Anak muda yang sopan

Kurang kerjaan di hari sumpah pemuda adalah cuma tidur, nganterin adek, dan kepoin profile pemimpin mahasiswa generasi sekarang dari berbagai macam universitas. Tapi entah mengapa dari berbagai sosial media yg gw kepoin (kepo itu bahasa gaul dari nyari tahu secara diam-diam) gw justru aneh ngelihat pemimpin mahasiswa generasi sekarang. Yaa okelah mungkin gw tidak pantas untuk berkomentar karena gw sendiri masih mahasiswa dan bukan mahasiswa yg sekarang lagi aktif dikampus, tapi bagi gw itu tidak menutup gw untuk mengkritik orang-orang tersebut.

Hal yg membuat gw sedikit aneh melihat pemimpin-pemimpin mahasiswa sekarang karena hampir semuanya setipe: mereka tampak sopan, santun, berpakaian rapi,nampaknya ramah, selalu positif thingking, dan bahkan sering sekali dalam setiap kata-katanya ditwitter atau facebook mempublikasikan acaranya masing-masing,kasih quotes2, dan menggunakan tanda smile di akhir kata2nya, uuu unyu banget ya mereka hahaha. Ya okelah gw mengambil semua kesimpulan ini hanya dengan melihat mereka sekilas dari dunia maya, gw tidak mengenal kebanyakan dari mereka, dan juga tidak punya kepentingan dengan mereka semua. Jadi terserah bagi gw kalau kalian yg baca blog gw mau bilang gw membuat jumping conclussion, tidak solutif, hanya mengkritik, dsb.

Pandangan gw nampaknya agak kuno dan nampaknya berbeda, gw selalu berpikir kalau anak muda itu identik dengan jiwa perlawanan, beringas, enggak bisa di atur, bahkan itu terinternalisasi sampai gaya berpakaiannya. Mungkin karena terus berpikir kek gitu ya gw jadi pribadi yg berantakan hahaha.

Ada hal yang membuat gw sampai rela-relanya menulis kritik untuk mereka, padahal lo bukan siapa2 gw dan gw juga bukan siapa2 buat lo. Gw takut dengan gaya mereka (pemimpin mahasiswa) justru gaya perlawanan ala anak muda justru hilang. Gw enggak bilang gayanya jelek atau enggak keren, bagus dong rapi, positif  thingking, santun dan ramah lagi. Tapi gw hanya takut kalau penampilan itu terinternalisasi dalam sehingga mereduksi jiwa pemberontakan, jiwa perlawanan anak muda melawan kebatilan. Gw takut dengan gayanya yg rapi karena mereka lebih sering berdiskusi diruangan rapat dengan para pemimpin di negeri ini dibanding melakukan aksi perlawanan dilapangan, lebih senang melakukan hal-hal yang elegan dimata orang-orang tua dan  tampak berwibawa dengan baju-baju rapinya dimata orang-orang yang mereka pimpin.

Errr, dalam hati gw pas ngelihat gaya dan tutur bahasa mereka di sosial media, rasanya pantas kalau presiden SBY bisa jadi jadi presiden pertama di Indonesia yang turun tanpa cacat kalau semua prediksi gw tentang para pemimpin mahasiswa ini benar. Dan sangat sekali wajar kalau presiden SBY bisa bertahan dua periode kepemimpinan dengan predikatnya yang politik pencitraan masih dipilih oleh masyarakat, sama halnya dengan para pemimpin mahasiswa generasi sekarang yang gaya-gayanya mirip presiden SBY (sopan,ramah, rapi,dsb). Mungkin masyarakat kita saja yang seringnya melihat dari penampilan, kalau enggak rapi, enggak ramah, enggak sopan,enggak sering posting quotes ditwitternya, enggak santun,enggak terilhat baik, dan enggak sering-sering kasih motivasi atau tanda smile di akhir kata-katanya enggak akan menang. Cih kalau itu semua benar kapan negeri ini bisa maju.

Silahkan teman-teman yang baca blog ini searching di google tentang transkrip debat calon presiden Amerika Serikat, antara matt romney dan barack obama; mereka enggak ragu saling kritik, saling serang, dan berdebat substansi yang dibawa. Tapi walau hanya kritik, keduanya menunjukkan keinginannnya untuk memimpin Amerika Serikat menjadi lebih baik. Dan tampaknya kondisi tersebut masih jauh kalau dibandingin di Indonesia, mau pemilu presiden, pemimpin daerah, atau bahkan mahasiswa sekali pun. Karena citra yang baik tidak dibangun oleh konfrontasi dan gw sangat tidak yakin ada akan ada debat konfrontasi secara substansi di Indonesia sekarang.

Jangan di contoh! tampangnya sudah ngeselin, kelakuannya berandalan

Ya okelah kita tutup tulisan ini dengan sedikit renungan: kalau generasi 20an punya sejarah anak muda ditahun 1920&1928, anak muda tahun '45 punya sejarah bikin Indonesia merdeka, anak muda tahun '60an punya sejarah tahun '66, anak muda '90an bangga punya reformasi, mungkinkah generasi 2000an punya sejarah anak muda membangun negeri ini? Semoga kiamat enggak jadi akhir tahun ini

3 catatan pembaca:

wedar mengatakan...

setuju bos, setuju bangett, butuh sosok manusia independen dan sedikit beringas

Randy R mengatakan...

betul banget. Pemimpin muda sekarang terlalu mainstream

najm mengatakan...

well aku baca ini sambil bayangin ekspresi mukanya kak adham kalo ngomong live hehe anyway sori kak aku kepo-kepo, tapi aku selalu keingetan kata2nya kak adham soal ga ada pemimpin yang template, yaaa mungkin skrg lg pada nemplate kali ya kak begitu. tapi aku sih sebenernya terserah lah pemimpin itu gayanya mau kayak apa, yang penting itu pemimpin bukan yang 'muka dua' aja sama orang-orang yang dipimpinnya

Posting Komentar