Petugas parkir ITB, nasibmu kini

Sebagai salah seorang pengguna sepeda motor dan mahasiswa yang letak gedung kuliahnya cuman berjarak kurang dari 30 meteran dari parkir selatan ITB, udah jadi sebuah habitat gw buat selalu lewat parkiran selatan/parkiran SR. Parkiran SR adalah salah satu dari tiga tempat parkir di ITB, selain parkiran sipil dan parkir utara. Awalnya parkiran di ITB ini dikelola oleh koperasi ITB, namun karena satu hal dan lain hal, parkiran ini jadi dikelola oleh swasta (namanya ISS), yaa yang saya tau selain karena perda kota Bandung yang mengharuskan untuk memberikan jasa parkiran ke swasta apabila ada sejumlah 300 pengguna parkir, parkiran ITB ini dikritik karena tidak bisa menjaga kebersihan dan setoran yang jumlahnya jauh dari jumlah pengguna parkir, mungkin defisit juga kali ya, tapi mau enggak mau kalau memang betul itu adalah alasannya, maka mahasiswa ITB juga turut andil dalam pembagian kesalahan ini.

Pekerjaan sebagai petugas parkir di ITB bagi saya tidak manusiawi, selain karena mereka berstatus kontrak dan hidup dalam ketidakpastian karena belum tentu dapat bekerja lagi setelah kontraknya selesai, pekerjaan mereka mengharuskan untuk bekerja siang-malam. Err.. rasanya saya selalu kesal kalau pulang malam dari kampus terus masih melihat para petugas parkir menjaga pintu masuk, yaa tapi apa mau dikata memang kuliah di ITB bisa membuat pulang malam.

Bagi saya, yang jadi titik tekan permasalahan bukan karena digantinya koperasi menjadi swasta, bukan pula karena tarif parkir yang naik dari biasanya parkir sepuasnya seribu perak sehingga sekarang jadi 1000 perak per 12 jam untuk motor dan 2000 perak per 12 jam untuk mobil, karena untuk masalah digantinya lembaga yang mengurus parkiran menjadi swasta juga menyerap tenaga kerja, kalau kita marah-marah sama ISS, sebenarnya sama aja, kita menuntut untuk tidak adanya gaji bagi para pekerja di ISS, terus juga bukan karena kenaikan tarif parkir, memang kenaikan tarif parkir jadi sorotan, tapi kalau di ganti dengan kualitas yang lebih baik? Nah permasalahannya adalah ketidakjelasan kesejahteraan petugas parkir lama yang sekarang telah dipecat, mereka di pecat hanya kurang dari H-1 setelah digantinya menjadi swasta dan sekarang entah apa yang harus mereka katakan kepada anak dan istri mereka karena telah kehilangan kerja. Mungkin teman-teman bisa aja bilang life must go on kali-kali aja mereka bisa sukses jadi miliarder kalo enggak jadi petugas parkir, eh men lo pikir hidup ini kayak di komik doraemon yang lo tinggal merengek terus dapet alat dari doraemon, hah? kalo mereka berpendidikan juga enggak akan kerja jadi petugas parkir, yang jadi permasalahan hari ini adalah ketidakpastian kesejahteraan 20 orang petugas parkir ITB, bekerja dimana? gimana caranya menafkahi keluarga? gimana hidupnya setahun kedepan? dan bagaimana-bagaimana lagi pertanyaan tentang kesejahteraan mereka yang akan dijawab oleh para mahasiswa kampus ganesha


sumber foto : dokumentasi kampanye dik2win, 2010

Peraturan Zonasi

Peraturan Zonasi dibuat untuk mengantisipasi dampak yang timbul dari pemanfaatan ruang sehingga perlu adanya sistem pengendalian pembangunan dan pedoman pengelolaan kawasan yang sesuai dengan karakteristik dan/ kebutuhan kawasan tersebut sejalan dengan tingkat perkembangannya. Peraturan zonasi juga dibuat karena diperlukannya alat operasionan rencana tata ruang dan suatu peraturan yang melengkapi RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) agar pengendalian pembangunan lebih efektif. Sehingga fungsi dari peraturan zonasi adalah untuk perangkat pengendalian pemanfaatan ruang, pedoman pengendalian, dan dasar dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Pengertian zonasi menurut UU nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang tidak disebutkan dalan UU, namun dijelaskan dalam penjelasan umum UU, yaitu terdapat pada penjelasan umum nomor 6, yang menyebutkan, peraturan zonasi merupakan ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/peruntukan yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tataruang. Dan disebutkan pula dalam penjelasan pasal 36 ayat 1, yaitu peraturan zonasi merupakan ketentuan yang mengatur pemanfaatan ruang dan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan dengan rencana rinci tata ruang. Peraturan zoning dalam ruang lingkup UU 26 tahun 2007 termasuk dalam pengendalian pemanfaatan ruang dalam bentuk pelaksanaan di penyelenggaraan penataan ruang.

Sumber gambar: http://townhall.townofchapelhill.org/agendas/2007/05/07/2a/2a_northern_area_moratorium_memo.htm
Peraturan zonasi diberbagai negara terdiri dari dua unsur, yaitu zoning map dan zoning text/statement. Zoning map berisi tentang pembagian blok peruntukan (zona) dengan ketentuan aturan untuk tiap blok peruntukan dan mengggambarkan peta guna lahan dan lokasi tiap fungsi lahan dan kawasan. Sedangkan Zoning tex/statement/legal text berisi tentang aturan-aturan yang menjelaskan tentang guna lahan suatu kawasan, permitted and conditionan uses, minimum lot requarements, standar pengembangan, dan administrasi pengembangan zoning. Materi-materi yang terkandung didalamnya adalah zona-zona dasar, seperti zona budidaya atau pengembangan, penggunaan lahan dan bangunan, intensitas (seperti KDB,KLB,KDH,dsb), tata massa bangunan, persyaratan prasaranan minimum, dan aturan tambahan seperti estetika,media,reklame, pemandangan. Penyusun atau lembaga yang menjadi aktor dalam peraturan zonasi ini dibagi menjadi empat klasifikasi, yaitu planning zommision (di Indonesia berupa Bappeda) yang bertugas merekomendasikan batas zona, menelaah dan membuat rekomendasi untuk semua perubahan terhadap peraturan/peta zonasi, boar of appeal (BKPRD,TKPRD) yang mempertimbangkan pemohonan variansi,pengecualian,keberatan,dan menafsirkan ketidak jelasan aturan/batas zona, governing body yaitu DPRD yang mengesahkan perda peraturan zonasi yang memimiliki kewenangan tertinggi dalam perubahan peraturan dan peta zonasi, dan terakhir adalah staff (aparat dinas daerah) yang bertugas untuk mengadministrasikan permohonan peraturan zonasi, menegakkan peraturan zonasi, menyediakan telaah proyek atau informasi lainnya untuk ketiga lembaga diatas.

Tahap-tahap dalam pembuatan peraturan zonasi antara lain adalah menyusunan klasifikasi zona (zona budidaya atau zona lindung), penyusunan daftar kegiatan, deliniasi blok peruntukan,penyusunan aturan teknis zonasi, standar zonasi, pemilihan teknik pengaturan zonasi, penyusunan zoning map dan zoning text, penyusunan perhitungan dampak, peran serta masyarakat, dan aturan administrasi. Dalam penyusunan aturan pelaksanaan ini terdapat 3 aturan lainnya, yaitu variansi,insentif dan disentif, dan aturan mengenai perubahan pemanfaatan ruang. Aturan variansi adalah kelonggaran yang diberikan untuk tidak mengikuti peraturan zonasi yang ditetapkan pada suatu persil tanpa perubahan yang berarti dari peraturan zonasi yang di tetapkan. Jenis-jenis variansi yang diperbolehkan antara lain minor variance atau izin untuk bebas dari aturan standar demi menghilangkan kesulitan akibat kondisi fisik lahan, non conforming dimension yaitu kelonggaran berupa pengurangan ukuran dari yang ditetapkan seperti perubahan koefisien dasar bangunan, non conforming use adalah izin yang diberikan untuk melanjutkan penggunaan lahan.bangunan/struktur yang telah ada waktu peraturan zonasi ditetapkan dan tidak sesuai dengan peraturan zonasi, interim development yang berupa izin pembangunan yang diberikan untuk melaksanakan pembangunan antara tahapan dari pembangunan secara keseluruhan, dan terakhir interim temporaru use atau izin penggunaan lahan sementara yang diberikan dalam jangka waktu tertentu sebelum pemanfaatan ruang final direalisasikan. Aturan kedua adalah aturan insentif dan disensitif. Aturan insentif adalah aturan untuk mendorong pembangunan yang memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan sejalan dengan rencana tata ruang sehingga dapat pula mendorong partisipasi masyarakat dan pengembang dalam pelaksanaan pembangunan. Sedangkan aturan disensitif adalah aturan-aturan untuk menghambat atau membatasi pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang atau pembangunan yang menimbulkan dampak cukup besar untuk masyarakat di sekitarnya. Aturan lainnya adalah aturan mengenai perubahan pemanfaatan ruang. Perubahan pemanfaatan lahan yang berbeda dari penggunaan lahan dan peraturannya yang ditetapkan dalam peraturan zonasi dan peta zonasi. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi fleksibilitas pemanfaatan ruang sehingga membuka peluang yang lebih besar bagi pihak swasta untuk berpatisipasi dalam pembangunan secara seimbang dengan tetap berorienstasi pada usaha melindungi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat. Jenis perubahan yang biasanya dilakukan adalah seperti perubahan penggunaan lahan, intensitas pemanfaatan ruang, ketentuan tata massa bangunan, dan perunahan ketentuan prasarana minimum juga perubahan lainnya yang masih ditoleransi tanpa menyebabkan perubahan keseluran blok/ sub blok peruntukan. Sedangkan sanksi yang dilakukan untuk pelanggar peraturan zonasi adalah sanksi pidana, sanksi perdata, dan sanksi administrasi.

Ulasan singkat tentang PLTSa Gedebage

TPA Sarimukti sudah mau pensiun, tapi Kota Bandung masih memegang predikat kota lautan sampah, datanglah kucluk kucluk, PT.BRILL dengan tawaran solusi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), yang rencananya akan diletakan di kawasan gedebage (kawasan gedebage emang kawasan primer sih, mana konturnya rata kan, jadi emang sasaran tempat dibandung banget buat melakukan sesuatu).

Ternyata eh ternyata, PLTSa enggak bisa jadi solusi permasalahan di Kota Bandung, tau kenapa?? yang pertama adalah insunerator yang digunakan, mesin pembakaran, pipa insunerator ini musti tinggi banget dan enggak bisa diletakan dicekungan Bandung, karena asap yang keluar dari cerobong tersebut akan mencemari Kota bandung yang punya efek bahan kimia, selain itu insunerator yang digunakan adalah insunerator murah yang dibeli second dari Cina, sedangkan di negara semaju Cina, insunerator tersebut tidak lagi digunakan karena lebih mencemari udara. Oke itu tadi dari sisi teknologi yang digunakan, sekarang dari sisi dampak sosial yang akan lahir dari warga yang tinggal di sekitaran daerah tersebut, coba deh bayangin bagaimana orang-orang yang akan tinggal di daerah tersebut yang setiap hari akan berlalu-lalang kendaraan pengangkut sampah, seberapa bau, kotor, dan efeknya terhadap kesehatan penduduk sekitar. Untuk dampak sosial lain di Kota Bandung, kampanye 3R tidak akan ada artinya, mengapa? karena saat PLTSa ini mulai beroperasi, diperkirakan orang-orang akan mulai malas untuk mengomposkan sampahnya sendiri karena mulai berpikir tinggal dibakar di gedebage. Informasi lain juga, ternyata sampah di Kota Bandung masih kurang untuk menjalankan PLTSa dengan optimal, karena itu pula pemda kota Bandung berencana untuk mengimpor sampah, eaaaaaaaaa!!!!! Belum lagi ketidak efisienan PLTSa untuk membangkitkan listrik, karena diperkirakan listrik yang dihasilkan hanya cukup untuk menjalanakan mesin-mesin di PLTSa itu sendiri setiap hari.

Lalu, dikala Kota Bandung menjadi kota lautan sampah dan TPA Sarimukti akan ditutup dan segala macam efek dari terbangunnya PLTSa, apa masih perlu solusi praktis ini? biar dinding-dinding gedebage yang berbicara


Seks Ide

Seks, yeaah! Selalu enak dan seru bagi para pria kayaknya buat bicara tentang seks, proses menggabungkan dua perangkat genetika untuk menciptakan sesuatu yang baru. Seks sebagai suatu proses reproduksi itu bisa dibilang adalah cara membagi kepada sesama. Gw enggak pernah mengalami tapi gw yakin seks itu enak (kalo enggak, enggak mungkin dilarang oleh Tuhan), hahahahhaha.

seks bebas jangan, seks ide boleh

Oke enggak usah lama-lama ngomongin seks, nanti topik tulisannya jadi berubah, wuehehe, nah sekarang, apa itu seks ide? Sebenarnya sama kayak apa yg di jelaskan oleh Hegel di dialektika (thesis, anti thesis, dan sintesis), proses diskusi, nah seks versi otak ini adalah menciptakan solusi yang sukses seperti halnya seks biologis dalam menciptakan organisme yang sukses. Tapi teori dialektika hegel sama-sama bisa ngebuat solusi!? nah yg membedakan teori dialektika hegel adalah tentang pensuasanaan diskusi tersebut. Gw tadi udah bilang seks itu enak dan sebuah proses membagi, seks ide ini adalah proses mencari ide-ide baru. Sebenarnya seks ide ini sudah sering kita lihat, malah mungkin sudah pernah di praktikan, cuman belum dipikirin aja, pernah liat teman lama yang tiba-tiba dia pindah tempat sekolah, terus ketemu lagi, pasti akan ada cerita-cerita baru dari dia, lo juga punya cerita-cerita baru, lo dan teman lo sama-sama punya pengalaman baru, bahkan perspektif baru. Seks itu proses membagi, sama seperti seks ide, sama-sama membagi inspirasi, sehingga kalo gw lanjutin cerita yg barusan, ketika lo balik lagi ke sekolah, mungkin lo punya satu dua hal dari cerita teman lo yang lo praktikan di sekolah.

Pernah lihat orang kreatif? orang kreatif itu bukan cuma karena bakatnya dari kecil, tapi juga tentang aktifitasnya yg berbeda, kalo di ingat-ingat, salah seorang ilmuwan prancis
Louis Pasteur pernah katakan,'suatu penemuan ilmiah, tidak pernah merupakan hasil karya satu orang'. Yang gw tarik dari adalah jarang banget kalau ide-ide hebat adalah karya satu orang, Charles Darwin dengan karyanya the origin of species , terinspirasi dari kakeknya, Erasmus Darwin, yang mengusulkam teori tentang evolusi. Cerita lain lagi, Wright bersaudara, penemu pesawat terbang, penelitiannya itu memakai riset aerodinamika.

Ide adalah sumber solusi, dan berpikir dan cara memandang adalah kunci dari sebuah ide, orang yang punya ide-ide segar itu adalah orang yang mengambil perspektif lebih jauh dan berpikir akan kecocokan inspirasi barunya di tempatnya yang lama. Kalau mau jadi pemimpin, jadilah sumber solusi (pesan dari kakak PSIK), dan kalau mau punya solusi, carilah ide!

Nah sekarang gimana caranya muncul ide-ide baru? Kalau lo ada dalam organisasi, maka hindari rapat-rapat yang membosankan, rapat yang tegang, serius, itu pasti lo enggak akan rileks dan cepat bosan, kalo kayak gtu keadaannya dan lo bukan seorang pemegang forum, buruan kacaukan pikiran teman2 lo, di refresh lagi, satu dua kali ice breaking kayaknya mempan deh buat bikin forumnya jadi senang, karena ide-ide menarik itu muncul kalau dalam keadaan santai dan menyenangkan. Kalo enggak buat pesta, senang-senang banget ngk tuh, karena pesta itu buat orang untuk berkumpul, keadaannya juga rileks, coba satu dua kali ngobrol saat keadaan kayak gini, kayaknya bisa dapet satu dua cerita juga dari teman2 lo. Terus cara lain lagi, makan malam!! Seorang presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan, pernah berkata bahwa hal-hal besar itu bermula dari meja makan malam!!! Orang saat makan bareng ia butuh yang dibicarakan selama makan, yaaa enggak mungkin banget lo makan berduaan kagak ada yg diomongin, pasti lo bakalan ngobrol, cuman tinggal apa dan ke arah mana obrolan lo akan bergulir. Apalagi kalau saat makan kan suasananya informal, enggak kayak presentasi, jadi kalo ide-ide liar lo keluar disana sih pasti bakalan di maafkan. Cara lain lagi, ketemu ahli dibidang lain, misalnya lo seorang planner dan membutuhkan sebuah solusi atas pekerjaan lo, maka gw sarankan hindari minta solusi dari seorang planner juga, bisa gila lo! hahahahaha, kalo planner ketemu planner lagi, harusnya cara pikirnya sama, malah mungkin planner yg lo temuin lebih detail, lebih pinter, lebih berpengalaman, sehingga mungkin lo malah dapet masalah baru! Cobalah ngobrol bareng ahli yang kalo dipikir-pikir kerjaan lo enggak bakal ada nyambung-nyambungnya sama pekerjaan dia, makin enggak ada hubungannya pekerjaan itu orang, maka dia bakalan punya cara berbeda untuk membantu lo memecahkan solusi. Cara lain yg selalu gw pakai dan gw yakini ini adalah sumber ide adalah baca buku. Kalau enggak ada buku dewa ganesha enggak bisa jadi dewa ilmu pengetahun jikalau ia enggak memenuhi tantangan untuk mengililigi dunia dan ia selesaikan dengan membaca buku.

Yaa itu ajalah tentang seks ide, semoga ini juga jadi seks antara gw dan lo yg baca, semoga jadi ide baru untuk mencari ide, okee?? :)

Layaknya keluarga

planolapan


psik itb
family isn't whose blood you carry, it's who you love and who loves you
-Jackie Chan in The Spy Next Door (2010)

Watak / Karakter Sunda

Orang sunda diyakini memiliki watak atau kepribadian. Ada lima watak orang sunda, yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai). Yuk ah mun teu ngoprek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (di ulik-ulik, sehingga hasilnya bisa jadi bermanfaat bagi kehidupan, bener ngk ya? Hahahhaha, maklum lagi belajar jg, hehe).
  • Cageur (sehat)
Cageur berarti harus sehat secara jasmani dan rohani, sehat dalam berpikir,berpendapat, sehat lahir,batin,dan moral, sehingga sehat berbuat dan bertindak
  • Bageur (baik)
Bageur berarti baik hati, sayang terhadap sesama, banyak memberi pendapat, dan kaidah moril terpuji atau materi, tidak pelit, emosian, penolong, dan ikhlas dalam kata-kata maupun perbuatan.
  • Bener (benar)
Bener yaitu tidak bohong, tidak asal-asalan dalam mengerjakan tugas pekerjaan, amanah, lurus menjalankan agama, benar dalam memimpin, berdagang, tidak memalsu atau mengurangi timbangan, dan tidak merusak alam.
  • Singer (Mawas diri)
Singer berarti penuh mawas diri bukan was-was, mengerti pada setiap tugas, mendahulukan orang lain sebelum pribadi, pandai menghargai pendapat yang lain, penuh kasih sayang, tidak cepat marah jika dikritik tetapi diresapi makna esensinya
  • Pinter (Cerdas)
Pinter berarti pandai ilmu dunia dan akhirat, mengerti ilmu agama sampai ke dasarnya, luas jangkauan ilmu dunia dan akhirat walau berbeda keyakinan, pandai menyesuaikan diri dengan sesama, pandai mengemukakan dan membereskan masalah pelik dengan bijaksana, dan tidak merasa pintar sendiri sambil menyudutkan orang lain.

Sumber gambar: http://lajuardyhardian.blogspot.com/2013/09/download-kkumpulan-lagu-sunda-katineung.html


(diambil dari beberapa sumber)

Mengulik 'Manusia Indonesia'

Eyaaa, karena habis baca bukunya Moectar Lubis, Manusia Indonesia, maka saya ingin membagi sedikit pengetahuan saya dari buku Manusia Indonesia ini, oke lah, Moectar Lubis menuliskan enam ciri manusia indonesia, yaitu : hipokritis atau munafik, segan & enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, percaya takhayul, artistik, dan punya watak yang lemah. Sebelum lebih jauh, saya ingin mensugesti kalian
'Budaya membangun karakter manusia!'


Buku manusia indonesia karya Mochtar Lubis

Nah, sekarang akan saya ceritakan satu per satu ciri manusia indonesia menurut Mochtar Lubis,
1. Ciri Kesatu : Hipokritis atau Munafik
Cerita kemunafikan manusia indonesia ini dimulai dari jaman feodal di Indonesia sampai massa orde baru yang terkenal dengan ABS-Asal Bapak Senang. Karakter manusia indonesia yang terus menerus ditekan oleh pemilik kekuasaan dan kekuatan ini membuat orang indonesia bermanis lidah, ia rela berbohong untuk menyelamatkan hidupnya. Contohnya : Lo ngk berani ngomong di depan kelas kalau pelajaran dosen A itu membosankan (ngomong ke dosennya), kalo depan dosen A yaa baik-baik aja

2.Ciri Kedua : Segan & Enggan bertanggung jawab atas perbuatannya
Di negeri ini, ketika satu orang diantara kita diberi tugas dan ternyata salah, biasanya dia akan menyalahkan atau melemparnya ke orang lain,'loh! bukan saya yg salah, kerjaan ini dikasih dari atas saya!' ,atau kata-kata'bukan saya' cukup populer di Indonesia, kalo di tanah sunda sih,'naha aing?' hehe

3.Ciri Ketiga : Berjiwa Feodal
Kayaknya ada fenomena menarik di negeri ini, kalau ada pemilihan organisasi ibu-ibu, biasanya istri pejabat yang akan jadi ketuanya. Dipilih bukan karena kapasitas,kemampuan, atau pengalamannya, tapi karena ia istri pejabat. Jiwa feodal bangsa ini adalah hasil dari feodalisme yang menjajah negeri ini, dari jaman kerajaan hindu,budha, di pajakin sama VOC nya portugis sampe belande dateng dan punya pemimpin negeri sendiri yang feodal

4.Ciri Keempat : Percaya Takhayul
Kayaknya enggak usah panjang lebar gw tentang ini, orang indonesia sebenarnya logis (dalam definisi sederhana, yaitu kemampuan menarik kesimpulan), tapi daya logisnya tercampur oleh takhayul-takhayul animisme dan dinamisme, jadi sekarang suka melogiskan takhayul

5.Ciri Kelima : Artistik
Karakter percaya takhayul, membuat manusia indonesia ini sukanya pasang jimat-jimat,kalung yang katanya ada roh, atau cincin yang pakai jin, sehingga kemahiran otak kanan manusia indonesia pun terasah. Hasil karya seni anak bangsa kita juga jadi salah satu ke-ajaiban dunia (baca : candi borobudur)

6.Ciri Keenam : Punya watak yang lemah
Hah! Manusia di negeri ini memang sulit untuk konsisten atau mempertahankan dan bahkan memperjuangkan keyakinannya, enggak salah kalau kita dengar ada satu dua orang yang lupa sama ucapannya si masa lalu, mungkin terpengaruh oleh sifat munafiknya

7.Ciri Lainnya :
Ciri lain karakter manusia indonesia yang dipaparkan oleh mochtar lubis, adalah tidak hemat,tidak suka bekerja kerasnya dan lebih suka yang instan, tukang mengeritik tetapi tidak secara terbuka, cepat cemburu atau dengki dengan orang yang lebih hebat dari dia (rumput tetangga terlihat lebih tinggi dibanding rumput sendiri), sok, tukang tiru,kejam,malas akibat anugrah Tuhan atas alam yang murah hati, tidak peduli dengan orang lain selama dirinya tidak mendapatkan dampak dari perbuatan orang lain tersebut, berhati lembut & suka damai, rasa humor yang baik sehingga masih dapat tertawa di saat-saat sulit, cepat belajar/terampil, memiliki kesabaran yang luar biasa, dan selalu memasang wajah yang suka dilihat oleh orang lain.

Oke, saatnya saya memberi penjelasan atas sugesti saya di atas, budaya membangun karakter, hidup itu tentang sebab-akibat, kejadian di masa lalu yang membentuk karakter hari ini, rangkaian peristiwa kemarin menentukan sikap kita di masa depan, sejarah negeri ini dari jaman animisme,dinamisme,kerajaan, penjajahan,feodalisme, dan ke otoriteran yang membuat karakter kita hari ini. Entah para pembaca setia blog saya sepakat atau tidak dengan karakter manusia indonesia yang dipaparkan oleh moctar lubis, tetapi ini adalah pendapat moctar lubis, pertanyaannya bukan lagi,'tahu darimana mochtar lubis?',tapi,'karakter manusia indonesia apa yang kita inginkan??' silahkan dipikirkan dalam hati dan susun rencana anda untuk hal besar tersebut

Kamus Sepeda

Karena sedang punya hobi baru (sepeda an), maka gw mau share dikit tentang beberapa kamus tentang sepeda (kalo ada yg lebih tahu share di sini jg ya, hehe)

handle bar/risebar = stang
stem = penghubung antara handlebar dengan bagian atas fork
fork = garpu depan
frame = rangka sepeda
crank = gir depan dan batangnya
seat post = batang sadel
saddle = sadel
chain ring = lingkaran gir depan
cog = gir belakang
hub = as roda yang ada lubang buat jeruji
flipflop = hub dengan dua cog kanan kiri buat fixed gear dan satunya freewheel
freewheel = sistem cog seperti sepeda biasa
toe clip = pelindung atau pengikat kaki yang dipasang di pedal
bottom bracket = as crank
skid = penahan roda belakang

"Jikalau hari ini belum bisa memberikan sumbangsih terbaik, maka berhentilah bercita-cita tinggi!"

Car Free Day (CFD) & Kampanye Kendaraan Bebas Polusi

Car Free Day di sepanjang jalan dago, Bandung, cerita awalnya bukanlah sarana untuk mengurangi polusi, acara yang baru saja di sah kan kurang dari seminggu dari hari pelaksanaan pertamanya ini sudah berlangsung sekitar dua bulan lebih, maaf yaa saya lupa waktu tepatnya kapan, hehe, tapi yang pasti CFD ini dibuat tujuan utamanya nya untuk memberikan sarana baru untuk berolahraga,ingat yaa bukan karena untuk mengurangi polusi (mungkin termasuk tujuannya juga, tapi yaa sepertinya bukan jadi tujuan utama). Latar belakang adanya CFD setiap hari minggu pagi sampai pukul 10.00 ini adalah karena kurangnya lahan berolahraga lagi di kota Bandung, ada sih SARAGA, tapi kapasitasnya udah enggak cukup, dan disana enggak bisa berolahraga lain selain lari, sepakbola, goyang poco-poco, futsal, berenang, dan aerobik. Hemm, nah timbul lah inisiatif untuk membuat CFD, dan teng tereng tereng, jadilah CFD setiap minggu dari pukul 05.30-10.00 di sepanjang jalan dago.

CFD ini jadi ajang unjuk gigi para pesepeda, enggak bosan saya tiap pagi di CFD ngeliat orang berbondong-bondong touring dengan sepedanya, atau kumpulan sepeda-sepeda ontel dan sepeda fixie, ada juga B2C atau bike to campus, kumpulan para mahasiswa/i yang menggunakan sepedanya untuk ke kampus. Ada juga kerumunan orang-orang dancer, skater, atau pesepatu rodaan di CFD setiap minggunya, belum lagi orang-orang yang senam pagi dipimpin oleh beberapa radio lokal.

Seketika, perlahan demi perlahan, munculah banyak pesepeda dikampus saya, ITB, pertama emang saya ngambil sepeda dari rumah om saya, hehe, tiba-tiba, satu,dua, dan satu per satu teman saya jadi bawa sepeda dikampus, wouuuwwww, belum lagi kampanye transGREENeration oleh HMP Pangripta Loka,HAHAHAHHAHAHA, yaaa.. forum-forum tentang sepeda juga jadi mulai ramai. Yaa emang mungkin ini perspektif dan subjektif saya aja sih, tapi emang CFD di kota bandung ini jadi lahan banget buat kampanye mengurangi kendaraan berpolusi, belum lagi isu yang berkembang saat ini mau diperluas lagi tempat CFD di jalan dago, sampai stasiun hall mungkin, hehe, ngasal banget! Tapi, olahraga sehat bukan cuman saat hari minggu di CFD, tapi bisa juga setiap saat dengan menggunakan kendaraan bebas polusi, seperti sepeda atau sepatu roda mungkin. Dengan menggunakan kendaraan bebas polusi konvensional (sebut saja sepeda atau sepatu roda yang menggunakan tenaga manusia) berarti memompa otot jantung selama perjalanan, berbeda dengan kendaraan bermotor seperti motor atau mobil, hanya duduk dan tidak banyak memompa otot jantung, alhasil banyak pengendara kendaraan bermotor tersebut yang mengantuk selama perjalanan, belum lagi mengirit BBM, biaya parkir, atau biaya masuk lainnya, dan keuntungan kesehatan karena berolahraga, ya memang tidak usah juga setiap hari menggunakan kendaraan bebas polusi, cukup satu,dua hari saja, rebeka juga kan kalo ada event penting yang harus cepat tapi menggunakan kendaraan bebas polusi.

Yaa, terakhir, harapan saya, CFD di jalan dago ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kampanye kendaraan bebas polusi sehingga kota bandung bisa terkenal bukan hanya dari motornya saja, kota sepeda mungkin ? :)

OSKM / INKM 2010

OSKM 2010, cerita panjang selama 2 bulan yg penuh canda,tawa,bahkan jg derita, 2 bulan penuh emosi, pembelajaran, dan bahkan hubungan pertemanan. Guncangan yg tak pernah berhenti, dari masalah keuangan,diklat yg dibekukan karena diklat keamanan, lalu adanya calon panitia medik,almarhum frans norman efraim, yang meninggal sebelum diklat TEPAT pada hari setelah diperbolehkan diklat kembali, yg setelah itu kami membekukan diklat sendiri untuk hari berbela sungkawa dan malam renungan, forsil-forsil yang melelahkan, forbas yang sunyi karena menghormati acara FPS PSM, birokrasi yg berbelit antara LK,Sarpras,LTPB, dan musuh baru bersama K3L, perubahan nama dari OSKM menjadi INKM, dan kekurangannya waktu untuk gladi panitia lapangan, bahkan sampai saat di hari H, hubungan yang terjalin dengan LTPB yang mulai merenggang, diusir oleh salah satu dosen dari sabuga, pemulangan yg diminta sporadis, opening yang tiba2 salah satu aktris dari LTPB naik kepanggung dan menurunkan flow,hari dimana taplok sama sekali enggak dapet kerja, evaluasi dengan massa kampus yang memanas, rapim dadakan dimalam hari, sampai akhirnya suhu terus menanjak tinggi yang banyak diantara kita saat itu, hari ini KM ITB sedang menjadi SATU dan memutuskan UNTUK MELAKSANAKAN CLOSING ILEGAL! ,menyusun konsep closing ilegal dengan teman2 KMSR, sampai akhirnya keputusan pada pukul 10 pagi di hari jum'at dari pak brian untuk melegalkan closing dan diberikan tempat di saraga dan dilanjutkan dengan briefing massa kampus setelah sholat jum'at yang merubah banyak konsep dari closing ilegal dan penurunan suhu massa kampus yang saya lihat. Bahkan saat closing OSKM/INKM 2010 itu pun, cobaan terus bergulir, hujan datang saat interaksi massa kampus, dan berujung pada ketidaksiapan dari panitia lapangan!
Esoknya, 7 Agustus 2010, OHU, open house unit, dengan segala terobosan yang ada, seperti bioskop kampus di ruang 9009,wahana karya, dsb, memberikan suasana berbeda di OHU tahun ini. Apalagi ketika gw benar2 tidur pulas di stand ATLAS bersama yopan karena berhasil menikmati perjuangan selama 3,5 jam sebelumnya di wahana karya untuk mendapatkan matras demi HMP! YEAH! Tapi masalah belum berakhir, izin tertulis yang keluar menyatakan dapat melakukan kegiatan sampai pukul 21.00 ternyata tidak valid, tidak divalidkan karena berjuta alasan, untuknya tidak ada masalah yang berarti saat closing selain tidak dipasanganya video dari Qinan, hemmmm....

2 bulan men! 2 bulan penuh canda,tawa,cerita,&derita. Semoga hubungan pertemanan yang terjalin dan pembelajaran yang didapat, akan terus berguna hingga suatu hari di masa depan (AMIN).

TERIMA KASIH OSKM/INKM 2010 !

Piala Dunia 2014??

Kemaren pas nonton bareng final piala dunia 2010 di kosan,tiba-tiba jadi mikir,
final piala dunia 2014 nonton sama siapa yaa?
masih dikampus? dikantor? dijakarta? diluar negeri? sama istri?

Indonesia di Piala Dunia

Indonesia adalah negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 Perancis. Tapi waktu itu Indonesia belum merdeka dan masih mengusung nama Nederlandsche East Indies atau Hindia Belanda. Pengiriman kesebelasan Nederlandsche East Indies sempat menjadi masalah. Pasalnya, NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Indonesia bersitegang dengan PSSI yang sudah berdiri sejak April 1930. PSSI yang saat itu masih dipimpin pendirinya, Ir. Soeratin, ingin agar pemain PSSI yang dikirimkan ke Perancis.

Namun, akhirnya yang dikirimkan adalah kesebelasan berbendera NIVU, karena PSSI belum diakui FIFA. Pemain-pemainnya pun bukan pemain PSSI, tapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusaha an Belanda. Sayang langkah kesebelasan Hindia Belanda hanya sampai di babak penyisihan, karena dipertandingan pertama dikalahkan oleh Hungaria dengan skor 0-6. Hungaria sendiri akhirnya sampai di grand final, meski hanya mampu menjadi runner up karena dikalahkan Italia yang menjadi juaranya.

Berikut skuad kesebalasan Hindia Belanda di World Cup 1938:
Beuzekom,
Henk Sommers,
Tan Mo Heng,
Hartung,
Tan Djien,
Hans Taihuttu,
Suvarte Soedermadji,
Frans Meeng,
Sutan Anwar,
Van Den Burg,
Frederik Hukom,
Nawir,
Tjaak Pattiwael,
Faulhaber,
Kolle,
Telwe,
Bing Mo Heng,
Jack Sanniels,
Tan Se Han.

Pelatih: Johannes Mastenbroek.

Kota = membangun interaksi sosial dan peradaban (?) BAGIAN 1

Menelusuri jalan Braga tentunya memberikan kesan-kesan jaman kolonial dan bagi saya,dan perjalanan kali ini membuat saya berpikir, bertanya tentang keilmuan yang sedang saya tekuni hari ini, pertanyaan sederhadan yang ada dibenak saya, apakah itu kota?

Pemikiran dan pertanyaan saya ini mulai berjalan ketika melihat megahnya bangunan Braga City Walk, owwouwww, bioskop murah dengan bangunan terbuka serta jalan dan bangunan-bangunan era kolonial belanda. Yang berjalan tak jauh dari situ terdapat rel kereta api dan perumahan kumuh disekitarnya. Dalam pemikiran sederhana, ketika berbicara tentang kota, berarti sejenak pemikiran akan tertuju pada bangunan-bangunan megah,kalangan borjuis,urbanisasi, kesenjangan sosial, dan mungkin juga tentang pola pikir masyarakat kota yang lebih rasional dibandingkan dengan orang-orang di desa. Saya teringat pada sebuah definisi tentang kota di jaman Yunani, Polis, sebuah definisi yang nantinya akan berkembang menjadi politik. Polis,politik, kota dan sebuah interaksi sosial, manusia adalah zoon politicon, tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain, tidak akan bisa bertahan hidup bila tidak adanya budi baik dari orang-orang disekitarnya, sebuah ketergantungan terhadap sesama manusia menumbuhkan interaksi, interaksi membutuhkan ruang, dan ruang membangun peradaban.

Begitu banyak cerita tentang peradaban dan ruang, sebuah kemajuan dari kearifan lokal, membangun paradigma baru, mengembangkan pemikiran dan pembangunan dalam konteks keruangan. Di lembah sungai indus, India yang muncul 2500 tahun silam sebelum masehi, Kota-kota dibentuk untuk berinteraksi dengan lingkungan melalui pembangunan rumah yang dibangun oleh batu bata, jalan raya yang lurus,dan sistem drainase yang bagus. 500 tahun setelahnya, lembah sungai gangga di antara pengunungan himalaya dan windyakedna di India Utara mengembangkan sistem persawahan terasering dan lahan pengumpulan ternak, begitu juga dengan Yunani dengan letaknya di sekitar laut tengah yang strategis untuk melakukan pelayaran dan pedagangan, merancang polis-polis yang sampai saat masih hangat ditelinga kita, Athena,Sparta, dan Thebe. Iskandar Zulkarnaen,atau lebih dikenal dengan Iskandar Agung, membangun peradaban Yunani yang dibantu pula oleh guru dan murid pemikir ulung zaman itu, Socrates,Plato,Aristoteles, dan pemikir-pemikir ulung lainnya, yang mendirikan universitas pertama di dunia,Lyceum di Athena sebagai pusat pendidikan yang kemudian mengembangkan kemajuan Yunani.

Penataan ruang dalam konteks kota, adalah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan, bahkan penjajahan. Kolonial Belanda contohnya, di Batavia (Jakarta), masyarakat pribumi dipisahkan menjadi golongan proletar kelas kedua dan ketiga, sehingga hanya mempunyai akses yang terbatas untuk melakukan pemberontakan saat itu. Kalangan borjuis dan golongan-golongan yang dianggap tidak berbahaya dipersilahkan untuk menempati tempat-tempat strategis di pusat Batavia. Untungnya, sekolah kedokteran pertama di seluruh Hindia Belanda, School tot Opleiding van Indische Arsten (STOVIA) atau hari ini lebih dikenal sebagai Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI Salemba), memberikan kesempatan untuk kaum muda pribumi menuntut ilmu lebih jauh. Salah satu lulusannya, Dr.Wahidin Sudiro Husodo, menjadi salah satu pelopor terbentuknya organisasi kaum muda pertama Indonesia, Budi Utomo. Atau lebih mudah bagi mahasiswa ITB melihat kota Bandung hari ini, yang masih dapat dilihat sisa-sisa era kolonial Belanda (yang baru saja masuk final piala dunia 2010**apasih ngk penting,haha). Orang-orang pribumi ditempatkan di bagian selatan beserta alun-alun dan Masjid Agung pada tahun 1850 dan orang-orang eropa, ditempatkan di utara. Pembatasan akses, informasi, adalah salah satu kunci keberhasilan imperialisme Belanda untuk menguasai Indonesia selama 3 abad, sampai akhirnya pemuda-pemudi Indonesia berhasil mendapatkan akses, dan hanya sekitar 37 tahun setelah akses pendidikan dan informasi dimiliki oleh organisasi kaum muda pertama di nusantara terbentuk, Indonesia dapat merdeka! Dan tidak akan bendera merah putih berkibar selama akses dan informasi tersebut dibatasi oleh koloni dengan penataan ruang.

Dari perspektif pendidikan, adanya kota berarti akan lebih banyak kesempatan menuntut ilmu. Saat ini di kota maha megah Indonesia, Jakarta, sekolah menengah pertamanya berjumlahnya hampir 200an lebih, sepuluh kali lipat lebih banyak dari desa-desa yang ada di Indonesia, bahkan di Wilayah-wilayah pulau jawa sekalipun. Adalah akses pendidikan yang lebih mudah dibandingkan di desa yang membantu membangun peradaban di kota-kota, seperti Lyceum di Athena, Harvard di Massachusetts, dan ITB di Bandung (iya ngk ya? hahahahaha). Berdirinya STOVIA yang diikuti oleh berdirinya Budi Utomo dan kemajuan pergerakan kaum muda Indonesia adalah salah satu bukti, bahwa akses pendidikan di kota dapat memajukan peradaban suatu kota,bahkan negara. Akses pendidikan ini lebih mudah dicapai di kota, terutama ketika jaringan informasi lebih mudah untuk didapati sebagai contoh,penemuan situs jejaring sosial,facebook, oleh salah satu alumnus (alumni enggak lulus) Harvard, Mark Zuckerberg, dengan akses pendidikannya dapat membangun silaturahmi manusia bumi dan perkembangan pengenalan internet di pelosok-pelosok negeri ini, dan hal ini yang ngebuat saya merasa tidak heran bahwa adanya ibu-ibu yang jadi ‘melek’ dunia maya setelah adanya facebook. Kemajuan peradaban dimulai dari akses pendidikan &informasi dan akses pendidikan&informasi diawali oleh penataan ruang yang baik.

Urbanisasi penduduk, penambahan jumlah penduduk kota karena adanya mobilitas dari penduduk di desa, membuat beragamnya penduduk di kota. Beragam mulai dari segi budaya, strata sosial, kelas-kelas sosial, dsb.Keheterogenitasan ini menjadi alasan, bagi warga kota menjadi lebih adaptif terhadap suatu budaya atau perubahan dibandingkan dengan masyarakat di desa. Louis Wirth, seorang sosiolong ternama Amerika Serikat, mendefinisikan kota adalah pemukiman yang relatif besar,padat,dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Kedudukan sosial, perbedaan suku dan budaya, dan perbedaan latar belakang lainnya, membuat bercoraknya penduduk di Kota, bermacamnya budaya sehingga tidak heran di pelosok-pelosok kota terdapat berbagai macam tempat makan ala kedaerah dan nama jalan yang ada memakai nama seorang pahlawan, daerah,pulau,ataupun provinsi. Kota seharusnya bukan hanya menjadi tempat penampungan penduduk urbanisasi, tetapi juga tempat berinteraksi sosial, memahami perbedaan suku,etnis,budaya,dan bahasa, memahami keberagaman dan menjadi tempat pembangunan persatuan negeri.

Narasi kota sebagi tempat interaksi sosial, juga adalah cerita tentang diberlakukannya UU no.26 tahun 2007 tentang penataan ruang di Indonesia, di pasal 29 UU tersebut menyatakan bahwa ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30% dari luas wilayah kota dan proporsi ruang terbuka hijau publik paling sedikit 20% dari wilayah kota. Ruang publik adalah salah satu bagian dari kota yang sangat penting. Didalamnya ada peran untuk melakukan komunikasi,interaksi antar masyarakat kota. Kegiatan-kegiatan formal dan informal didalamnya mengandung unsur sosial,ekonomi, dan budaya. Keberadaan ruang publik adalah harapan, adalah jalan agar terciptanya bonding social, interaksi antar masyarakat kota.

Bersambung.. sedang mencari inspirasi

Kegiatan Kemahasiswaan & Pergerakan Kemahasiswaan

Aktivitas di kampus, mulai dari pertandingan olahraga,kaderisasi, dies unit ataupun himpunan, diskusi, latihan sepakbola maupun olahraga-olahraga lainnya, belajar, aksi, event karya kampus, ataupun hal-hal lainnya yang dilakukan selama menjadi mahasiswa di kampus. Namun nampaknya, perlu adanya pembedaan, antara kegiatan kemahasiswaan dan pergerakan kemahasiswaan. Tidak selamanya kegiatan kemahasiswaan adalah pergerakan kemahasiswaan. Bedakan, antara student activity dan student movement.

Pergerakan kemahasiswaan dalam hal ini adalah gerakan mengubah realita sosial yang telah dilakukan sebelumnya oleh para mahasiswa terdahulu dalam gerakan-gerakannya, contoh : gerakan mahasiswa angkatan '66, gerakan mahasiswa ITB tahun '78, reformasi, dsb. Gerakan-gerakan tersebut telah mengubah realita sosial dimasyarakat, gerakan reformasi contonya, mampu menggulingkan rezim orde baru dan meneriakkan demokrasi ke sela-sela peradaban masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan KBBI, gerakan sosial adalah tindakan terencana yg dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat disertai program terencana dan ditujukan pd suatu perubahan atau sbg gerakan perlawanan untuk melestarikan pola-pola dan lembaga-lembaga masyarakat yg ada; . Yaa, gerakan kemahasiswaan adalah gerakan sosial, karena gerakan mahasiswa mengubah realitas yang ada di masyarakat.

Sedangkan kegiatan kemahasiswaan adalah aktivitas,usaha,ataupun pekerjaan mahasiswa. Kegiatan kemahasiswaan adalah hal-hal yang ditujukan untuk mengembangkan kapabilitas, soft skill, ataupun keahlian lainnya, bukan untuk mengubah realitas sosial. Contoh dari kegiatan kemahasiswaan adalah event olahraga, pertunjukan, naik gunung, menyelam di air, ataupun hal-hal lain yang ditujukan untuk mengembangkan karakter dan keahlian.

Pergerakan kemahasiswaan hari ini telah bergeser menjadi kegiatan kemahasiswaan. Hal-hal yang ditujukan untuk mengembangkan soft skill dianggap mengubah realitas sosial. Padahal kedua hal ini adalah hal yang berbeda, yang saya pun tak tahu apa benang merah penghubung keduanya. Kegiatan kemahasiswaan, harusnya dapat menjadi penunjuang untuk pergerakan kemahasiswaan, HARUSNYA! Namun terkadang, kondusifnya kampus sebagai lahan berkegiatan, membuat mahasiswa terlena akan hal-hal yang terjadi diluar kampus. Kekondusifan dan kenyamanan berkegiatan inilah yang akhirnya perlahan-lahan membuat pergerakan kemahasiswaan mundur karena butanya dengan realtias yang ada diluar gerbang kampus. Pergerakan kemahasiswaan adalah hal yang tabu. Sehingga kegiatan kemahasiswaan dapat dianggap menjadi gerakan mahasiswa. Orang-orang mulai mendapatkan cap sebagai aktivis, karena aktivitasnya dikampus, bukan karena pedulinya ia dan menjadi intelektual organik yang menggunakan soft skillnya untuk mengembangkan lingkungannya.

Pergerakan dan kegiatan kemahasiswaan, dua hal yang berbeda! Walau kebanyak sejarah mencatat lebih banyak tentang gerakan kemahasiswaan. Walau lebih nyaman untuk berkegiatan dikampus. Pergerakan dan kegiatan kemahasiswaan, keduanya adalah hal positif, keduanya adalah pengembangan, pengembangan realitas sosial dan pengembangan diri. Tidak ada yang salah dengan keduanya, saya pun tidak bermaksud untuk mendeskriditkan salah satunya, kedua hal tersebut adalah penting untuk para pemakai identitas mahasiswa. Dan semoga saja, kedepannya kegiatan kemahasiswaan dan pergerakan kemahasiswaan dapat berjalan maju beriringan tanpa saling mendahului dan menyingkirkan

Soundtrack World Cup 2010

Wavin Flag Official World Cup Theme Song
K'naan


Ooooooh Wooooooh

Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,
Celebration its around us, every nation, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

Reff :
WE ALL SAY

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes

Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho

Give you freedom, give you fire, give you reason, take you higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin, every loser in ambition,
Celebration, its around us, every nations, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

Wooo hooooo hohohohoooooo
And everybody will be singinit
Wooooooooo ohohohooooo
And we are all singinit

Balik ke Reff 2x

Melawan Pola Pikir Konservatif

Sulit rasanya, membuat sebuah perubahan, dimana orang-orang yang ada didalamnya berpikir konservatif, berpikir dengan kekhawatiran menerima perubahan (walaupun perubahan itu menguntungkan tapi tetap ditanggapi dengan dingin/dianggap ancaman). Orang-orang yang berpikir konservatif, biasanya sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Kenyamanan tersebut yang membuat sulit orang-orang ini untuk berpikir ataupun menerima pemikiran yang lebih terbuka ataupun out of the box.

Dalam sebuah perkumpulan (baik itu adalah organiasasi ataupun paguyuban), pola pikir konservatif sangatlah berbahaya, karena hanyalah membuat perkumpulan tersebut stagnan dan statis, tidak ada gejolak didalamnya, bahkan mungkin pertikaian tentang yang baik,benar,salah,ataupun jahat, karena yang dilakukan hanyalah kebiasaan-kebiasaan ataupun kultur maupun budaya yang dilakukan oleh generasi-generasi sebelumnya.

Orang-orang dengan pola pikir konservatif adalah orang yang nyaman dengan keadaan hari ini dan enggan menerima perubahan. Hari ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk berpikir, untuk berpikir terbuka, berpikir out of the box, berpikir untuk melewati tapal batas pemikiran, untuk melangkah jauh, ataupun berpikir kreatif, berpikir lepas dari kenyataan yang ada namun pemikiran barunya masih dapat dilakukan di tataran teknis. Saya jadi teringat dengan kata-kata sastrawan ternama Indonesia

“Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang, karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka kemajuan sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.” (Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca, hal 325)

Begitulah seorang Pram mengajak kita untuk berpikir lebih lepas, untuk berpikir lebih kreatif dan menginovasi hal-hal yang ada untuk kemajuan. Ingat yaa kawan-kawan, bahwa inovasi bukan hanya menciptakan hal yang baru, tetapi memperbaiki hal lama menjadi lebih menarik, bukan sekedar evaluasi dan membuatnya menjadi sama.

Ketika kita dihadapkan dengan perkumpulan yang dimana orang-orangnya berpikir konservatif, maka ada beberapa saran yang saya berikan kepada teman-teman. Yang pertama adalah berpikir kreatif. Memberikan ide-ide segar dan matang, terlebih untuk diperdebatkan sehingga argumen-argumen yang keluar pun bukan salah ucap. Kedua, memahami esensi dari kegiatan-kegiatan yang ada sebelumnya, sehingga kegiatan baru yang diciptakan nanti bukan hanya sekedar kegiatan baru karena terburu nafsu menggantinya, tapi adalah kegiatan dengan kemasan yang berbeda tapi dengan esensi yang sama ataupun bertambah.

Ketiga, berpikir lebih terbuka dengan masukan-masukan yang ada, jadikan masukan-masukan tersebut adalah sebagai referensi sehingga dapat dikaji kembali. Sangat bahaya ketika terus menerus memasukkan masukan-masukan yang ada, karena ketika berhadapan dengan orang-orang yang berpikir konservatif, berarti masukan-masukan yang ada hanyalah memaksakan untuk tidak mengganti kegiatan tersebut. Keempat, meyakini bahwa hal yang baru adalah dapat dilakukan dan tidak melanggar norma-norma yang ada ataupun mengurangi esensi dari kegiatan-kegiatan yang ada sebelumnya. Kelima, berpikir untuk menghegemoni, yaitu pengaruhi satu per satu orang, sehingga pemikiran kreatif dan out of the box tersebut dapat mendominasi perkumpulan tersebut.