Kenaikan harga BBM per 1 April 2012

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memang hot untuk diperbincangkan. Harga minyak dunia yang naik karena demand yang tinggi pada BBM dan keterbatasan supply yang membuat harga BBM naik dipasaran dunia dan ini mendesak pemerintah Indonesia akan melakukan pembatasan subsidi BBM per 1 april 2012 sehingga harga BBM dipasaran akan naik. Sebelum berangkat lebih jauh, saya pribadi setuju dengan adanya pembatasan subsidi BBM, karena apabila tidak dilakukan pembatasan maka kapasitas anggoaran pemerintah dalam APBN akan bengkak hanya untuk subsidi BBM dan menomor dua tiga kan hal lainnya. Namun, perhatian dan tulisan saya ini lebih kepada bagaimana alternatif solusi yang ada ketika harga BBM akan baik.

Sumber gambar: http://www.informationng.com/2014/04/states-support-total-removal-of-fuel-subsidy-at-faac-meeting.html

Berikut akan saya ulas terlebih dahulu tentang beberapa dampak kenaikan BBM tersebut :



1. Terjadinya inflasi

Inflasi adalah keadaan dimana meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus sehingga terjadi penurunan nilai mata uang. Penyebab terjadinya inflasi biasanya disebabkan karena permintaan yang berkembang (beredarnya jumlah uang, kebijakan suku bunga BI, ataupun aksi spekluasi di sektor industri keuanga) atau dikarenakan desakan biaya dalam kelangkaan barang yang menyebabkan peningkatan biaya produksi.


Dalam hal kenaikan BBM, inflasi terjadi karena desakan biaya. Dimana BBM sebagai bahan baku dapat menyebabkan kenaikan harga pokok, kenaikan gaji, dan naiknya harga-harga barang dimasyarakat.



2. Membengkaknya biaya transportasi

Mayoritas transportasi di Indonesia masih menggunakan BBM premium bersubsidi. Artinya kenaikan BBM dapat menyebabkan naiknya harga transportasi. Kenaikan harga trasportasi ini sangat berpengaruh terutama pada kegiatan masyarakat, terutama aktivitas ekonomi yang menggunakan premium bersusidi sebagai bahan bakarnya, seperti angkutan umum. Sedangkan untuk aktivitas ekonomi berbentuk distribusi yang menggunakan solar tidak merugi, karena tidak terjadi peningkatan harga solar.



3. Kenaikan bahan pokok

Inflasi dan kenaikan biaya transportasi ini juga merugikan para produsen kecil, seperti para petani, industri kecil, pedagang pasar tradisional, dsb. Pasalnya, akomodasi dan aktivitas perdagangan mereka sehari-hari dilakukan dengan menggunakan transportasi massal dan angkutan barang. Jika harga transportasi meningkat, maka terjadi alternatif pilihan bagi para produsen kecil ini untuk menekan biaya produksi atau menaikkan harga jual barang dagangan mereka agar tetap berada dalam posisi untung. Namun kenyataannya, alternatif pertama sulit dilakukan karena produsen kecil biasanya ialah masyarakat golongan menengah kebawah yang hidupnya jauh dari ketercukupan, sehingga alternatif yang mungkin dilakukan adalah menaikkan harga jual barang.



4. Meningkatnya biaya operasional pegawai
Kenaikan harga jual barang ekuivalen dengan meningkatnya pengeluaran masyarakat dalam membelanjakan uangnya. Menaiknya pengeluaran masyarakat berarti menuntut kenaikan gaji para pegawai atau karyawan. Meningkatnya gaji pegawai berarti meningkatkan pengeluaran operasional suatu perusahaan. Pengeluaran operasional perusahaan menjadi membengkak karena terdiri dari upah pegawai dan harga aktivitas ekonomi yang ditunjang oleh BBM. Karena itulah sangat memungkinkan apabila industri ataupun usaha kecil gulung tikar atau bangkrut akibat menaikkan biaya operasional sedangkan penghasilan yang didapatnya tidak lebih besar daripada pengeluaran yang meningkat akibat kenaikan BBM.





Itulah sekiranya dampak-dampak yang terjadi apabila terjadi kenaikan BBM per 1 april 2012 nanti. Namun sekiranya, apabila pemerintah tidak mencabut subsidi BBM, akan terjadi peningkatan beban pada kapasitas anggaran pemerintah untuk mengeluarkan dana lebih dalam memberikan subsidi ke BBM.

Ironisnya, BBM lebih banyak digunakan untuk sektor trasportasi. Dan mayoritas transportasi yang digunakan oleh masyarakat indonesia adalah transportasi yang bersifat individu, seperti mobil,motor dan kendaraan pribadi lainnya yang sudah menjelma menjadi 'kebutuhan pokok' bagi masyarakat golongan menengah hingga golongan atas.



Kebijakan BLT, solusi (?)

Wacana kenaikan harga BBM ini membuat pemerintah mengambil langkah untuk membagikan dana bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat menengah kebawah, sehingga diharapkan dampak kenaikan BBM tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah.


Tepatkah? saya pikir tidak. Ulasan dampak sebelumnya memang memberikan opsi bagi masyarakat menengah kebawah untuk menekan biaya produksi, sehingga harga barang di pasar bisa tetap stabil. Harapannya dengan adanya BLT dapat membantu meringankan biaya produksi masyarakat. Sayangnya pada pencabutan BBM bersubsidi ini, roda kegiatan ekonomi menjadi rusak, sehingga bukan berarti jika adanya bantuan pada aktor produksi tidak akan ada masalah pada kegiatan konsumsi dan distribusi. Bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat tidak akan berarti apa-apa ketika harga-harga kebutuhan pokok naik, sehingga memungkinkan sekali dana BLT yang diberikan kepada masyarakat bukan digunakan untuk menekan biaya produksi namun untuk menabal biaya kebutuhan lain pada masyarakat seperti biaya pendidikan, biaya makan sehari-hari,dsb.



Alternatif solusi menurut saya

Harus ada solusi untuk meringankan dampak pencabutan BBM bersubsi, terlebih untuk masyarakat menengah kebawah yang harus menjadi prioritas karena telah menjadi 'tumbal' atas dampak-dampak yang terjadi dari kenaikan harga BBM. Alternatif solusi kebijakan harus memprioritaskan pada masyarakat menengah kebawah, bukan masyarakat menengah keatas yang masih menggunakan kendaraan pribadi dan hidup leha-leha. Berikut adalah beberapa alternatif solusi dalam hemat saya:



a. Dana subsidi BBM tetap dicabut, namun biayanya di alihkan untuk membangun infrastruktur dan sarana publik

Harus ada langkah konkrit dari pemerintah untuk meminimalisir dampak pada masyarakat, salah satunya pembangunan infrastruktur dan sarana publik. Dana BLT bersifat jangka pendek dan tidak akan banyak membantu masyarakat menengah kebawah.

Program-program pemerintah untuk pembangunan infrastruktur harus lebih digalakkan, seperti program PNPM. Terlebih apabila yang didahulukan infrastruktur yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat seperti pelabuhan, jalan raya, listrik, dsb. Prinsipnya kenaikan harga harus diimbangi dengan naiknya kualitas dan kuantitas infrastruktur pelayanan masyarakat.



b. Menggalakkan transportasi massal

Kenaikan harga BBM tentunya tidak akan begitu berpengaruh ketika masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan transportasi massal. Program jangka panjang yang dapat dilakukan oleh pemerintah ialah menggalakkan transportasi massal dengan memperbanyak volume transportasi massal yang tersistemkan seperti busway,transjakarta,trasnyogja,dsb dan membatasi penggunaan kendaraan individu. Kenaikan BBM harus ditangkap oleh pemerintah untuk mendorong terbangunnya transportasi massal.



c. Bantuan kepada usaha masyarakat menengah kebawah, namun bukan dalam bantuan dana

Ada beberapa program pula yang dapat dilakukan oleh pemerintah selain memberikan bantuan dana tunai yang dapat berdampak politis dan memanjakan masyarakat. Hal itu seperti program-program kemudahan langsung dalam biaya distribusi produk,insentif pembangunan industri,atau produksi untuk masyarakat menengah kebawah dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Sekiranya hal sulit untuk dilakukan lebih konkrit tapu saya rasa hasilnya dapat lebih efektif dibandingkan memberi bantuan dana tunai.

0 catatan pembaca:

Posting Komentar