3 Racun Kehidupan

Manusia itu lahir dengan pengetahuan dan potensinya masing-masing. Seorang profesor dari Amerika Serikat, Howard Gardener, pernah mengemukakan 8 kecerdasan manusia, ada yang cerdas dalam bidang musik, ada juga pada bidang linguistik, atau mungkin memiliki kecerdasan interpersonal, dan lain lain. Setiap orang punya kelebihan, bahkan itu yang mungkin membuat gue selalu berpikir setiap orang punya peran didunia ini, kalau tidak untuk apa Tuhan 'menyuruh' dia hidup? dan dunia ini akan selalu indah jikalau orang-orang berbagi kelebihannya satu sama lain.

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Kehidupan abadi hanyalah kumpulan perbuatan manusia, bahkan nabi-nabi dalam tiap agama dan pahlawan tiap bangsa masih hidup dalam jiwa-jiwa individu hari ini, perbuatan baik dan buruk manusia terekam dalam diri manusia lainnya dan itulah yang membuat seseorang terus hidup walaupun secara fisik sudah mati.

Tapi dunia tidak seindah kehidupan di surga atau mungkin di khayangan. Mau kencing aja kadang-kadang harus bayar seribu, apa lagi yang lain-lain? Semua butuh usaha dan pengorbanan, apa lagi saat ingin berbuat kebajikan. Pasti ada aja aral melintang atau hutan belukan yang membuat tiap individu enggak bisa memenuhi perannya di dunia.

Akhir-akhir ini gue melihat tiga racun kehidupan yang membuat manusia terlena akan kehidupannya, bahkan mungkin untuk berusaha atau berkorban dan lebih lanjut lagi untuk berbuat kebajikan seperti tokoh-tokoh super di komik manapun yang niatnya berbuat baik untuk orang banyak. Tiga racun kehidupan yang gue sadari sekarang ialah merasa lebih, rasa puas, dan buang-buang waktu.

Pertama, Merasa lebih, entah secara fisik, pengetahuan,pengalaman, atau secara kemampuan. Gue sering kali melihat orang-orang yang hanya tidur dikelas atau belajar sebentar tapi nilainya lebih bagus daripada gue saat ujian. Ada juga orang yang kaya raya sehingga dengan mudahnya bisa beli satu dua barang yang gue pikir gue musti nabung berapa bulan atau berapa tahun bahkan sampai enggak makan untuk beli barang itu. Ada juga orang yang lebih secara fisik (lebih tampan,rupawan,atau jelita kali ya) yang bisa bikin gigit jari orang-orang kalau doi tiba-tiba dateng dan bikin iri orang-orang disekitarnya. Hal yang mengesalkan dari merasa lebih adalah ketika lo merasa lebih terhadap sesuatu hal kemudian menggampangkan hal tersebut, padahal entah kerjaan atau masalah yang lo hadapi itu benar-benar bisa dikerjakan sendiri. Kita enggak tau apa yang kita lakukan benar atau salah, atau bisa dilakukan atau tidak sampai kita selesai mengerjakannya. Jadi karena itu merasa lebih (apalagi kalau lo enggak lebih-lebih amat) itu racun kehidupan pertama menurut gue karena merasa potensi atau pengetahuan yang kita miliki itu lebih dibandingkan dengan yang lain.

Kedua, rasa puas. Gue masih ingat betul kata-katanya Benjamin Franklin, tokoh revolusioner Amerika Serikat, dia pernah bilang (tapi bukan ke gue, karena gue hanya menemukan), rasa puas itu bisa membuat orang miskin menjadi kaya dan sebaliknya ketidakpuasan bisa membuat orang kaya menjadi miskin. Tapi sialnya rasa puas itu bentuk pencapaian terhadap apa yang menjadi tindakan manusia dan kadang-kadang bahkan sering kali membuat manusia berhenti atas nama kepuasan, yaa mungkin karena itu kali ya banyak motivator bilang jangan cepat merasa puas.

Ketiga, buang-buang waktu! Dan inilah hal yang membuat gue nulis tentang racun dunia. Edan, walau ini hari minggu tapi benar-benar jadi holiday buat gue. Gue tidur dari jam tujuh pagi dan baru bangun jam lima sore! Shit men, gue buang sia-sia hari ini dan karena itulah gue tulis ini agar kalian para pembaca tulisan yang agak normatif ini enggak ngikutin gue. Tidur itu penting, tapi kalau karena tidur lo bisa jadi snorlax, mending mati aja sekalian biar bisa tidur puas enggak bangun-bangun deh hahahha. Tidur baru satu hal kecil, belum yang perintilannya lagi kayak keseringan buka facebook buat main avengers,buka youtube, atau twitter, errrr.

Jangan lupa minum susu agar tidak keracunan!
Itulah tiga hal racun hidup yang gue lihat merusak seseorang, bahkan juga gue termasuk korban. Jadi jangan kalian pikir gue adalah orang baik yang maha benar dan bijak karena bisa posting ini diblog dan menceramahi kalian, justru karena gue pribadi merasakan beberapa dari poin di atas. Dan ingat juga, hal yang paling sulit dilakukan oleh seorang manusia itu bukan ketika ia mengetahui apa yang harus dia kerjakan atau untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, tapi yang paling sulit adalah membuang yang buruk dan melakukan yang baik! Termasuk juga gue, gue tahu merokok buruk dan menyesal melakukan itu, sayang sangat sulit untuk berhenti. Hah, kadang-kadang gue pengen tahu apa yaa yang dilakukan dan dipikirkan orang-orang hebat pada saat mereka seumuran dengan gue? Gue sih berharapnya melakukan hal yang sama kek gue, tapi kayaknya enggak deh hahaha, tapi yaaa semoga mereka (orang-orang hebat yang berbuat kebikan dan hidup abadi) punya prilaku yang sama untuk merefleksikan hidup ya hehe amiinn

(tulisan untuk bangkit di hari kebangkitan nasional)

2 catatan pembaca:

arnize mengatakan...

wkwkwkwkwk samaaaa!!! saya juga merasa kayak gitu.. pengen berubah tapi kok yaaa susah yaaa :D

poengo mengatakan...

merasa puas itu iya banget dam. saat lo ngerasa puas dan ngerasa lebih dari orang lain, saat itu lo berhenti belajar. gw ngerasain banget nih. dan sekarang tanpa sadar temen-temen gue udah jauh meninggalkan gue di belakang.

Posting Komentar