal dari dua kata yunani, yaitu demos (rakyat) dan kratos (pemerintahan) atau lebih mudah kita bicara bahwa demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Sedangkan pancasila berasal dari dua kata sansekerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila (prinsip/asas). Pancasila berisi tentang ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia,kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dan demokrasi kita adalah demokrasi yang berdasarkan pada pancasila. Demokrasi pancasila.
Cukup sulit nampaknya melihat sebuah bangsa yang mencampurkan pemahaman barat dan realita kehidupan negeri ini. Sebuah pemahaman dan prinsip negara yang menggabungkan berbagai ideologi besar dunia, yaitu agamis yang terlihat dalam sila pertama, paham humanis yang tergambar dalam sila kedua, persatuan indonesia yang menunjukkan ideologi nasionalis bangsa, demokrasi yang berdasarkan pada musyawarah, dan sosialis pada sila terakhirnya.
Hah! Tak heran ketika kita melihat beragamnya warna partai-partai politik, tak heran ketika rakyat bingung ketika sedang melakukan pemilihan langsung petinggi-petinggi daerah dan negara sedangkan cita-cita pendiri ini melalui musyawarah, juga kita akan melihat betapa terpinggirkannya orang-orang yang tidak mempunyai agama di negeri ini, tak heran pula ketika ada bermacam aturan-aturan dari petinggi-petinggi agama di negeri ini, atau bermacamnya orang-orang yang mempunyai ideologi berbeda, mulai dari nasionalis hingga agamis dan ideologi-ideologi lain.
Pancasila yang dibuat sedemikian rupa untuk merangkul semua golongan dalam negeri Indonesia dengan memperhatikan realitas dari negeri ini yang tersebar dari ujung timur ke ujung barat, realita dari berbagai macam kebudayaan, suku, kesenian, warna kulit, dan bahasa. Keberagaman! Negara kaya akan alamnya. Mulai dari pasir disepanjang pantai, samudra di utara dan selatan, lautan yang menjaga, pegunungan yang menjadi lambang kesaktian, tanah sumber kemakmuran, salju di langit tertinggi papua, dan bermacam-macam kekayaan alam lainnya yang menjadi simbol keberagaman negeri ini. Itulah negeri ini, negara penuh warna-warni yang menciptakan kekayaan.
Kehidupan negara ini ibarat rujak. Sebuah makanan Indonesia yang berasal dari beragam buah-buahan segar tertentu yang tanpa diolah secara khusus dapat menjadi hidangan penutup yang lezat. Rujak tidak akan menjadi nikmat ketika ada salah satu buahnya yang basi. Rujak pun juga tidak akan menjadi enak ketika hanya ada satu buah yang mendominasi buah-buahan yang lain. Berbagai cita rasalah yang selalu mebuat rujak menjadi enak. Mulai dari rasanya yang manis,asam,dan pedaslah yang membuat rujak terus ada di pasar-pasar tradisional, sekolah, kampus, tempat kerja, dan sudut-sudut kota lainnya.
Kehidupan negeri yang penuh dengan keberagaman. Buah-buahan pada rujak yang terus menambah cita rasa makanan. Yaa itulah negeriku, bukan negeri dengan ideologi a,b,c, ataupun d! Inilah negeriku, bukan negeri ini atau negeri itu. Inilah negeriku, negeri rujak! Negeri yang penuh dengan keberagaman, negeri yang indah karena keberagamannya. Negeri yang merangkul semua golongan di negeri ini. Bukan hanya milik golongan elit atau kaum proletar. Bukan negeri agama barat ataupun timur. Inilah negeriku, negeri Indonesia, negeri dengan semboyan bhinneka tunggal ika yang dibuat oleh Mpu Tantular, berbeda-beda tapi satu! Ini negeriku! Negeri rujak!

apa bedanya

Apa bedanya yang baik?
yang benar?
yang indah?

Tahu ngk kalau BLT sekarang udah ngk ada?


2010 Program BLT Dihentikan

Jumat, 12 Maret 2010 20:56 WIB
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/03/129067/4/2/2010-Program-BLT-Dihentikan


BANDUNG--MI:
Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan bahwa program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2010 dihentikan sementara.

"Untuk sementara, pada tahun 2010 ini BLT tidak dianggarkan," kata Menko Kesra Agung Laksono usai berkunjung di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Jumat (12/3).

Menteri menjelaskan, alasan penghentian sementara program BLT sebesar Rp300 ribu/bulan mulai tahun 2010 ini adalah membaiknya kondisi perekonomian.

Agung menambahkan, konsep BLT diprogramkan oleh pemerintah tergantung situasi dan kondisi perekonomian di Indonesia.

"Jika tidak ada kondisi yang sangat buruk seperti kenaikan harga BBM, krisis keuangan, melonjaknya harga kebutuhan bahan dasar dan lain sebagainya, maka BLT tidak dianggarkan," katanya.

Namun demikian, Agung menegaskan jika program bantuan lain seperti bantuan lanjut usia, program keluarga harapan (PKH) dan bantuan operasional sekolah (BOS) tetap dilanjutkan.

"Program bantuan lain yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat tetap akan dilanjutkan," katanya.

Bahkan, ia juga mengatakan jika Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat juga mencanangkan berbagai program terobosan untuk masyarakat Indonesia.

Bantuan tersebut di antaranya Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), program penataan kali Ciliwung dan Citarum, penataan bantaran rel kereta api, percepatan penanggulangan bencana alam dan program bedah kampung di pedesaan.

Menteri juga menambahkan, pihaknya akan memprioritaskan program-program tersebut untuk wilayah Indonesia bagian timur yang dinilai masih sangat membutuhkan program peningkatan kesejahteraan rakyat. (Ant/OL-7)

Makin deh kelihatan bukti nyata, jaman mendekati pemilu 2009, BLT digonjar-ganjirkan, lah sekarang udah menang lupa tuh sama kata-kata lanjut gan (?), kalo kata lirik lagu WALI,"....emang dasar, emang dasar kamu BAJINGAN!.."

Tiga Tipe Manusia Jaman Orde Baru

Ada tiga ciri menonjol dari orang Indonesia di bawah Orde Baru, yaitu: jujur, pintar dan pro pemerintah. Tapi sayangnya manusia Indonesia hanya boleh memiliki dua ciri.


Artinya manusia Indonesia itu cuma ada tiga macam,yaitu:
a. kalau dia jujur dan pro pemerintah biasanya tidak pintar;
b. kalau dia pintar dan pro pemerintah biasanya tidak jujur;
c. kalau dia jujur dan pintar biasanya tidak pro pemerintah.

Komunikasi Socrates

Suatu hari,
Socrates bertemu dengan Meno, sahabat lamanya, di sebuah kios ikan pasar di kota Athena,Yunani. Begitu senangnya, sehingga mereka lama berpelukan. Sokrates kemudian mengajak Meno untuk beristirahat di sebuah rumah dekat pasar sambil sekaligus berteduh.

Socrates (S) : "Apa yang sedang kau lakukan saat ini, wahai Meno saudaraku?"
Meno (M) : "Aku sedang menjajagi untuk membuka kios usaha di Megara, Socrates. Makanya aku berkunjung ke Athena untuk melihat bagaimana mereka mengelola kiosnya dan barang-barang apa saja yang dapat ku ambil dari sini."

S: "Oh begitu. Bukankah engkau sudah punya ladang gandum yang begitu luas dari ayahmu? Apa itu tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhanmu?"
M: "Tidak Sokrates. Itu belum cukup bagiku. Aku ingin lebih dari ayahku. Ingin seperti Kranos, saudagar terkaya di Megara. Dia hidup sangat senang dengan semua kemewahan yang ia punya."

S :"Hidup sangat senang? Bisa kau berikan keterangan yang lebih jelas lagi wahai Meno?"
M :"Kau memang tidak tahu apa artinya hidup mewah Socrates. Kranos itu punya segala-galanya. Budak yang ia punya lebih dari 40 orang. Perempuan pun suka padanya. Tidak kurang dari belasan perempuan hilir mudik datang ke rumah Kranos tiap harinya. Merayu untuk menjadi istrinya. Rumah itu amat megah. Berdiri kokoh dengan tiang granit dan lantai batu pualam. Tidak cukup sampai di situ, ia, Kranos, juga memiliki 4 kereta dan 10 ekor kuda. Itu hebat Socrates. Itu baru namanya hidup."

S : "Terus, apa hubungannya antara hidup sangat senang dan hebat? Apakah kalau kita hidup dengan hebat maka akan hidup dengan sangat senang?"
M :"Itu betul Socrates. Kita akan hidup sangat senang kalau kita hidup dengan hebat. Makanya aku datang jauh-jauh ke Athena agar bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan yang lebih daripada Kranos. Aku akan menjadi lebih hebat dari Kranos tentunya."

Di tengah percakapan ini, seorang anak kecil bersama ibunya lewat di depan mereka. Anak itu sangat senang sekali karena ibunya membelikan ia permen gula. Ia jalan berjingkat-jingkat kecil dengan satu tangan menggenggam permen gula dan tangan lainnya memegang tangan si ibu.

S : "Kau lihat anak kecil itu wahai Meno?"
M : "Ya Socrates. Memangnya ada apa?"
S :"Tadi anak kecil itu begitu senangnya. Tidakkah itu juga hebat Meno?"
M : "Hebat apanya Socrates? Menurutku, itu wajar saja. Setiap anak yang diberi permen gula tentu akan merasa sangat senang."
S :"Jadi, kau menganggap kalau hebat itu tidak identik dengan rasa senang?"
M :"Maksudmu apa Socrates?"
S : "Tadi kau mengatakan kita akan hidup sangat senang kalau kita hidup dengan hebat. Bukankah itu sama dengan mengatakan bahwa rasa senang itu identik dengan hebat? Artinya, kalau kita hidup dengan hebat, itu akan membuat kita hidup senang. Bukankah begitu wahai Meno sahabatku?"

Meno bingung dengan pertanyaan dan kata-kata Sokrates. Ia mulai kehilangan kata-kata.

M : "Iya, mungkin, Sokrates."
S :"Kenapa mungkin? Kalau rasa senang itu identik dengan hebat, maka anak kecil yang tadi mendapat permen gula itu pun bisa kita bilang hebat Meno. Hanya dengan sebuah permen gula yang kecil, ia bisa merasa sangat senang."

Meno akhirnya tak mampu berkata-kata. Ia merasa terpojok dengan ucapan Socrates. Hanya dengan contoh kecil saja, Socrates telah membuat lamunannya yang ia bangun selama bertahun-tahun menjadi sia-sia.

S : "Aku tidak melarangmu menjadi hebat atau melebihi kehebatannya Kranos, wahai Meno. Aku ingin kamu menentukan tujuan hidupmu menjadi hebat bukan semata-mata karena melihat orang lain."

Setelah itu, Socrates menepuk pundak Meno, lalu mengajaknya pergi bertandang ke rumahnya untuk sekadar bersantap ala kadarnya. Meno mencari temannya terlebih dahulu
dan mereka bertiga menuju rumah Socrates.

Hal yang ingin gw sampaikan pada cerita diatas adalah tentang cara komunikasi Socrates, ketika beliau melontarkan pertanyaan-pertanyaan, hingga lawan bicaranya (dalam cerita ini adalah si Meno) tidak dapat berkutik dan menyadari jikalau ilmu pada diri manusia adalah sedikit. Memang dengan komunikasi yang seperti ini socrates banyak pula dibenci oleh lawan-lawannya, tapi itu adalah tanda, tanda bahwa socrates,sang pembicara ulung dan filsuf disegani oleh banyak orang. Selamat belajar dari socrates! sering-seringlah bertanya tentang dunia ini!)

Perbedaan Tujuan,Sasaran, Parameter,dan Indikator

Definisi dalam KBBI

tu·ju·an n 1 arah; haluan (jurusan); 2 yg dituju; maksud; tuntutan (yg dituntut);

sa·sar·an n 1 bulan-bulanan; yg disasarkan; hasil menyasar; 2 sesuatu yg menjadi tujuan (yg dikritik, dimarahi, dsb); 3 Olr bagian tubuh di atas garis khayal pd pusar sampai batas telinga, tidak termasuk lengan atau bahu;

pa·ra·me·ter /param├ęter/ n ukuran seluruh populasi dl penelitian yg harus diperkirakan dr yg terdapat di dl percontoh;

in·di·ka·tor n sesuatu yg dapat memberikan (menjadi) pe-tunjuk atau keterangan: seseorang yg akan melakukan suatu pekerjaan sebaiknya menggunakan -- yg sudah ada;

Tujuan VS Sasaran

Tujuan berarti hal yang ingin dituju. Tujuan dalam industri modern sekarang lebih sebagai kata sifat atau penyemangat. Hal ini dikarenakan tujuan lebih abstrak dibandingkan dengan sasaran. Pendefinisian pada tujuan juga bersifat normatif dan periode waktunya lebih umum. Sehingga tingkat keterukuran dari tujuan lebih tidak terukur. Dan kelompok targetnya pun menjadi tidak spesifik. Karena ke-abstrak-an dari tujuan, maka dibuatlah sasaran yang ingin dicapai. Sasaran adalah tingkat-tingat atau poin-poin untuk mencapai tujuan. Apabila pada tujuan tingkat keabstakannya lebih abstrak, maka pada sasaran tingkat keabstrakannya lebih konkret. Cara pendefinisian pada sasaran pun bersifat operasional dan periode waktunya lebih spesifik. Dan tingkat keterukuran juga kelompok targetnya lebih terukur dan spesifik.

Bingung ya bingung?? Hahahahha! Oke! Gw kasih contoh yg lebih mudah untuk mengerti hal tersebut!

Contoh :

Tujuan : Prajurit ‘Adhamaski’ memenangkan perang

Lihat contoh pada tujuan diatas! Lihat keabstrakannya! Lihatlah ke-ambigu-an dalam memenangkan perang! Tidak jelas bagaimana memenangkan perang, sehingga kata-kata tersebut menjadi lebih abstrak.

Sasaran :

1. Prajurit ‘Adhamaski’ berlatih menggunakan pedang

2. Prajurit ‘Adhamaski’ makan yang sehat setiap hari

3. Prajurit ‘Adhamaski’ membantai musuh-musuh pada bagian depan

4. Prajurit ‘Adhamaski’ membunuh komandan musuh

Oke! Lihat tahapan-tahapan pada sasaran! Sasaran yang ada adalah langkah-langkah untuk memenangkan perang. Mulai dengan latihan pedang, makan yang sehat (mungkin biar badannya gede-gede kali yaa, hahahahaha), lalu membantai musuh yang berada pada bagian depan, dan membunuh komandan musuh.

Hal yang ingin gw perlihatkan pada contoh tujuan dan sasaran diatas adalah keabstrakan dari tujuan dan definisi bahwa sasaran adalah cara-cara/langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan. Oh iya! Ada saat ketika tujuan lebih bersifat kata-kata simple, contohnya : tujuan yang ingin dicapai adalah PT. Adhamaski yang progresif dan inovatif. Sehingga sasarannya adalah penjabaran tentang progresif dan inovatif. Bagaimana mencapai progresif dan inovatif dalam pendetailan yang lebih detail.

Parameter VS Indikator

Parameter adalah sebuah alat ukur untuk melihat kesuksesan ataupun keberhasilan dari tujuan. Dan indikator adalah alat ukur dari parameter. Karena parameter adalah tingkat keberhasilan, maka terkadang parameter diambil dari sasaran. Dalam pembuatan parameter dan indikator pun harus dapat dilihat apakah data tersebut kualitatif (penjelasan singkat : dijelaskan dalam bentuk tulisan,bukan angka)dan kuantitatif (dijelaskan dalam angka).

Contohnya, sasaran yang ingin dicapai adalah mahasiswa perencanaan wilayah dan kota ITB yang dapat menggunakan software SPSS V.16. Maka, parameter yang dapat digunakan adalah 80% mahasiswa perencanaan wilayah dan kota ITB dapat menggunakan software SPSS v.16. Hemm.. ngerti enggak boy? Hahahaha, oke! Mungkin ada orang-orang yang bingung mengapa diukur dengan kuantitatif dan timbul angka 80% . Angka 80% dapat dicapai dengan penelitian sebelumnya melihat keadaan eksisting, misalnya karena dari total 100 mahasiswa PWK ITB, 20 orang mahasiswa diantaranya jarang masuk kuliah, sehingga tujuan dari kegiatan tersebut dapat dikatakan berhasil apabila semua mahasiswa yang dapat dikatakan rajin kuliah dapat menggunakan software SPSS. Memang harus ada argumen untuk menjelaskan kenapa timbul angka seperti itu pada saat menghitung parameter dengan menggunakan metode kuantitatif. Yaa kalau dalam hemat gw sih, sebenarnya asal ada argumen yg dapat diterima dan angka yg menjadi batas memang adalah angka yg wajar untuk dapat dibilang berhasil. Aneh kan kalo parameter keberhasilannya cuman tertera angka 30%, woi! Ngapain aja lo masa yg bisa kurang dari setengah orang?? Yah kan! Hahahahha

Oke! Gw langsung lanjut aja ke indikator. Hemm.. karena tadi udah pake metode kuantitatif, maka sekarang gw kasih contoh memakai metode kualitatif. Contoh : parameter dari keberhasilan sebuah kegiatan adalah peserta kegiatan tersebut saling mengenal. Nah! Bingung kan? Berapa banyak yang harus saling kenal? Hahahaha, pada saat ini berarti dipakailah indikator. Indikator adalah alat ukur dari parameter. Indikator yang dapat digunakan dalam hal ini adalah, 80% peserta selalu ikut dalam kegiatan tersebut. Argumen dari indikator ini adalah, diasumsikan ketika peserta ikut dalam kegiatan tersebut maka terdapat interaksi, sehingga dapat dikatakan bahwa mereka saling mengenal.

Yaa inilah perbedaan tujuan,sasaran,parameter, dan indikator. Semoga dapat bermanfaat, dan apabila terjadi kesalahan, mohon untuk dikoreksi.

Analisis Kondisi Indonesia Terkini

Analisis Kondisi Indonesia Terkini

Salam Ganesha!

Merdeka!!!

Sebagai generasi muda yang akan memimpin Indonesia di masa depan, sudah jelas bagi kita untuk memahami kondisi negara kita di hari ini. Sebelum jauh kita berpikir mengenai apa yang akan kita lakukan sebagai solusi atas persoalan bangsa, tentu kita harus mengerti dulu apa persoalan yang bertubi-tubi diderita oleh negara kita.

Indonesia yang diproklamasikan berdiri menjadi negara dengan konstitusi dan hukum modern di tahun 1945, sebenarnya sudah memiliki peradaban berusia ribuan tahun lamanya. Berbagai kerajaan, dinasti, suku bangsa sudah berulang kali mencoba mengintegrasikan wilayah Nusantara ini dengan semangat persatuan di atas perbedaan, Bhinneka Tunggal Ika, Silih Asah-Asih-Asuh, dan kemudian istilah peradaban Barat yaitu demokrasi kita adopsi untuk kemudian disatukan dengan dasar negara kita yaitu Pancasila, menjadi Demokrasi Pancasila. Dengan usia peradaban berbilang ribuan tahun, sudah barang tentu bangsa kita berhak berdiri sejajar dengan bangsa lainnya sebagai bangsa yang bermartabat dan memiliki hak untuk menentukan arah sejarah manusia.

Dan generasi muda sebagai pemegang estafet kepemimpinan selalu menjadi garda terdepan dalam usaha integrasi ide dan wilayah menjadi Indonesia. Indonesia modern yang berdiri di tahun 1945 diawali oleh Sumpah Pemuda 1928, yang juga diawali oleh beberapa aktivis muda Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Muhammad Yamin, Muhammad Natsir. Tetapi dalam perjalanannya, kaum muda Indonesia selalu bergolak, tidak puas dengan rezim yang berkuasa, lalu akhirnya menumbangkan kekuasaan. Gerakan Mahasiswa 1966 dan 1998 selalu diingat sebagai bentuk ketidakpuasan pemuda, pelajar dan mahasiswa terhadap melencengnya Rezim Penguasa dari cita-cita negara Indonesia. Seperti kata seorang terpelajar tahun 60an, Soe Hok Gie, “Kita generasi muda sudah semestinya memberantas mereka generasi tua yang mengacau.”

Dan hari ini, kita berada di sebuah titik jenuh ketidakpuasan, dan selalu bergulir dikepala kita semua mau dibawa kemana negara kita, saat tahun kita usia negara kita berada di angka 65 tahun. Pada tahun 2007, 2008 dan 2009, negara kita sempat masuk pada kategori mendapat peringatan terancam menjadi negara gagal (Failed State)[1]. Di awal dekade ini, negara kita bertubi-tubi ditimpa berbagai persoalan, dari mulai isu Cicak versus Buaya, kasus Bailout Bank Century, kasus terorisme, mafia pajak, mafia hukum, sampai bencana alam yang tidak henti-hentinya mengisyaratkan bahwa masyarakat Indonesia tidak pernah siap menghadapi bencana.

Setidaknya sejak reformasi 1998, ada 11 isu yang mendominasi isu di ranah kemasyarakatan, isu-isu itu antara lain:

1. Reformasi Birokrasi

2. Penegakan Hukum untuk Tindak Pidana KKN

3. Otonomi Daerah

4. Demokrasi dengan Pemilu Langsung

5. Ekonomi Makro

6. Kemandirian Energi

7. Ketahanan Pangan

8. Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial

9. Agama dan Ideologi

10. Lingkungan Hidup dan Bencana Alam

11. Kemiskinan

Semenjak reformasi 1998, 11 isu ini selalu menjadi bahan ketidakpuasan sosial, menjadi bahan bakar pembangkangan sipil, dan seringkali solusi-solusi yang diajukan oleh elit pemegang kekuasaan negara tidak dijalankan dengan serius, bahkan tumpang tindih dengan persoalan di sektor lain, maupun antara kepentingan pusat dan daerah.

Ketika beberapa aktivis mahasiswa dari UI, Al Azhar, Trisakti dan ITB turun ke lapangan untuk memberikan bantuan bagi korban banjir di Baleendah misalnya, terlihat bahwa pemerintahan lokal lebih sibuk mengurusi persiapan Pilkada Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi malah merencanakan membangun DAM, atau relokasi, bahkan ingin membeli Gunung Wayang sebagai mata air Citarum, dan Pemerintah Pusat merasa cukup berkontribusi dengan memberikan tenda untuk pengungsi. Berbeda ketika terjadi longsor di Ciwidey yang menimpa PT Teh Dewata yang merupakan produsen teh kesukaan keluarga Ratu Inggris, maka bantuan cepat sekali mengalir kesana[2].

Kami mengajak teman-teman mahasiswa ITB untuk membicarakan tiga isu yang menjadi hal yang krusial untuk didiskusikan:

1. Penegakan Hukum untuk Kasus Bank Century

Kasus Bank Century dimulai dari audit BPK terhadap tindakan yang dilakukan Pemerintah dan Bank Indonesia terhadap Bank Century yang mengalami perampokan oleh pemiliknya sendiri, Robert Tantular. DPR awalnya menyetujui bailout bank ini sebesar Rp. 632 Milyar, tetapi kemudian Lembaga Penjamin Simpanan atas persetujuan Komite Stabilisasi Sektor Keuangan (KSSK) yang diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan beranggotakan Gubernur BI Dr. Boediono (Wapres RI saat ini), Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom, Raden Pardede, dan lain-lain menyetujui bailout sampai berjumlah Rp. 6,67 Trilyun, sebuah jumlah yang fantastis untuk sebuah bank yang tidak begitu besar jumlah nasabahnya, dan juga tidak begitu besar kontribusinya dalam menopang sektor riil dalam perekonomian nasional.

Dalam bailout gelombang ketiga di bulan Februari 2009, ditemukan bahwa uang sejumlah Rp. 1,5 Trilyun mengalir ke beberapa rekening yang diduga dimiliki Ketua Partai Politik pendukung Tim Sukses SBY-Boediono. Oleh karena itu, KPK kemudian menyelidiki kasus ini. Tindakan KPK sendiri terhambat oleh isu kriminalisasi KPK dengan ditahannya dua Wakil Ketua KPK yaitu Chandra Muhammad Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. DPR kemudian mengambil alih penanganan isu ini dengan membentuk pansus hak angket untuk menyelidiki ke mana aliran dana Bank Century, sehingga gagal menyelamatkan uang nasabah yang keburu hilang dirampok pemiliknya sendiri[3].

Namun isu yang bergulir menjadi perdebatan mengenai perlu tidaknya Bank Century di-bailout (diberikan talangan), serta prosedur yang dijalankan KSSK dan LPS dalam menalangi Bank Century (sekarang Bank Mutiara). Pansus Century gagal menyelidiki ke mana aliran dana talangan dan hanya menyebutkan bahwa bailout bermasalah, serta pejabat yang menyetujui bailout harus bertanggung jawab, yaitu Boediono, Sri Mulyani, Miranda S Goeltom, Raden Pardede, dan lain-lain yang menjadi anggota KSSK dari BI dan Departemen Keuangan[4]. Gejolak yang berkembang menjadi isu politik mengenai siapa yang menggantikan Wapres Boediono, ketidaksetiaan partai-partai koalisi, isu reshuffle Kabinet, serta isu pemakzulan SBY dari jabatan Presiden jika terbukti bahwa dana talangan Bank Century sebesar Rp. 1,5 Trilyun digunakan sebagai dana kampanye Tim Sukses SBY-Boediono. Pemerintah tidak bergeming dengan pernyataan dari DPR. Tidak ada pejabat yang dinonaktifkan dari kedudukannya. DPR akhirnya menyiapkan hak menyatakan pendapat yang harus disetujui 2/3 jumlah anggota DPR. Namun rakyat sulit untuk mempercayai langkah elit politik di DPR maupun Pemerintahan, karena satu-persatu kasus KKN dibuka serta melibatkan berbagai elit politik dari partai.

2. Pembatalan UU BHP

UU BHP digulirkan sebagai rancangan Undang-Undang sejak UU Sisdiknas disahkan pada tahun 2003, di mana semua lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi diselenggarakan dalam bentuk Badan Hukum Pendidikan. Dalam keberjalanannya, RUU BHP selalu mengalami penolakan untuk disahkan, dan berulang kali direvisi. Pada revisi ke-51, akhirnya RUU BHP disahkan menjadi UU pada tanggal 17 Desember 2008 oleh DPR RI.

Masyarakat terpecah dalam menanggapi pengesahan UU ini. Ada yang menolak secara keseluruhan, ada yang menolak UU-nya saja tanpa menolak falsafah dasarnya, ada yang menolak penerapan BHP pada pendidikan dasar dan menengah, ada yang menerima seluruhnya. Pada umumnya lembaga pendidikan swasta menolak penerapan UU BHP karena ada kewajiban peserta didik menanggung hanya 30% dari biaya operasional pendidikan, padahal kebanyakan pelajar sekolah dan mahasiswa perguruan tinggi swasta menanggung di atas 30% biaya, bahkan ada yang mencapai 100%.

Akhirnya beberapa elemen masyarakat melakukan judicial review terhadap UU BHP. Setelah melalui beberapa aksi penolakan terhadap UU BHP, akhirnya UU BHP dinyatakan batal seluruhnya oleh Mahkamah Konstitusi karena tidak sesuai dengan semangat nasionalisme dalam UUD 1945, maupun dengan sistem pendidikan dalam UU Sisdiknas[5]. Implikasinya, beberapa perguruan tinggi yang sudah berstatus Badan Hukum Milik Negara seperti UI, IPB, ITB, UGM, UNAIR, USU, dan UPI kehilangan pijakan hukumnya. Kampus-kampus ini tidak dapat lagi mengatur secara otonom dalam hal akademik, keuangan, dan kelembagaan, karena memang UU BHP ada untuk melegitimasi status Badan Hukum yang mereka peroleh.

Bagaimanapun implikasi batalnya UU BHP menjadi persoalan bersama seluruh elemen negara, yaitu Pemerintah dan Rakyat. Hal yang harus diingat bahwa jika UU BHP dicap sebagai UU titipan dari negara asing, maka harus diingat juga bahwa UU Sisdiknas jelas-jelas UU titipan asing, sebagaimana UU Minyak dan Gas Bumi, UU Sumber Daya Air, UU Penanaman Modal, UU Perbankan Nasional. Dalam persoalan pendidikan, ternyata elit-elit negara ini lebih senang mencontoh negara lain yang belum tentu sesuai dengan budaya bangsa ini. UU Sisdiknas dan UU BHP adalah dua produk hukum yang menjelaskan soal falsafah dasar, nilai-nilai, sistem, serta pola kelembagaan pendidikan di negara ini. Sampai sebegitu jauhnya pemerintah dan DPR mengatur pendidikan yang semestinya bisa diatur secara mandiri oleh rakyat Indonesia. Berbagai produk hukum itupun tidak menjawab hak dasar warga negara untuk memperoleh pengajaran.

Belum lagi pencabutan UU BHP ini dirasa tidak bisa merubah banyak pendidikan indonesia, hal ini dikarenakan pencabutan UU BHP sebenarnya hanya mengganti status yang diperkirakan kedepannya akan lebih berbahaya. Sebabnya adalah beberapa PTN setelah pencabutan UU BHP, kembali menggunakan BHMN dengan peraturan pemerintah (PP). Hal ini tidak berdampak banyak, malah masalah pendanaan tidak diatur lebih jauh pada PP tersebut dibandingkan dengan UU BHP.

Pemerintah sedang menjanjikan pengaturan baru mengenai pengelolaan otonomi perguruan tinggi. Perguruan Tinggi yang memiliki tiga kewajiban atau Tri Dharma yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat memang menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam pengaturannya. Di tengah ketidakpuasan yang sedang menyelimuti kondisi sosial rakyat Indonesia, sanggupkah elit politik yang didominasi golongan tua dan mapan mampu menjawab pertanyaan, mau dibawa ke mana pendidikan Indonesia?

3. Tantangan ACFTA

ASEAN and China Free Trade Agreement sudah berlaku mulai tanggal 1 Januari 2010. Negosiasi antara ASEAN dengan Pemerintah RRC memang sudah lama terjadi, terutama sejak tahun 2001, 2003, dan 2004. ACFTA merupakan salah satu pijakan awal untuk menuju kawasan perdagangan bebas ASEAN yang dipercepat dari tahun 2015 menjadi 2012. Negara-negara anggota ASEAN sudah mulai meningkatkan daya saing ekonomi untuk menghadapi Cina yang berpengalaman dalam perang dagang dengan AS, Eropa dan Jepang. Malaysia dan Brunei mengambil sektor Energi, Singapura mengambil sektor Jasa dan Keuangan, Thailand mengambil sektor Pertanian, Vietnam mengambil sektor IT, Filipina mengambil sektor ketenagakerjaan, dan Indonesia mengambil sektor industri disebabkan jumlah penduduk Indonesia paling besar di Asia Tenggara serta merupakan modal besar untuk membangun industri berskala internasional.

Namun ternyata kita lebih senang membentuk suasana ekonomi makro yang kondusif melalui investasi asing langsung (Foreign Direct Investment), pasar finansial, serta privatisasi aset negara yaitu BUMN. Bermain-main dengan pasar uang yang sangat tidak stabil, karena mudah sekali untuk menang besar dan kalah besar di sebuah transaksi yang lebih banyak spekulan daripada orang yang berniat menjadi penjual dan pembeli, menjadi fokus utama perekonomian Indonesia pasca reformasi. Berbagai kebijakan yang semestinya diarahkan dalam pembangunan industri menjadi terlambat. Kebijakan Industri baru disahkan pada tahun 2008, dan itupun tidak ada industri yang menjadi prioritas. Dari rentang waktu hanya ada dua tahun dari 2008 sampai 2010 untuk menghadapi serbuan produk Cina, dan terbukti sekarang pedagang eceran sampai pedagang elektronik lebih senang menjual produk Cina karena lebih murah dan lebih cepat laku di kalangan pembeli[6].

Sebenarnya bangsa Indonesia tidak pernah gagap dengan perdagangan bebas. Kalau teman-teman menyempatkan diri untuk datang ke Museum Sejarah Jakarta, maka terlihat dengan jelas di berbagai pelabuhan Nusantara seperti Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Surabaya, Aceh dan Makassar, berbagai bangsa di dunia dari Eropa, Arab, India dan Cina datang ke Nusantara untuk berdagang. Mereka menjual produk mereka, dan kita menjual produk kita, tanpa bea masuk, tanpa pajak ekspor impor, sebuah gambaran ekonomi global di masa lampau. Hanya saja ketika kita berbicara tentang kondisi hari ini, pemerintah sebagai regulator dan rakyat sebagai pelaku ekonomi harus seiring sejalan dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Tantangan ekonomi global seperti yang disitir banyak pihak adalah semakin menguatnya kutub ekonomi baru di samping tiga komando ekonomi global yaitu AS, Eropa dan Jepang. Kutub itu adalah Brazil, Rusia, India, dan Cina. Kedua kubu ini sering pecah belah untuk kemudian menyatu lagi dengan yang lain, sehingga boleh dikatakan bahwa dunia tidak lagi disederhanakan dengan blok Barat dan Blok Timur, tetapi multiblok, multipolar, memiliki kutub ekonomi politik yang banyak. Hal ini dapat menimbulkan perang dagang dan perebutan sumber daya alam seperti air bersih, minyak dan gas bumi, energi alternatif. Tetapi juga hal ini menjadi peluang untuk kerjasama bahkan dialog antar peradaban untuk mewujudkan bumi manusia yang lebih damai, selaras dengan lingkungan, serta mencapai kemakmuran bersama.

Berdirinya ASEAN sebagai wadah persatuan bangsa-bangsa Asia Tenggara adalah salah satu warisan Rezim Orde Baru yang positif. ASEAN adalah wadah politik, ekonomi dan sosial tanpa maksud membangun pakta pertahanan agresif. Sebagaimana dahulu Majapahit meluaskan persekutuannya sampai ke Filipina, Thailand dan Kamboja. Sebagaimana dahulu Sriwijaya dahulu memiliki wilayah persekutuan sampai Madagaskar di ujung Barat dan Samoa di ujung Timur. Kekuatan yang dibangun ASEAN adalah masyarakat dunia tanpa perang, saling memperkuat, saling melindungi, oleh karena itu dahulu Rezim Orde Baru turut campur menyelesaikan sengketa politik di Kamboja, Vietnam dan Filipina. Kawasan Asia Tenggara juga satu-satunya wilayah yang melarang penempatan senjata nuklir di negara manapun yang menjadi kawasan Asia Tenggara.

Bangsa-bangsa Asia Tenggara dapat meneruskan cita-cita berdirinya ASEAN ini dalam menghadapi tantangan ekonomi global melalui pasar bebas. Memilih menjadi pemain dalam perang dagang internasional, atau menjadi penengah konflik bahkan menjadi inovator perkembangan ekonomi dunia menuju kemakmuran bersama. Bukankah hal tersebut yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa ini yang termaktub dalam Konstitusi kita? Bahwa bangsa ini berdiri untuk menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Dan tantangan perdagangan bebas dunia seharusnya menjadi peluang untuk menjalankan amanat konstitusi. Tentu saja dibarengi dengan kemampuan negara yaitu pemerintah dan rakyat untuk menjalankannya. Dengan pemerintah yang tidak efektif dan efisien, rakyat yang kebingungan menjalankan peran ekonominya, pengangguran yang berjumlah 40 juta orang, ketimpangan ekonomi dan sosial, tidak beresnya pengelolaan listrik, air dan gas, terjadinya percepatan deindustrialisasi, bencana alam yang menimpa terus-menerus tanpa kesiapan negara dalam menghadapinya, dapatkah negara kita menghadapi perdagangan bebas dengan Cina di tahun ini? Dapatkah negara kita menghadapi perdagangan bebas dengan seluruh negara di dunia pada tahun 2012? Dapatkah negara kita menjadi pemain ulung? Atau malah menjadi korban dan jatuh sebagai negara gagal?

Demikian beberapa isu yang penting untuk dibicarakan saat ini. kami mengajak teman-teman semua untuk berdiskusi, memperdebatkan data, menambah isu yang akan kita bahas, untuk kemudian kita bersama mencari apa penyebab semua ini terjadi. Memahami persoalan adalah separuh jalan menuju jawaban. Jawaban yang akan kita ajukan jelas, yaitu bersikap dan melakukan aksi nyata. Kita harus bergerak, demi perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik.

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater!!!

Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan ITB


[1] http://www.fundforpeace.org/

[2] Fakta bahwa pabrik teh ini adalah produsen teh kesukaan Ratu Inggris merupakan temuan di lapangan

[3] Surat pengusulan penggunaan Hak Angket DPR per tanggal 12 November 2009

[4] Pernyataan sikap DPR saat sidang paripurna tanggal 3 Maret 2010

[5] Putusan MK terhadap UU BHP tanggal 31 Maret 2010

[6] Lebih jauh mengenai perjanjian dagang RI-Cina baca lebih lanjut http://bisnis.vivanews.com/news/read/141259-acfta__ri_china_bikin_tujuh_kesepakatan

Jadwal Sisa Seria A 2009/2010



Pekan 34 18/4/2010

Atalanta vs Fiorentina
Bari vs Napoli
Cagliari vs Palermo
Catania vs Siena
Chievo vs Livorno
Inter vs Juventus 2-0
Lazio vs AS Roma 2-1

Parma vs Genoa
Sampdoria vs AC Milan
Udinese vs Bologna

Pekan 35 25/4/2010
Bologna vs Parma
Fiorentina vs Chievo
Genoa vs Lazio
Inter vs Atalanta 3-1
Juventus vs Bari
Livorno vs Catania
Napoli vs Cagliari
Palermo vs AC Milan
AS Roma vs Sampdoria 1-2
Udinese vs Siena

Pekan 36 2/5/2010
Atalanta vs Bologna
Bari vs Genoa
Cagliari vs Udinese
Catania vs Juventus
Chievo vs Napoli
Lazio vs Inter
AC Milan vs Fiorentina
Parma vs AS Roma
Sampdoria vs Livorno
Siena vs Palermo

Pekan 37 9/5/2010
Bologna vs Catania
Fiorentina vs Siena
Genoa vs AC Milan
Inter vs Chievo
Juventus vs Parma
Livorno vs Lazio
Napoli vs Atalanta
Palermo vs Sampdoria
AS Roma vs Cagliari
Udinese vs Bari

Pekan 38 16/5/2010
Atalanta vs Palermo
Bari vs Fiorentina
Cagliari vs Bologna
Catania vs Genoa
Chievo vs AS Roma
Lazio vs Udinese
AC Milan vs Juventus
Parma vs Livorno
Sampdoria vs Napoli
Siena vs Inter

Euforia AS ROMA gw bangkit lagi! Padahal di awal musim AS ROMA kalah dan sering banget seri. Setelah pemecatan pelatih Luciano Spalletti, yang akhirnya di ganti oleh Claudio Ranieri, AS ROMA hari ini berada di puncak klasmen SERIE A dengan selisih 1 poin dari Inter Milan! Forza AS ROMA!