Hatta "Menjual" Rencana Induk di China
BEIJING, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengajak pengusaha China untuk berinvestasi di Indonesia. Hatta lantas memaparkan sejumlah kelebihan Indonesia kepada sekitar 130 pengusaha China dalam acara pertemuan bisnis di Beijing, Rabu (22/6/2011) malam.
Acara diisi paparan mengenai Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia oleh Deputi Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Luky Eko Wuryanto. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan pimpinan kelompok bisnis Arta Graha, Tommy Winata, juga terlihat hadir.
”Jangan ragu-ragu investasi di Indonesia. Kami dalam era yang baru dengan keterbukaan, akuntabel, dan menghilangkan hambatan yang ada,” papar Hatta sebagaimana dilaporkan wartawati Kompas Dewi Indriastuti dari Beijing, China.
Menurut Hatta, kondisi perekonomian di Eropa dan Amerika masih diliputi ketidakpastian. Sebaliknya, Asia semakin menunjukkan peran dan posisi strategis dalam mendorong perekonomian global.
China, kata Hatta, memiliki 1,4 miliar penduduk. Adapun negara-negara ASEAN memiliki 600.000 penduduk. Indonesia ada di dalam wilayah ASEAN sebagai pemain utama.
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/24/08240729/Hatta.Menjual.Rencana.Induk.di.China (diakses hari Jum'at, 24 Juni 2011 pukul 11.37 WIB)
Ada beberapa pertanyaan yang keluar setelah saya membaca koran kompas hari ini
1. Mengapa kita mementingkan untuk mengundang investor asing datang kemari? kapan kita mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri?
2. Seberapa ketat jaminan tenaga kerja di Indonesia yang bekerja di perusahaan asing ataupun nasional untuk mendapatkan upah yang layak ditengah tingginya kebutuhan pokok? Apakah UU ketenagakerjaan kita, UU no.13/2003 mampu menjamin?
3. Bagaimana meningkatkan daya saing BUMN ditengah maraknya perusahaan asing yang masuk? terlebih jika kita terus mengundang mereka masuk ke dalam negeri ini
4. Apa kemudahan dan regulasi insentif bagi masyarakat Indonesia untuk mendirikan perusahaan dengan skala besar (bukan koperasi dan UMKM) ?
5. Apakah MP3EI mampu menjamin perkonomian Indonesia mendatang mampu mendorong sektor swasta kita bersaing di tingkat internasional?
6. Bagaimana kualitas SDM? Ditinjau dari sisi pendidikan
7. Apa benefit untuk Indonesia bila ditinjau dari perspektif kemandirian nasional? Apakah kita hanya akan menjadi negara penuh lahan dan kekayaan yang dinikmati oleh asing
Bukan saya anti-asing dan liberalisme, tapi dalam hati saya bertanya-tanya, apakah usaha kita mendatangkan perusahaan asing mampu mensejahterakan masyarakat dan mampu mendorong kemandirian nasional? Bagi para pembaca blog saya yang sepakat ataupun tidak sepakat mungkin kita bisa berdiskusi lebih disini dengan kepala terbuka dan diskusi konstruktif untuk negeri ini.

1 comments:
No comment lagi dah gua dam ma bapak2 itu. Kayaknya emg pola pikirnya udah beda zaman kekeke
Poskan Komentar