Bertambah umur, refleksi kehidupan

Surpise pertama kali

Malam minggu, 9 juli 2011, saya masih nongkrong dihimpunan, sampai datanglah dua orang yang menumpang sholat maghrib di gedung plano, yaitu bu mentri Devita TL'08 & orang paling eksis se-ITB, mamat MS'08. Akhirnya saya ajaklah mereka untuk ngobrol santai di himpunan. Tapi Mamat pergi duluan karena apa saya lupa alasannya, tapi saya dan devita masih lanjut ngobrol dimeja depan HMP. Sampai pada suatu ketika devita mengajak saya ke pagelaran LSS di lapangan basket. Saya pikir bolehlah ikut kesana karena sudah janji juga ke teman-teman HMP yang unitnya LSS untuk menonton pagelaran LSS.

Yeah,jadilah saya malam mingguan sama devita,hahaha,jarang-jarang nih malam mingguan sama cewe, biasanya kalau enggak dirumah ya nongkrong2 aja dihimpunan sama yang lain. Pagelaran LSS awalnya menarik tapi kian lama saat sudah main drama terus saya jadi bosan karena enggak ngerti juga bahasa sunda dengan fasih, yaa akhirnya saya ajak makan saja devita tapi sebelumnya saya mau ambil jaket terlebih dahulu di himpunan karena udara sudah terasa dingin.

Oke, jadilah kami makan di mas han, ah dan ternyata saya baru tahu ini pertama kalinya devita makan di mas han walau dia tahu gosipnya makan disana enak dan berbeda sekali dengan saya yang sering banget untuk makan disana,hahaha. Sembari menunggu makanannya selesai dimasak saya masih ngobrol dengan devita. Makan santai dan tiba-tiba kok saya merasa ada suara grasak-grusuk dibelakang saya dan dengan segenap rasa penasaran saya hadaplah kebelakang. Pas melirik kebelakang saya lihat banyak kaki (karena tertutup oleh tenda), dalam hati saya berpikir apaan neh? hahahha, ternyata itu anak2 yang sedang persiapan surprise-in gw, kocak deh, ada gema, debby, ully, andani, irene, niza, rama09, epot, wena, inu, japri, yovan, adam pasuna, atung, dayat, adri, ekdarkus, joko, inu, riris a.k.a baco, jeje.dan dua anak arsi besty dan yusi, juga temannya yovan si lia. Yah akhirnya surprise itu di akhiri dengan ceplokan telor dirambut ane yang bau amis eta hahaha.

Yah tapi terima kasih untuk teman-teman yang sudah rela untuk hadir sampai jam 12 malam, terutama devita yang ternyata diajak sama anak2 buat nemenin saya sampai jam 00.00, maaf yaa kalau kedinginan dan beli makanan walau ente enggak laper dev, hehe. Terima kasih semuanya semoga kalian semua ikut sukses juga esok hari, AMIN.

Kue laskar juli, lupa di ulang tahun ke berapa

21 Tahun sebuah refleksi

Sudah dua dasawarsa terlewat, begitu banyak pengalaman setahun ini, dari mulai yang pahit hingga yang menyedihkan, bagaimana saya membuang waktu saya karena penyesalan yang ada pada diri sendiri, mencoba mendekatkan diri kepada Sang pencipta, mengubah prilaku-prilaku saya, membagikan sedikit ilmu saya kepada orang-orang lain dan terus belajar menjadi manusia yang konstruktif untuk sesama manusia lainnya, hingga pengalaman menggerakan sedikit orang untuk berbuat kepada orang banyak dengan hasil yang optimal, dan mungkin yang paling berharga adalah ketika saya berani menantang kehidupan besok dengan memimpin organisasi mahasiswa. Satu tahun saya boroskan dan dua puluh satu tahun saya sudah saya habiskan dengan hal yang belum mempengaruhi orang banyak dan belum mampu menjadi manusia yang memberikan manfaat untuk sekitarnya.

Hari ini adalah saya masih bukan apa-apa dan belum memberikan apa-apa
Beberapa bulan lagi saya akan meninggalkan teman-teman terbaik saya, tapi sampai sekarang saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk teman-teman terbaik saya
Satu sampai dua tahun lagi saya lulus dari kampus ini tapi saya belum jadi mahasiswa seperti yang harusnya dilakukan oleh seorang mahasiswa
Dua atau tiga tahun lagi saya akan hidup mandiri tanpa payung orang tua, tapi saya belum bisa membalas kedua orang tua saya dengan maksimal
Beberapa tahun lagi saya akan berkarya, namun saya belum bisa mendefinisikan karya siapa untuk siapa dan untuk apa
Tahun-tahun kedepan saya menantang dunia, tapi saya belum mempersiapkan diri saya untuk tahan terhadap godaan duniawi dan mencukupi kebutuhan pribadi
Beberapa tahun lagi saya akan seperti kakak-kakak saya yang menghabiskan waktu dengan pasangannya, tapi hati saya belum terketuk untuk membukanya
Di masa depan akan ada sebuah refleksi seperti hari ini, tapi apakah saat refleksi nanti saya sudah lebih baik dari hari ini?

Siapa yang mengetahui kehidupan masa depan? tapi siapapun pasti mampu menata kehidupan hari esok. Saya bukanlah manusia yang hidup hari ini, tapi saya harus jadi manusia yang karyanya begitu berharga untuk adik,anak,dan cucu besok. Saya harus jadi manusia masa depan dengan melakukan banyak apa yang tidak dilakukan orang pada hari ini. Saya harus memilih menjadi manusia seperti seongok mesin tua yang tidak mampu berjalan atau menjadi sebuah roda yang dinamis untuk hari esok. Apa yang saya lakukan hari ini adalah hari esok dan saya lah satu-satunya yang hanya mampu mengubah hari ini, seperti carbon yang menjadi sebuah emas

1 catatan pembaca:

Ecky Agassi mengatakan...

semoga mimpi-mimpinya bisa terwujud ya :)

Poskan Komentar