Kegiatan Kemahasiswaan & Pergerakan Kemahasiswaan

Aktivitas di kampus, mulai dari pertandingan olahraga,kaderisasi, dies unit ataupun himpunan, diskusi, latihan sepakbola maupun olahraga-olahraga lainnya, belajar, aksi, event karya kampus, ataupun hal-hal lainnya yang dilakukan selama menjadi mahasiswa di kampus. Namun nampaknya, perlu adanya pembedaan, antara kegiatan kemahasiswaan dan pergerakan kemahasiswaan. Tidak selamanya kegiatan kemahasiswaan adalah pergerakan kemahasiswaan. Bedakan, antara student activity dan student movement.

Pergerakan kemahasiswaan dalam hal ini adalah gerakan mengubah realita sosial yang telah dilakukan sebelumnya oleh para mahasiswa terdahulu dalam gerakan-gerakannya, contoh : gerakan mahasiswa angkatan '66, gerakan mahasiswa ITB tahun '78, reformasi, dsb. Gerakan-gerakan tersebut telah mengubah realita sosial dimasyarakat, gerakan reformasi contonya, mampu menggulingkan rezim orde baru dan meneriakkan demokrasi ke sela-sela peradaban masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan KBBI, gerakan sosial adalah tindakan terencana yg dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat disertai program terencana dan ditujukan pd suatu perubahan atau sbg gerakan perlawanan untuk melestarikan pola-pola dan lembaga-lembaga masyarakat yg ada; . Yaa, gerakan kemahasiswaan adalah gerakan sosial, karena gerakan mahasiswa mengubah realitas yang ada di masyarakat.

Sedangkan kegiatan kemahasiswaan adalah aktivitas,usaha,ataupun pekerjaan mahasiswa. Kegiatan kemahasiswaan adalah hal-hal yang ditujukan untuk mengembangkan kapabilitas, soft skill, ataupun keahlian lainnya, bukan untuk mengubah realitas sosial. Contoh dari kegiatan kemahasiswaan adalah event olahraga, pertunjukan, naik gunung, menyelam di air, ataupun hal-hal lain yang ditujukan untuk mengembangkan karakter dan keahlian.

Pergerakan kemahasiswaan hari ini telah bergeser menjadi kegiatan kemahasiswaan. Hal-hal yang ditujukan untuk mengembangkan soft skill dianggap mengubah realitas sosial. Padahal kedua hal ini adalah hal yang berbeda, yang saya pun tak tahu apa benang merah penghubung keduanya. Kegiatan kemahasiswaan, harusnya dapat menjadi penunjuang untuk pergerakan kemahasiswaan, HARUSNYA! Namun terkadang, kondusifnya kampus sebagai lahan berkegiatan, membuat mahasiswa terlena akan hal-hal yang terjadi diluar kampus. Kekondusifan dan kenyamanan berkegiatan inilah yang akhirnya perlahan-lahan membuat pergerakan kemahasiswaan mundur karena butanya dengan realtias yang ada diluar gerbang kampus. Pergerakan kemahasiswaan adalah hal yang tabu. Sehingga kegiatan kemahasiswaan dapat dianggap menjadi gerakan mahasiswa. Orang-orang mulai mendapatkan cap sebagai aktivis, karena aktivitasnya dikampus, bukan karena pedulinya ia dan menjadi intelektual organik yang menggunakan soft skillnya untuk mengembangkan lingkungannya.

Pergerakan dan kegiatan kemahasiswaan, dua hal yang berbeda! Walau kebanyak sejarah mencatat lebih banyak tentang gerakan kemahasiswaan. Walau lebih nyaman untuk berkegiatan dikampus. Pergerakan dan kegiatan kemahasiswaan, keduanya adalah hal positif, keduanya adalah pengembangan, pengembangan realitas sosial dan pengembangan diri. Tidak ada yang salah dengan keduanya, saya pun tidak bermaksud untuk mendeskriditkan salah satunya, kedua hal tersebut adalah penting untuk para pemakai identitas mahasiswa. Dan semoga saja, kedepannya kegiatan kemahasiswaan dan pergerakan kemahasiswaan dapat berjalan maju beriringan tanpa saling mendahului dan menyingkirkan

2 catatan pembaca:

adam pasuna jaya mengatakan...

kalo konser amal gimana?
itu kan juga gerakan sosial-ekspresif
tapi itu juga kegiatan mahasiswa,bikin konser.
iya gk?kyknya emang bisa ada kesamaan antara kegiatan mhsiswa dan aktivitas mhsiswa

oiya soal yg di cap aktivis2 itu,mantab kali.
stuju heheh..

LIZ mengatakan...

Postingnya bagus :)
Memang terdapat pergeseran kegiatan mahasiswa dari pergerakan mahasiswa menjadi aktivitas mahasiswa.
Tapi memangnya yang namanya aktivis kampus hanya mahasiswa yang melakukan pergerakan? :)

Posting Komentar