Soundtrack World Cup 2010

Wavin Flag Official World Cup Theme Song
K'naan


Ooooooh Wooooooh

Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,
Celebration its around us, every nation, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

Reff :
WE ALL SAY

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes

Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho

Give you freedom, give you fire, give you reason, take you higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin, every loser in ambition,
Celebration, its around us, every nations, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

Wooo hooooo hohohohoooooo
And everybody will be singinit
Wooooooooo ohohohooooo
And we are all singinit

Balik ke Reff 2x

Melawan Pola Pikir Konservatif

Sulit rasanya, membuat sebuah perubahan, dimana orang-orang yang ada didalamnya berpikir konservatif, berpikir dengan kekhawatiran menerima perubahan (walaupun perubahan itu menguntungkan tapi tetap ditanggapi dengan dingin/dianggap ancaman). Orang-orang yang berpikir konservatif, biasanya sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Kenyamanan tersebut yang membuat sulit orang-orang ini untuk berpikir ataupun menerima pemikiran yang lebih terbuka ataupun out of the box.

Dalam sebuah perkumpulan (baik itu adalah organiasasi ataupun paguyuban), pola pikir konservatif sangatlah berbahaya, karena hanyalah membuat perkumpulan tersebut stagnan dan statis, tidak ada gejolak didalamnya, bahkan mungkin pertikaian tentang yang baik,benar,salah,ataupun jahat, karena yang dilakukan hanyalah kebiasaan-kebiasaan ataupun kultur maupun budaya yang dilakukan oleh generasi-generasi sebelumnya.

Orang-orang dengan pola pikir konservatif adalah orang yang nyaman dengan keadaan hari ini dan enggan menerima perubahan. Hari ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk berpikir, untuk berpikir terbuka, berpikir out of the box, berpikir untuk melewati tapal batas pemikiran, untuk melangkah jauh, ataupun berpikir kreatif, berpikir lepas dari kenyataan yang ada namun pemikiran barunya masih dapat dilakukan di tataran teknis. Saya jadi teringat dengan kata-kata sastrawan ternama Indonesia

“Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang, karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka kemajuan sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.” (Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca, hal 325)

Begitulah seorang Pram mengajak kita untuk berpikir lebih lepas, untuk berpikir lebih kreatif dan menginovasi hal-hal yang ada untuk kemajuan. Ingat yaa kawan-kawan, bahwa inovasi bukan hanya menciptakan hal yang baru, tetapi memperbaiki hal lama menjadi lebih menarik, bukan sekedar evaluasi dan membuatnya menjadi sama.

Ketika kita dihadapkan dengan perkumpulan yang dimana orang-orangnya berpikir konservatif, maka ada beberapa saran yang saya berikan kepada teman-teman. Yang pertama adalah berpikir kreatif. Memberikan ide-ide segar dan matang, terlebih untuk diperdebatkan sehingga argumen-argumen yang keluar pun bukan salah ucap. Kedua, memahami esensi dari kegiatan-kegiatan yang ada sebelumnya, sehingga kegiatan baru yang diciptakan nanti bukan hanya sekedar kegiatan baru karena terburu nafsu menggantinya, tapi adalah kegiatan dengan kemasan yang berbeda tapi dengan esensi yang sama ataupun bertambah.

Ketiga, berpikir lebih terbuka dengan masukan-masukan yang ada, jadikan masukan-masukan tersebut adalah sebagai referensi sehingga dapat dikaji kembali. Sangat bahaya ketika terus menerus memasukkan masukan-masukan yang ada, karena ketika berhadapan dengan orang-orang yang berpikir konservatif, berarti masukan-masukan yang ada hanyalah memaksakan untuk tidak mengganti kegiatan tersebut. Keempat, meyakini bahwa hal yang baru adalah dapat dilakukan dan tidak melanggar norma-norma yang ada ataupun mengurangi esensi dari kegiatan-kegiatan yang ada sebelumnya. Kelima, berpikir untuk menghegemoni, yaitu pengaruhi satu per satu orang, sehingga pemikiran kreatif dan out of the box tersebut dapat mendominasi perkumpulan tersebut.

Intelektual

Intelektual, adalah sebutan bagi orang-orang yang menguasai ilmu tertentu ataupun orang-orang yang cerdas (macam cendekiawan). Sebelum jauh, saya mencari-cari terlebih dahulu tentang definisi intelektual dari berbagai literatur. Dalam KBBI, intelektual berarti cerdas,berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan pengetahuan, mempunyai kecerdasan tinggi, cendekiawan. Begitu pula dengan seorang sosiolog tahun 1940an, Karl Mannheim, yang mendefinisikan bahwa kaum intelektual adalah mereka yang memiliki rasionalitas substansial dan rasional fungsional. Rasional substansial berarti memiliki wawasan yang tajam dan bijak, sedangkan rasional fungsional berarti mampu mengartikulasi wawasan tersebut untuk mencapai tujuannya. Berarti intelektual yang dimaksud oleh Karl Mannheim adalah mereka yang mampu menggunakan wawasannya untuk mencapai tujuan.

Sharif Shaary,seorang dramatis Malaysia yang terkenal, mendefinisikan bahwa intelektual bukan sarjana lulusan universitas, tetapi adalah seorang yang kenal akan keberanian dan berani pula memperjuangkan kebenaran itu, meski bagaimanapun tekanan dan ancaman yang dihadapinya, terutama sekali kebenaran, kemajuan, dan kebebasan untuk rakyat.

Julian Benda (1867-1956), dalam bukunya ‘Pengkhianatan Kaum Intelektual’ / La Trahison des Clercs, melukiskan bahwa intelektual merupakan sosok ideal yang kegiatan utamanya tidak mengejar tujuan-tujuan praktis, melainkan lebih ke arah pencarian dalam mengolah seni, ilmu atau renungan metafisik. Sehingga apabila ia menemukan kebenaran, lalu menyampaikannya, berarti ia menjalankan tugasnya kepada masyarakat. Sedangkan apabila ia menyampaikan kesalahan, berarti ia memberi kesempatan pada orang lain untuk menyuarakan kebenaran kepada masyarakat (memberi kesempatan orang lain untuk menjadi intelektual).

Sedangkan Edward W. Said (1995) merumuskan intelektual dalam bukunya Representation of The Intellectual” sebagai individu yang dikaruniai bakat untuk merepresentasikan pesan, pandangan, sikap, atau filosofis kepada publik. Aktualisasi yang bertujuan melahirkan kebebasan untuk memotivasi dan menggugah rasa kritis orang lain agar berani menghadapi ortodoksi, dogma, serta tidak mudah dikooptasi kuasa tertentu (rezim atau korporasi). Suatu tugas dan tanggung jawab intelektual yang senada dengan apa yang ditulis Noam Chomsky (1966),seorang profesor linguistik Amerika Serikat, dalam “The Responsibility of Intellectual”, yaitu intelektual yang berada dalam posisi mengungkap kebohongan-kebohongan pemerintah, menganalisa tindakan-tindakannya sesuai penyebab, motif-motif, serta maksud-maksud yang sering tersembunyi di sana.

Intelektual Organik

Dari berbagai literatur tentang intelektual, yang menarik adalah karya Antonio Gramsci, dalam bukunya Selections from Prison Notebooks, ia membagi intelektual menjadi dua, yaitu intelektual tradisional dan intelektual organik. Setiap orang menurut Gramsci, memiliki potensi untuk menggunakan kemampuan inteleknya, tetapi tidak semuanya dapat disebut sebagai intelektual (dalam artian sebagai salah satu elemen fungsi sosial).

Intelektual tradisional berati mereka yang secara terus menerus melakukan hal yang sama dari generasi ke generasi. Mereka adalah penyebar ide dan mediator antara massa rakyat dengan kelas atas. Contoh dari mereka adalah ilmuwan,seniman, para filsuf, dsb. Intelektual kedua menurut Gramsci adalah intelektual organik, sosok personifikasi yang gigih dalam perenungannya, reflektif atas konteks historisnya dan revolusioner memperjuangkan manifest perenungannya bagi kaumnya. Intelektual organik merupakan sebutan bagi intelektual-akademisi yang mendedikasikan proses pembelajarannya sebagai upaya membuka ruang atas terjadinya gap antara teori dan praktik. Bagi mereka, tidak cukup peran intelektual jika hanya diapresiasikan lewat buku semata. Sebaliknya, lebih dari itu, perannya bagi pemberdayaan masyarakat adalah satu kewajiban yang mutlak.

Ada beberapa ciri dari intelektual organik, yaitu sigap dan tanggap dan senang berkutat dengan perubahan, mempunyai kesadaran kritis (bukan kesadaran naif), bergerak dari grassroad (dari akar rumput), mandiri, tidak mudah dikooptasi oleh kekuasaan.

Jadi teringat dengan kata-kata Pramoedya Ananta Toer, ‘“apalah artinya renda-renda kesenian jika terpisah dari masalah kehidupan”. Apalah artinya intelektual, apabila tidak bisa menyampaikan ilmunya kemasyarakat. Apalah artinya teori apabila tidak bisa dipraktikan. Semoga, dengan makin banyaknya kaum intelektual di Indonesia, semakin maju pula peradaban indonesia.

Produktivitas di Diklat Lapangan OSKM 2010

Orang sering berkata tentang produktivitas kerja, tapi sebelum lebih jauh maka harus dipahami terlebih dahulu apa itu definisi dari produktivitas. Produktivitas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti pro·duk·ti·vi·tas n kemampuan untuk menghasilkan sesuatu; daya produksi. Sedangkan ensiklopedia Britannica mendefinisikan produktifitas dari sudut pandang ilmu ekonomi yaitu ukuran efisiensi produktif yang dihitung sebagai rasio dari apa yang diproduksi dan apa yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Input yang digunakan sebagai denominator dari rasio biasanya merupakan faktor tradisional dari lahan produksi, buruh, dan modal baik itu bersifat tunggal maupun agregat/gabungan. Lain halnya lagi dengan Microsoft Encarta yang mendefinisikan produktivitas sebagai efesiensi relatif dari suatu aktivitas ekonomi yaitu jumlah produk atau jasa yang diproduksi dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa serta buruh yang digunakan untuk memproduksinya.

Yah oke! Kita pahamilah bahwa produktivitas berarti pengefisienan (pentepat gunaan) proses input untuk mendapatkan output yang sebesar-besarnya. Mungkin akan hampi sama dengan definisi para ekonom untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan meminimalisir harga produksi dan mendapatkan produk yang sebanyak-banyaknya. Jelas dalam industri, produktivitas adalah bagian yang menjadi sorot utama dalam memproduksi sesuatu. Pengefisienan input,sumber daya manusia, dan hal-hal lain yang menjadi faktor produksi, termasuk lahan dan pajak.

Dalam konteks OSKM 2010, saya akan berbicara bagaimana menggunakan prinsip produktivitas pada saat melakukan diklat panitia lapangan! Diklat lapangan adalah salah satu bagian dari acara OSKM 2010. Diklat yang ditujukan untuk melatih dan meningkatkan kapabilitas teman-teman ITB 2009 yang nantinya akan menjadi panitia lapangan OSKM 2010. Dan tahun ini, dikarenakan adanya bulan ramadhan di tengah bulan agustus, maka terjadilah pengunduran waktu liburan dan dimajukannya waktu awal kuliah di ITB. Pendeknya waktu liburan berarti pendek pula waktu untuk diklat lapangan.

Dalam fisika, kerja/usaha didapat dari perkalian daya dengan waktu. Daya sendiri berarti besarnya energi yang dikeluarkan per satuan waktu. Jikalau kita kaitkan dengan produktivitas, berarti energi yang dikeluarkan harus maksimal dengan waktu yang relatif singkat apabila dibandingkan dengan waktu diklat lapangan sebelumnya. Sama-sama kita pahami bahwa untuk mendapatkan kerja/usaha yang besar dan produktiv pada saat waktu yang singkat, adalah memperbesar energi yang dikeluarkan.

Ini adalah tantangan untuk OSKM 2010, jikalau kita berasumsi bahwa semangat akan berbanding lurus dengan usaha yang dikeluarkan, maka pertanyaan berikutnya yang akan keluar adalah bagaimana mengeluarkan usaha yang besar dan tetap menjaga semangat panita lapangan 2009.

Untuk menjawab hal ini ada sesuatu yang sebenarnya harus diingat, bahwa produktivitas bukan hanya pengefisienan input untuk memperoleh output yang sebesar-besarnya, tetapi dalam proses tersebut juga harus ditarik manfaat yang sebesar-besarnya dari sarana-prasarana yang ada.

Bagi saya, ini adalah jawaban, juga pertanyaan untuk panitia OSKM 2010, bagaimana caranya memberikan manfaat untuk panitia lapangan 2009 dalam waktu yang relatif singkat dan usaha yang musti dimaksimalkan (mungkin jadwal diklat yang padat). Adalah bagaimana diklat panitia lapangan adalah sesuatu yang bermanfaat dengan materi-materi yang bertujuan mulia oleh tim materi dan metode OSKM 2010. Adalah bagaimana panitia OSKM 2010 dapat mengeluarkan daya sebesar-besarnya agar perkaliannya dengan waktu dapat menghasilkan usaha atau kerja yang besar.

Pengeturan timeline dan waktu, pembagian jobdesc dan kerja, pengalokasian dan mempercayai sumber daya manusia (SDM) yang ada, harusnya bisa menjadi kunci pengefisienan kerja panitia OSKM 2010. Pengefisienan dalam rangka menempuh produktivitas kerja.

Tak peduli berapa banyak jumlah pendiklat, berapa padat jadwal diklat, hanyalah manajemen yang baik yang dapat memaksimalkan pekerjaan dengan input yang terbatas. SEMANGAT PANITIA LAPANGAN OSKM 2010!

SEMANGAT KAWANKU!!

Hari ini harusnya jadi hari yang menyenangkan bagiku, setelah pulang dari liburan sejanak karena menonton the A-team bareng teman2 OSKM 2010, tapi nyatanya, errr... kesel gw ketika gw baca messages di facebook dari teman gw.....

SI FULAN June 14 at 2:45pm
kemaren gw dah ketemu pak ros dan pak iwan, katanya untuk lebih dari satu mata kuliah dah sudah dam
nah jadi ya lo tahu lah kan gimana gw??
takutnya kaga sempat ketemu lo lagi boi
jadi gw mw minta maaf aje ke lo kalo gw ada salah selama 2 tahun ini
sama makasih juga dah mw berteman ama gw hehe , ama nolongin gw dan segala macam lah.
trus ini yang paling penting, gw rada ngga enak soalnya dengan ini gw rada membuat malau himpunan dan terlebih angkatan, karna gw ngga bisa mempertahankan 73
jadi intinya gw minta maaf sekali lagi

thx boi ^_^


ANJING!!!! kesel gw!!! gw kehilangan salah satu teman terbaik gw di kampus ini! Teman yang kenalan pas daftar ulang di snmptn, ngerokok bareng, nongkrong bareng di babe, naik gunung bareng, ngambil motornya yg baru dikirimin dari jambi yang jauh banget itu, anjeeennggg!
Gw ngk tau harus ngelakuin apa, gw bingung apa yg musti gw lakuin kalo gw ketemu doi, bahkan natap matanya aja rasanya gw ngk bakalan kuat! Aaarrrrgh! TPB BANGSAT!!!

Hah! kawan, gw cuman bisa bilang, dan berharap, kalau kepastian 'kekalahan' ini musti kau lukiskan dengan simbol-simbol keberanian, kesatriaan, pengorbanan, dan kepahlawanan. Pertaruhanmu hari ini akan cita-citamu yang tinggi belum tuntas, dan harus kau tuntaskan kelak! Tetap merangkak walau tak sampai tujuan, tetap berjuang musti tak jadi pahlawan! SEMANGAT KAWAN! Semoga kita bisa bertemu lagi, disuatu titik di masa depan....


Aku berada dititik ini untuk berdoa
TUHAN,ajarkan aku menghadapi ini, menghadapi cobaan
Yang ENGKAU tujukan kepada temanku
Seorang saudara yang kau buat dari lain ibu
TUHAN,berikanlah pedang dan perisai untuk temanku
Agar mereka kuat menghadapi semak belukar
Dan menemukan setapak jalan
Agar aku dapat bertemu dengannya, disuatu titik di masa depan nanti