Anak muda yang sopan

Kurang kerjaan di hari sumpah pemuda adalah cuma tidur, nganterin adek, dan kepoin profile pemimpin mahasiswa generasi sekarang dari berbagai macam universitas. Tapi entah mengapa dari berbagai sosial media yg gw kepoin (kepo itu bahasa gaul dari nyari tahu secara diam-diam) gw justru aneh ngelihat pemimpin mahasiswa generasi sekarang. Yaa okelah mungkin gw tidak pantas untuk berkomentar karena gw sendiri masih mahasiswa dan bukan mahasiswa yg sekarang lagi aktif dikampus, tapi bagi gw itu tidak menutup gw untuk mengkritik orang-orang tersebut.

Hal yg membuat gw sedikit aneh melihat pemimpin-pemimpin mahasiswa sekarang karena hampir semuanya setipe: mereka tampak sopan, santun, berpakaian rapi,nampaknya ramah, selalu positif thingking, dan bahkan sering sekali dalam setiap kata-katanya ditwitter atau facebook mempublikasikan acaranya masing-masing,kasih quotes2, dan menggunakan tanda smile di akhir kata2nya, uuu unyu banget ya mereka hahaha. Ya okelah gw mengambil semua kesimpulan ini hanya dengan melihat mereka sekilas dari dunia maya, gw tidak mengenal kebanyakan dari mereka, dan juga tidak punya kepentingan dengan mereka semua. Jadi terserah bagi gw kalau kalian yg baca blog gw mau bilang gw membuat jumping conclussion, tidak solutif, hanya mengkritik, dsb.

Pandangan gw nampaknya agak kuno dan nampaknya berbeda, gw selalu berpikir kalau anak muda itu identik dengan jiwa perlawanan, beringas, enggak bisa di atur, bahkan itu terinternalisasi sampai gaya berpakaiannya. Mungkin karena terus berpikir kek gitu ya gw jadi pribadi yg berantakan hahaha.

Ada hal yang membuat gw sampai rela-relanya menulis kritik untuk mereka, padahal lo bukan siapa2 gw dan gw juga bukan siapa2 buat lo. Gw takut dengan gaya mereka (pemimpin mahasiswa) justru gaya perlawanan ala anak muda justru hilang. Gw enggak bilang gayanya jelek atau enggak keren, bagus dong rapi, positif  thingking, santun dan ramah lagi. Tapi gw hanya takut kalau penampilan itu terinternalisasi dalam sehingga mereduksi jiwa pemberontakan, jiwa perlawanan anak muda melawan kebatilan. Gw takut dengan gayanya yg rapi karena mereka lebih sering berdiskusi diruangan rapat dengan para pemimpin di negeri ini dibanding melakukan aksi perlawanan dilapangan, lebih senang melakukan hal-hal yang elegan dimata orang-orang tua dan  tampak berwibawa dengan baju-baju rapinya dimata orang-orang yang mereka pimpin.

Errr, dalam hati gw pas ngelihat gaya dan tutur bahasa mereka di sosial media, rasanya pantas kalau presiden SBY bisa jadi jadi presiden pertama di Indonesia yang turun tanpa cacat kalau semua prediksi gw tentang para pemimpin mahasiswa ini benar. Dan sangat sekali wajar kalau presiden SBY bisa bertahan dua periode kepemimpinan dengan predikatnya yang politik pencitraan masih dipilih oleh masyarakat, sama halnya dengan para pemimpin mahasiswa generasi sekarang yang gaya-gayanya mirip presiden SBY (sopan,ramah, rapi,dsb). Mungkin masyarakat kita saja yang seringnya melihat dari penampilan, kalau enggak rapi, enggak ramah, enggak sopan,enggak sering posting quotes ditwitternya, enggak santun,enggak terilhat baik, dan enggak sering-sering kasih motivasi atau tanda smile di akhir kata-katanya enggak akan menang. Cih kalau itu semua benar kapan negeri ini bisa maju.

Silahkan teman-teman yang baca blog ini searching di google tentang transkrip debat calon presiden Amerika Serikat, antara matt romney dan barack obama; mereka enggak ragu saling kritik, saling serang, dan berdebat substansi yang dibawa. Tapi walau hanya kritik, keduanya menunjukkan keinginannnya untuk memimpin Amerika Serikat menjadi lebih baik. Dan tampaknya kondisi tersebut masih jauh kalau dibandingin di Indonesia, mau pemilu presiden, pemimpin daerah, atau bahkan mahasiswa sekali pun. Karena citra yang baik tidak dibangun oleh konfrontasi dan gw sangat tidak yakin ada akan ada debat konfrontasi secara substansi di Indonesia sekarang.

Jangan di contoh! tampangnya sudah ngeselin, kelakuannya berandalan

Ya okelah kita tutup tulisan ini dengan sedikit renungan: kalau generasi 20an punya sejarah anak muda ditahun 1920&1928, anak muda tahun '45 punya sejarah bikin Indonesia merdeka, anak muda tahun '60an punya sejarah tahun '66, anak muda '90an bangga punya reformasi, mungkinkah generasi 2000an punya sejarah anak muda membangun negeri ini? Semoga kiamat enggak jadi akhir tahun ini

Hari Kemenangan dan Hari Kenangan

Hari minggu kemarin seluruh umat islam di dunia merayakan hari kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa. Hari raya idul fitri tahun ini mempunyai kesan tersendiri bagi saya pribadi karena setahun kemarin sok sibuk sendiri hingga lupa sama hal-hal yang penting bagi saya pribadi, berkumpul bersama keluarga.

Sedikit cerita tentang masa lalu saya pribadi. Sudah empat tahun saya tinggal di kota Bandung, belajar-nongkrong-kuliah-main di ITB. Tapi rasanya baru hari ini saya ingat kembali masa-masa dulu saat SMA mengapa saya punya cita-cita yang teguh untuk bisa kuliah di ITB, yang mungkin hal itulah yang sudah semakin saya lupakan...

Saya lahir dan dibesarkan pada keluarga yang membanggakan kehadiran seorang aktivis. Om saya (kakaknya papa) adalah seorang aktivis ITB tahun '70an. Dan hampir setiap saat keluarga kami berkumpul, sering sekali pembicaraan selalulah berputar mengenai cerita om saya saat mahasiswa bahkan pula kondisi sosial-politik negeri ini. Memang hari-hari kumpul keluarga besar seperti ini jarang terjadi bagi keluarga saya, tapi setiap kali berkumpul selalu memberikan pengaruh yang kuat bagi saya pribadi untuk bisa menjadi orang yang membanggakan layaknya yang dilakukan oleh om saya tersebut. Obrolan-obrolan ini terus menginsepsi pemikiran saya pribadi, bahkan kalau saya harus jujur, dulu prioritas utama saya masuk ITB bukan untuk dapat kuliah, bukan pula mencari prestasi ataupun keunggulan akademik di ITB, tapi ingin jadi seorang aktivis! Saat memilih SAPPK sebagai fakultas saya, pemikiran saat itu hanya terbatas pada ingin masuk prodi arsitektur karena saya pikir saya punya kelebihan dalam menggambar dan enggak mau repot kuliah karena mau sibuk jadi aktivis (padahal kuliah di arsitektur sebenernya sibuk haha). Alhasil, karena ditahun pertama saya baru mengenal ada prodi planologi beserta lingkup studi dan masa depannya barulah saya berpikir untuk mengambil kuliah di planologi sampai sekarang.

Selama kuliah, saya pikir saya lebih sering menghabiskan waktu untuk melengkapi kompetensi jadi seorang aktivis dibanding jadi seorang yang sedang menuntut ilmu dikampus. Saya masih ingat betul pesan ayah saya, kompetensi utama jadi seorang aktivis ialah menulis dan bahasa. Walaupun kompetensi bahasa saya masih belepotan tapi disisi lain saya terus berusaha mengembangkan kemampuan menulis saya, karena memegang teguh cita-cita saya tersebut.

Yah, walaupun sampai sekarang sebenarnya saya sadari betul bahwa kompetensi saya masih jauh dari aktivis kebanyakan yang seumuran dan bercita-cita sama dengan saya hahaha (secara ideologis, wacana, argumentasi, memobilisasi orang, keberanian mengemukakan pendapat, ataupun memiliki jaringan yang luas). Bahkan saya belum pernah bikin aksi massa yang wacananya berasal dari kepala saya pribadi haha memalukan sih harusnya untuk orang yang punya cita-cita jadi aktivis. Tapi dibalik segala kekurangan saya itu, saya pribadi masih yakin bahwa kekuatan cita-cita dan berusaha dengan konsistensi akan mampu menunjukkan hasil yang positif, karena berjuang dan berkontribusi untuk negeri bukan hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih dalam dunia pasca-kampus.

Kemarin memang saya sudah pernah jadi ketua sebuah organisasi mahasiswa, tapi bagi saya hal itu belum cukup memuaskan, karena saya bukan ingin bergulat pada organisasi kemahasiswaan tapi bergulat pada dunia pergerakan kemahasiswaan. Pernah pula setelah turun jadi ketua organisasi tersebut ada ajakan dari salah satu teman untuk jadi jendral pergerakan mahasiswa ITB, tapi justru malah saya tolak hahaha, aneh ya? padahal itu sebuah kesempatan emas untuk mencapai cita-cita saya. Tapi refleksi akan kekurangan saya untuk menjadi seorang aktivis tersebut malah justru mendorong saya untuk tidak menangkap kesempatan emas tersebut : saya ingin coba meloncat keluar dari bayang-bayang nama ITB dan berusaha sendiri berjuang untuk negeri ini, saya tidak ingin terus menerus bersembunyi dibalik nama ITB. Yaa walaupun hasilnya belum kelihatan (terkendala tahap pertama) tapi saya nikmati betul pahitnya mencoba berjuang untuk bangsa yang lebih bermartabat pada dunia pascakampus (padahal baru nyoba haha).

Yaa... inilah cerita dari hari kemenangan dan hari kenangan saya, nuansa berkumpul bersama keluarga membuat saya kembali mengingat apa yang ingin dulu saya capai sampai sekarang. Mungkin tidak banyak hikmah yang bisa teman-teman ambil dari tulisan ini (padahal tulisan2 lain juga mungkin enggak ada manfaatnya ya buat teman2 haha), tapi saya harap tulisan yang mengingatkan kembali cita-cita saya dimasa lalu ini bisa pula mengajak teman-teman untuk mengingat dan berusaha mencapai cita-citanya kembali.
lebaran bersama keluarga

Akhir kata, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin....

Manusia Aneh & Unggul

Pernah lihat manusia yang aneh? kenapa dia di anggap aneh?
Perlu diingat sebelumnya bahwa tulisan ini tulisan iseng dan enggak berbobot, jadi jangan di anggap terlalu serius ;p

Manusia disebut aneh kalau dia berbeda dari kebanyakan. Bisa berbeda dari segi fisik/materi atau juga dari lingkungan dan waktu. Berbeda dari segi fisik/materi itu mungkin sudah sering dilihat seperti (maaf) kelainan pada fisik seseorang (cacat). Tapi itu tidak penting untuk ditelusuri lebih jauh dari tulisan iseng saya ini. Lebih baik kita ulik tentang manusia yang aneh secara lingkungan dan waktu.

Ada yang namanya human engineering atau rekayasa manusia yang menjelaskan mengenai perubahan pada diri seorang manusia. Manusia berubah karena lingkungan dan waktu. Pertama,manusia berubah karena faktor lingkungan. Lingkungan menginsepsi pemikiran dan tindakan seseorang, makanya ada orang yang bilang kalau berteman dengan orang-orang yang buruk bisa kebawa buruk dan sebaliknya bertemanlah dengan orang-orang hebat agar bisa menjadi hebat! benarkah? benar! Dan rasanya tidak perlu ada fakta khusus karena hal ini sudah di anggap benar oleh kebanyakan orang. Kedua, manusia berubah karena faktor waktu. Akumulasi peristiwa, pengalaman, dan aktivitas dalam bertambahnya usia kehidupan seorang manusia akan membawanya menginsepsi pemikiran dan tindakan seseorang pula Faktor kedua ini yang paling banyak disebut oleh penulis ternama, Malcolm Gladwell, dalam bukunya berjudul 'BLINK'.

Jadi seperti apa yang menyebabakan manusia di anggap aneh?
Seorang individu menjustifikasi seseorang aneh jika ia berpikir atau bertindak tidak sama dengan lingkungannya atau pula karena pada usianya manusia tersebut tidak berpikir dan bertindak sepantasnya. Contohnya, orang yang bergaul dikomunitas agamis, ketika ia mencuri pasti di anggap aneh (iyalah!) karena tidak ada ajaran agama (setahu saya) yang mengajarkan mencuri karena mencuri perbuatan tercela. Contoh lainnya, seorang mahasiswa yang masih bermain 'tamiya' padahal di usianya ia mulai dituntut untuk berbuat yang lebih bertanggung jawab untuk dirinya dibanding ia bermain.

Lalu bagaimana menjadi manusia aneh namun unggul dibanding manusia kebanyakan?
Menjadi aneh itu berbeda dan menjadi berbeda tidak selamanya buruk. Perlu usaha agar hasilnya menjadi lebih baik. Berteman dan berada dilingkungan yang 'lain' dari lingkungan yang semestinya kita 'berada' pasti mampu membuat kita lebih unggul saat kita berada dilingkungan semestinya kita 'berada'. Jahatnya mah kalau kita main sama orang yang secara kasta lebih rendah pasti kita jadi lebih hebat karena sebelumnya kita bermain sama orang-orang yang berkasta tinggi, hehe. Atau pula menjadi lebih unggul dengan cara melakukan aktivitas tertentu yang lebih banyak daripada orang kebanyakan (hingga disebut sebagai berpengalaman) dan berpikir lebih maju dibanding yang lain (hingga disebut memiliki visi lebih jauh)

Jadi,apakah kalian mau jadi manusia aneh yang unggul dengan mengikuti tulisan saya yang aneh ini hahaha?

atau mau ini???

Andai Aku Jadi Gubernur DKI Jakarta (bagian 1: mengatasi kemacetan)

Sekarang, ya sekarang, bahkan dari kemarin berita tentang pemilukada gubernur DKI Jakarta selalu hot untuk diberitakan di media massa, bahkan beritanya bukan hanya jadi obrolan penduduk jakarta, tapi juga orang-orang diluar jakarta. Ya wajar saja, selain kontenstan sekarang memiliki nama dikancah nasional (ada yang mantan ketua MPR, ada gubernur dan walikota daerah lain, ada gubernur DKI yg sekarang juga, ada pula ekonom senior), Jakarta juga punya gaya tarik tersendiri sebagai metropolitan dan ibu kota negara Indonesia yang berfungsi sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi.

Okelah, ditengah euforia pemilukada DKI, bolehlah momentum ini saya manfaatkan untuk berandai-andai---daripada berandai yang enggak-enggak, mending berandai-andai kalau saya jadi gubernur DKI, hahaha, cem acara tipi berjudul jika aku menjadi (gubernur DKI). Mungkin saja ada satu-dua ide yang menarik untuk DKI Jakarta, amin. Baik, kita mulai acara paling bergengsi dan terbesar di saentro galaksi bima sakti, andai aku menjadi gubernur DKI!!!!!!

3
2
1
ACTION!

Kalau saya jadi gubernur DKI, pasti saya sadari betul yang menjadi masalah di Jakarta itu adalah banjir dan kemacetan. Keduanya isu strategis, faktanya keenam calon gubernur DKI sekarang pasti memiliki gagasan masing-masing untuk mengatasi dua masalah utama kota Jakarta tersebut, karena kedua masalah ini banyak menjadi konsentrasi masyarakat yang terkena dampak dari kedua masalah tersebut. Berikut gagasan saya jikalau aku menjadi gubernur DKI....

Mengatasi Kemacetan : Program-program non-fisik

Berapa jumlah kendaraan di Jakarta? Saking banyaknya saya pun tak pernah temui angka pasti jumlah kendaraan bermotor di Jakarta di internet (seriusan!). Yang pasti secara kasat mata dapat dilihat bahwa volume kendaraan bermotor di Jakarta membludak hari per hari, bahkan plat kendaraan bermotor di Jakarta sudah mencapai tiga huruf dibelakang. Tak sedikit pula dijumpai bahwa kendaraan bermotor seperti mobil hanya ditumpangi oleh 1,2 orang, padahal mobil menghabiskan panjang sekitar 3 meter dan mampu menampung orang 4-8 orang. Itu baru mobil, belum lagi jumlah motor di Jakarta, yaa okelah sudah ada kebijakan kenaikan uang muka kredit sepeda motor yang diharapkan dapat menahan laju sepeda motor baru, terutama di Jakarta. Tapi rasanya kebijakan tersebut belum pula efektif karena konsumsi kendaraan bermotor masih cukup tinggi ditambah harga bahan bakar yang sebenarnya relatif terjangkau oleh masyarakat (terutama masyarakat Jakarta). Sehingga masih bisa kita asumsikan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Jakarta masih akan terus bertambah walalu mungkin laju penambahannya tidak secepat dulu.

Volume kendaraan bermotor yang bertambah di antisipasi oleh Gubernur DKI periode hari ini dengan menambah 6 ruas jalan layang di Jakarta, efektifkah? bagi saya tidak. Mungkin logika sederhana mengutarakan jika volume kendaraan bermotor bertambah maka cara untuk mengurai kemacetan ialah menmbah ruas jalan. Tapi bagaimana jika laju volume kendaraan bermotor baru terus bertambah? tentu cara konvensionel dengan menambah ruas jalan tidak bisa terus di andalkan karena lahan yang terbatas.

Lalu, bagaimana mengatasi kemacetan di Ibu kota? pertama-tama pahami paparan di atas bahwa sumber masalahnya ialah laju pertambahan kendaraan bermotor baru, artinya seluruh sumber solusi mustilah bermuara untuk mengurangi volume kendaraan bermotor atau beralih moda transportasi. Berikut ide-ide saya untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor:

a. Disinsentif untuk pengguna kendaraan pribadi
Sudah berapa lama Jakarta memanjakan kendaraan pribadi? lihat saja, program seperti penambahan jalan tol yang hanya dapat digunakan oleh mobil sehingga menambah jumlah mobil di Jakarta atau memprioritaskan pengelolaan jalan raya dibandingkan trotoar yang rusak dan bolong. Semakin lama pengguna kendaraan pribadi semakin eksklusif dan pengguna transportasi publik ataupun pejalan kaki, pesepeda,dsb semakin termarjinalkan. Sudah jelas masalah terdapat pada orang-orang yang menggunakan kendaraan pribadi yang jumlahnya tak terhitung (bahkan di google yang katanya tahu semua). Pastilah salah kalau yang salah justru diberi kemudahan untuk terus berbuat salah! Harus ada program-program untuk memberikan disinsentif kepada para pengguna kendaraan pribadi, seperti harga bbm di Jakarta yang dibuat lebih tinggi dibandingkan daerah lain, menyelingi kendaraan bermotor dengan plat ganjil dan genap (misalnya kendaraan bermotor plat ganjil tidak boleh  dipakai pada hari selasa dan kamis, dan kendaraan bermotor berplat genap tidak boleh digunakan pada hari rabu dan jum'at).

b. Perbaikan jembatan penyebrangan dan  trotoar
Karena kemarin hari saya menyempatkan diri untuk berjalan di trotoar dari pancoran hingga lampu merah pertigaan kali bata, saya semakin menyadari mengapa masyarakat jakarta lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan berjalan kaki di trotoar atau menggunakan sepeda (selain karena faktor jakarta yang memang panas), trotoar di jakarta rusak dan berlubang!! Di sisi lain, kalau kita disuruh untuk memilih antara menghirup ademnya AC di mobil dan berjalan panas-panasan di jembatan penyebrangan, pastilah semua orang memilih untuk menikmati adem AC di mobil atau angin jakarta di motor! DKI Jakarta harus mencoba untuk memanusiakan dan memanjakan jembatan penyebrangan dan trotoar, seperti dengan cara pemasangan lift dan AC di jembatan penyebrangan sekaligus merelokasi pedagang kaki lima di jembatan penyebrangan yang terkadang mengganggu, biayanya bisa ditanggulangi kok kalau pemda DKI menaikkan harga BBM di Jakarta dan ada bagi hasil antara pertamina dengan pemda DKI, kelebihan tersebut digunakan oleh pemda DKI untuk membiayai energi yang digunakan untuk AC ataupun lift pada jembatan penyebrangan.

c. Mengisiasi sepeda publik (jalur sepeda dan ojek sepeda) juga memanjakan para pengguna sepeda
Kampanye bike to work/campus/school sebenarnya sudah cukup membantu dalam menkampanyekan pengguna sepeda. Tapi apa artinya apabila pengguna sepeda harus menggunakan ruas jalan yang sama dengan kendaraan bermotor sehingga para pengguna sepeda harus menghirup asap knalpot kendaraan bermotor dan tak bisa bergerak di jalan seperti kendaraan bermotor? mungkin pengguna sepeda hari ini akan beralih menjadi kendaraan bermotor esok hari. 
Harus kita coba cara-cara seperti membuat jalur sepeda. Jikalau sudah tidak ada lahan, bisa di ambil beberapa meter dari trotoar. Bisa pula memulai program-program yang mendorong masyarakat menggunakan sepeda, seperti penetapan hari senin (atau hari lainnya) sebagai hari pesepeda bersama menuju kantor/sekolah dan menutup jalan/mendahulukan sepeda di jalan raya dengan bantuan polisi, bekerja sama dengan industri sepeda,membuat ojek sepeda dengan harga yang murah juga mencontek mekanisme perjalanan seperti busway (koridor pangkalan ojek sepeda, ketepatan waktu ojek sepeda, dsb) pada jalur-jalur tertentu (berjalan di jalur sepeda atau beberapa meter pada trotoar), atau juga memberikan dan mengharuskan pelajar/PNS menggunakan sepeda ke sekolah/kantor, terutama yang rumahnya dekat dengan lokasi yang dituju. Yaa memang menggalakkan dan memanjakan pengguna sepeda tidak begitu efektif dalam mengatasi kemacetan di Ibukota, tapi setidaknya bisa mengurangi 1-2% pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan sepeda.

d. Membuat pengguna transportasi publik dan pesepeda lebih memiliki gengsi
Jakarta kota bergengsi! Sumpeh deh walaupun tanpa data yang valid gw berani bertaruh kalau mayoritas  orang di Jakarta mementingkan gengsi pribadi! Tapi gengsi itu enggak salah dan justru baik kalau mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemda DKI.
Kalau kita,warga Jakarta, ditanya,"lebih bergengsi naik kendaraan pribadi atau angkot?", saya yakini hampir semua orang akan jawab kendaraan pribadi! Orang yang menaiki kendaraan pribadi akan terlihat lebih mampu secara ekonomi dibandingkan dengan seseorang yang menaiki angkot!. Semakin lama, atas nama gengsi, konsumsi mobil dan motor pribadi meningkat, orang-orang lebih suka menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi publik. Bisakah kita balik paradigma ini? BISA!
Selain memperbaiki transportasi publik--yang akan  saya jelaskan kemudian dibawah--, saya pikir harus ada program-program kreatif yang bertujuan untuk meningkatkan pride para pengguna transportasi publik,seperti: naik bus bareng artis setiap hari (artisnya diganti tiap hari, kan sekarang makin banyak tuh artis FTV), award dan hadiah untuk pengguna busway untuk kategori apa saja (dibuat banyak kategorinya biar seru), tunjangan tambahan untuk PNS yang menggunakan transportasi publik tiap bulannya, atau acara TV di busway setiap pagi jadi (daripada tiap pagi ditayangin gambar kemacetan jakarta mulu), dan program-program lainnya yang bertujuan agar pengguna transportasi publik lebih memiliki gengsi hingga lama-lama mengerdilkan pengguna transportasi pribadi.

e. Meratakan kualitas pendidikan untuk memperpendek jarak tempuh
Kalau di Indonesia, yang timpang bukan hanya ekonomi atau pembangunan fisik, tapi juga pendidikan. Buktinya sederhana, pelajar yang mampu bersekolah di sekolah terbaik/unggulan lebih berpeluang untuk masuk ke sekolah jenjang berikutnya yang lebih baik karena faktor-faktor persaingan masuk yang menuntut nilai tinggi, kualitas pengajar, sarana-prasarana belajar,dsb. Alhasil kalau ada sekolah bagus, siswanya seringkali berasal dari luar kota atau daerah yang lebih jauh dari daerah sekolah tersebut. Contohnya anak bekasi yang bela-belain sekolah di SMA XX di jakarta selatan, ooohh men! Artinya apa? kualitas pendidikan yang timpang di Jakarta juga berpengaruh dalam memberikan kemacetan di Jakarta.
Lalu bagaimana solusinya? Saya pribadi tidak tahu ide ini bisa dilakukan dengan wewenang pemda DKI atau tidak, tapi kalau ternyata menyalahi wewenang pemda DKI, berarti harus terus di negoisasi dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendiknas), yang pasti gimana caranya para aktor-aktor pemegang kebijakan tentang pendidikan di Indonesia dan Jakarta sadar kalau mereka bikin macet dan disuruh bertanggung jawab! hahahha. Idenya sederhana, yaitu mengocok guru-guru di level pendidikan SMP dan SMA dalam jangka waktu tiap 1-3 tahun, hingga nantinya guru-guru yang berkualitas mengajarnya tinggi (mungkin guru-guru SMA 8, 28, 42*masuk enggak ya hahaha) dapat mengajar di sekolah-sekolah yang*maaf*kualitasnya lebih rendah. Jadi enggak anak pinter ketemunya guru pinter dan jadi pinter terus sedangkan anak bodoh ketemu guru pas-pasan hingga masa depan makin suram, tapi harus pula yang anak bodoh atau pas-pasan bertemu dengan guru yang pintar agar kualitas pendidikan juga jadi meningkat. Rolling guru ini juga harus memiliki kategori jarak tempuh dari rumah si guru ke sekolah yang dituju jadi kalau satu sekolah bisa punya 20 guru, jumlah SMA+SMP negeri di Jakarta ada hampir 400 lebih, dengan program ini bisa memperpendek jarak 800 guru yang mengajar di sekolah dan pula mencoba memeratakan kualitas pendidikan di Jakarta hingga mengganti impian pelajar Jakarta, dari bersekolah ditempat bagus ke bersekolah ditempat yang dekat dengan rumah!!

f. BUS BOS!
Masih ada satu cara lagi agar kemacetan di Jakarta menjadi produktif untuk beberapa golongan dan meningkatkan pride masyarakat dalam menggunakan transportasi publik, yaitu bus bos! Coba teman-teman pembaca blog saya yang entah menarik atau tidak ini bayangkan, sebuah bus dengan kelas super eksekutif diisi oleh para bos/eksekutif? Selain mengkonversi kemacetan menjadi obrolan bisnis yang produktif, bus bos juga dapat membuat para karyawan malu naik kendaraan pribadi, wong si bosnya aja pake bus toh! hahaha
Esensi ide ini sebenarnya bagaimana pemda DKI dapat bekerja sama dengan pihak swasta. Mau tidak mau pihak swasta turut menyumbang kemacetan di Jakarta juga termasuk pihak yang terkena dampak dari kemacetan di ibukota. Karena itu saya pikir ide-ide terobosan untuk memecah kemacetan jakarta harus mengajak partisipasi dari pihak swasta.


Transportasi Publik : Tinjau potensi yang tersedia

Jurus sakti dari kemacetan ialah transportasi publik. Sehingga fokus Jakarta bukan hanya untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor namun pula mengoptimalkan transportasi publik. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan dalam rangka mengoptimalkan transportasi publik di Jakarta :

a. Angkutan umum yang lebih profesional
Kalau diperhatikan, sebenarnya angkot di Jakarta sudah keren, cooooy mobil angkot di Jakarta itu kadang-kadang avanza atau innova!!! Harusnya angkutan umum di Jakarta laku dong? Ya enggak? Level angkutan umum di Jakarta hampir sama dengan kendaraan pribadi. Tapi kenapa para supir angkutan umum sering mengeluh tentang penumpang yang sedikit dan masih sering ngetem untuk cari penumpang?
Dulu ada ide dari teman saya,adam pasuna, untuk membuat supir angkutan umum menjadi seorang PNS agar angkutan umum tidak membuat jalanan macet dengan menyupir ugal-ugalan dan memiliki kepastian keuangan yang jelas. Feasible? bisa dilakukan! Bahkan bukan hanya angkot tapi jugas bus dalam kota. Alhasil dengan menjadikan supir angkot dan bus menjadi PNS, operasional angkot dan bus dapat menyerupai dan terintegrasi dengan busway,seperti ketepatan waktu perjalanan, layanan angkot yang mungkin nanti bisa dibayar pakai kartu kredit macem kartu flash BCA,  kualitas angkot yang memakai AC ditengah jakarta yang panas, integrasi dengan busway hingga menjadi satu kesatuan transportasi publik yang bersama-sama memecah kemacetan Jakarta.
Dananya dari mana? kalau sekarang SMK bisa buat mobil dan ada political will pemerintah pusat membuat mobil nasional, bisa kita mulai dari membuat mobil untuk transportasi nasional. Dengan bantuan swasta dan bank, angkot baru/lama bisa jadi sarana iklan yang hasilnya bisa membantu pendanaan angkot beserta para pegawainya. Intinya, masalah angkot dan bus di Jakarta bukan hanya masalah itu pakai mobil baru atau mobil lama, tapi bagaimana kualitas layanan dan manajemen angkot dan bus di Jakarta yang musti diperbaiki agar mampu menarik masyarakat menggunakan bus dan angkot!

b. Sinergisasi angkutan umum dengan transportasi publik lainnya
Bagian ini sudah dijelaskan sekilas pada bagian sebelumnya, mengintegrasikan angkutan umum dengan transprotasi publik lainnya (busway, kereta api, bahkan dengan bandara pesawat bila perlu). Permasalahan kemacetan di Jakarta itu kompleks, jadi tidak bisa hanya mengandalkan busway, jalur flyover baru, atau menunggu monorail, potensi yang ada seperti angkutan umum dan bus mustinya bisa di optimalkan dengan peningkatan layanan dan manajemen yang baik. Tidak perlu buat jalur khusus angkot atau bus, pakai jalur yang ada tapi buat angkot dan bus menjadi lebih berkelas, mayoritas masyarakat di Jakarta menengah ke atas tapi layanan transportasi publiknya terkadang menengah kebawah, kalau kita coba untuk meningkatkan kualitas angkot dan bus, mungkin masyarkat menengah ke atas bersedia menggunakan angkot dan bus.

jakarta bukan butuh superman, tapi butuh super policy!

Ya itulah beberapa ide yang saya pikir dapat dilakukan seandainya aku jadi gubernur DKI Jakarta, bukan program pembangunan fisik yang ditonjolkan, tapi program-program non-fisik yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dengan mengurangi volume kendaraan pribadi dan mengalihkan moda transportasi. Tunggu tulisan berikutnya andai aku jadi gubernur DKI Jakarta untuk mengatasi kebanjiran di Jakarta

Terjebak dalam paradigma : Keunggulan komparatif tangible dan investasi asing

Tak sedikit dari kebanyakan orang Indonesia yang menurut saya masih berfikir konvensional. Terutama dalam memandang kemajuan bangsa. Pandangan saya ini didapat dari kebanyakan masyarakat Indonesia, bahkan juga pemuda/i yang disebut sebagai aktivis yang terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Dua pandangan yang menurut saya terlalu konvensional ialah pandangan mengenai keunggulan komparatif tangible  Indonesia dan penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke dalam negeri.



Keunggulan komparatif tangible harus selalu didukung oleh keunggulan intangible
Kenggulan komparatif tangible Indonesia ialah kelebihan, potensi, ataupun keunggulan sumber daya nyata Indonesia. Contoh keunggulan komparatif tangible Indonesia ialah seperti keunggulan sumber daya alam Indonesia, seperti kakao, kelapa sawit, batubara, gas bumi, dan bahkan pisang (Indonesia produsen pisang terbesar ke-7 di dunia, sumber : direktur pusat tanaman tropis dan biokomoditas Queenslad University of Technology). Dan kebanyakan orang Indonesia berpikir, bahwa seharusnya Indonesia mampu menjadi negara maju dengan mengandalkan keunggulan komparatif tangible Indonesia. Sangatlah wajar apabila banyak yang berpikir sedemikian rupa, karena hakikatnya keunggulan komparatif memang menjadi kelebihan untuk bersaing dengan wilayah maupun negara lain, entah karena memang negara lain tidak punya atau memiliki potensi yang sama seperti Indonesia (seperti contohnya SDA) namun secara volume masih kalah bersaing dengan Indonesia.

Tapi bagi saya, tidak tepat apabila kita terus berpikir bahwa kemajuan bangsa dan negara Indonesia dihari-hari kedepan dipelopori oleh keunggulan komparatif tangible. Karena fakta membuktikan bahwa terdapat pula negara-negara yang memiliki keunggulan komparatif intangible namun kondisinya sekarang menjadi lebih maju dibandingkan Indonesia. Keunggulan komparatif intangible dapat berupa kestabilan politik, iklim investasi yang mendukung, regulasi yang menunjang dan tidak terbelit-beli dalam birokrasi, dsb. Contoh negara yang memiliki keunggulan komparatif intangible namun mampu menjadi negara yang unggul seperti negara-negara Skandinavia yang menjadi negara paling sejahtera di dunia ataupun negara Singapura yang justru menjadi sasaran investasi asing. Jadi kedepannya, sebagai sesama masyarakat Indonesia yang baik dan optimis terhadap kemajuan bangsa, justru kita harus berpikir bagaimana memperbaiki aset intangible Indonesia? pertama bagaimana caranya membuat regulasi yang mekanismenya tidak berbelit-belit sehingga menyulitkan seseorang/instansi membuka lapangan usaha dan malah memudahkan juga orang untuk membuat korupsi, kedua bagaimana caranya mengubah mental politik Indonesia yang saling caci-memaki menjadi mental politik yang konstruktif untuk kepentingan bersama, dan pertanyaan-pertanyaan lain untuk memajukan aset intangible bangsa. Karena tanpa kemajuan pada aset intangible, keunggulan komparatif tangible Indonesia hanya terus menjadi konsumsi bangsa asing.

Investasi asing buruk?
Kesalahan berpikir kedua ialah perspektif kebanyakan masyarakat Indonesia yang berpikir bahwa investasi asing merugikan bangsa karena justru menjadikan rakyat Indonesia sebagai budak di negeri sendiri. Benarkah? mungkin iya mungkin pula tidak. Mari kita mulai telaah dari indikator makro perekonomian,yaitu produksi demostik bruto (PDB). Indikator PDB dipercaya bahwa membandingkan kemajuan dalam sektor ekonomi negara-negara. PDB sendiri dapat dihitung melalui dua pendekatan (pendekatan pengeluaran dan pendapatan), tapi karena dalam konteks ini jadi kita telaah PDB melalui pendekatan pengeluaran dengan rumus : 
PDB = konsumsi (C) + investasi (I) + pengeluaran pemerintah (G) + (ekspor - impor)

dimana, konsumsi adalah pengeluaran rumah tangga, investasi dilakukan oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor-impor ialah aktivitas pertukaran barang yang melibatkan pihak asing (luar negeri). Dalam telaah lebih lanjut, dengan mengutip pernyataan Faisal Basri (dosen ekonomi UI), bahwa investasi seperti makanan bergizi dalam organisme perekonomian. Pernyataan ini tidak asal dibuat, karena memang dengan masuknya investasi asing, berarti terbuka lapangan usaha di Indonesia (terutama industri) sehingga mampu menarik tenaga kerja (mendorong orang bekerja berarti pula meningkatkan konsumsi masyarakat), menambah pemasukan negara (harusnya pemasukan negara diimbagi dengan dana untuk pembagunan), dan meningkan ekspor Indonesia lewat aktivitas produksi Industri. Artinya hadirnya investasi justru mendorong perekonomian makro yang dapat pula dilihat pada indikator PDB, bahkan secara fakta realita dilapangan pun akan terlihat dengan adanya investasi asing yang masuk membuat kebanyakan orang Indonesia memiliki pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan daya beli, bahkan pula memberi dampak yang terkadang positif seperti pembangunan infrastruktur lokal.

Kemudian pertanyaannya, mengapa justru Indonesia mengandalkan investasi asing atau kita sebut dengan PMA? Jelas bahwa perusahaan nasional jumlahnya tidak banyak dan bahkan belum tentu mampu untuk membuka lapangan usaha baru dengan modal yang ada. Membangun lapangan usaha baru, terutama indusri yang mampu menarik tenaga kerja dalam jumlah besar, tidaklah mudah dalam kondisi sekarang. Industri hulu yang menyediakan bahan baku produksi di Indonesia jumlahnya tidak banyak (seperti krakatau steel), pengusaha Indonesia yang memiliki modal besar untuk investasi pun tidak banyak walaupun terkadang justru kita melihat bahwa banyak orang kelas menengah Indonesia yang justru menanamkan modalnya di pasar modal (tapi penanaman modal di sektor yang tidak riil sulit untuk membangkitkan sektor riil nasional). Sehingga karena tidak sebegitu kokohnya industri ataupun pengusaha dalam negeri, sangat wajar apabila PMA menjadi andalan dalam meningkatkan perekonomian nasional. Contoh role model negara yang menjadi  investasi asing juga sekarang banyak, seperti negara adidaya baru dunia, China. Justru kedepan konsentrasi Indonesia ialah berupaya bagaimana investasi asing mampu mengalir masuk kedalam negeri (dengan memperbaiki aset intangible Indonesia pula) dan mendorong usaha baru nasional agar mampu membuka lapangan kerja baru dan menjadi investor dalam negeri.

Tulisan pagi hari ini saya tulis untuk membuka perspektif baru, terutama untuk kebanyakan masyarakat yang masih berpikir konvensional. Dunia terus berjalan maju, hanya pemikiran visioner yang mampu mengikuti irama dan bermain dipentas global

Salam hangat seperti hangatnya mentari pagi,

3 Racun Kehidupan

Manusia itu lahir dengan pengetahuan dan potensinya masing-masing. Seorang profesor dari Amerika Serikat, Howard Gardener, pernah mengemukakan 8 kecerdasan manusia, ada yang cerdas dalam bidang musik, ada juga pada bidang linguistik, atau mungkin memiliki kecerdasan interpersonal, dan lain lain. Setiap orang punya kelebihan, bahkan itu yang mungkin membuat gue selalu berpikir setiap orang punya peran didunia ini, kalau tidak untuk apa Tuhan 'menyuruh' dia hidup? dan dunia ini akan selalu indah jikalau orang-orang berbagi kelebihannya satu sama lain.

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Kehidupan abadi hanyalah kumpulan perbuatan manusia, bahkan nabi-nabi dalam tiap agama dan pahlawan tiap bangsa masih hidup dalam jiwa-jiwa individu hari ini, perbuatan baik dan buruk manusia terekam dalam diri manusia lainnya dan itulah yang membuat seseorang terus hidup walaupun secara fisik sudah mati.

Tapi dunia tidak seindah kehidupan di surga atau mungkin di khayangan. Mau kencing aja kadang-kadang harus bayar seribu, apa lagi yang lain-lain? Semua butuh usaha dan pengorbanan, apa lagi saat ingin berbuat kebajikan. Pasti ada aja aral melintang atau hutan belukan yang membuat tiap individu enggak bisa memenuhi perannya di dunia.

Akhir-akhir ini gue melihat tiga racun kehidupan yang membuat manusia terlena akan kehidupannya, bahkan mungkin untuk berusaha atau berkorban dan lebih lanjut lagi untuk berbuat kebajikan seperti tokoh-tokoh super di komik manapun yang niatnya berbuat baik untuk orang banyak. Tiga racun kehidupan yang gue sadari sekarang ialah merasa lebih, rasa puas, dan buang-buang waktu.

Pertama, Merasa lebih, entah secara fisik, pengetahuan,pengalaman, atau secara kemampuan. Gue sering kali melihat orang-orang yang hanya tidur dikelas atau belajar sebentar tapi nilainya lebih bagus daripada gue saat ujian. Ada juga orang yang kaya raya sehingga dengan mudahnya bisa beli satu dua barang yang gue pikir gue musti nabung berapa bulan atau berapa tahun bahkan sampai enggak makan untuk beli barang itu. Ada juga orang yang lebih secara fisik (lebih tampan,rupawan,atau jelita kali ya) yang bisa bikin gigit jari orang-orang kalau doi tiba-tiba dateng dan bikin iri orang-orang disekitarnya. Hal yang mengesalkan dari merasa lebih adalah ketika lo merasa lebih terhadap sesuatu hal kemudian menggampangkan hal tersebut, padahal entah kerjaan atau masalah yang lo hadapi itu benar-benar bisa dikerjakan sendiri. Kita enggak tau apa yang kita lakukan benar atau salah, atau bisa dilakukan atau tidak sampai kita selesai mengerjakannya. Jadi karena itu merasa lebih (apalagi kalau lo enggak lebih-lebih amat) itu racun kehidupan pertama menurut gue karena merasa potensi atau pengetahuan yang kita miliki itu lebih dibandingkan dengan yang lain.

Kedua, rasa puas. Gue masih ingat betul kata-katanya Benjamin Franklin, tokoh revolusioner Amerika Serikat, dia pernah bilang (tapi bukan ke gue, karena gue hanya menemukan), rasa puas itu bisa membuat orang miskin menjadi kaya dan sebaliknya ketidakpuasan bisa membuat orang kaya menjadi miskin. Tapi sialnya rasa puas itu bentuk pencapaian terhadap apa yang menjadi tindakan manusia dan kadang-kadang bahkan sering kali membuat manusia berhenti atas nama kepuasan, yaa mungkin karena itu kali ya banyak motivator bilang jangan cepat merasa puas.

Ketiga, buang-buang waktu! Dan inilah hal yang membuat gue nulis tentang racun dunia. Edan, walau ini hari minggu tapi benar-benar jadi holiday buat gue. Gue tidur dari jam tujuh pagi dan baru bangun jam lima sore! Shit men, gue buang sia-sia hari ini dan karena itulah gue tulis ini agar kalian para pembaca tulisan yang agak normatif ini enggak ngikutin gue. Tidur itu penting, tapi kalau karena tidur lo bisa jadi snorlax, mending mati aja sekalian biar bisa tidur puas enggak bangun-bangun deh hahahha. Tidur baru satu hal kecil, belum yang perintilannya lagi kayak keseringan buka facebook buat main avengers,buka youtube, atau twitter, errrr.

Jangan lupa minum susu agar tidak keracunan!
Itulah tiga hal racun hidup yang gue lihat merusak seseorang, bahkan juga gue termasuk korban. Jadi jangan kalian pikir gue adalah orang baik yang maha benar dan bijak karena bisa posting ini diblog dan menceramahi kalian, justru karena gue pribadi merasakan beberapa dari poin di atas. Dan ingat juga, hal yang paling sulit dilakukan oleh seorang manusia itu bukan ketika ia mengetahui apa yang harus dia kerjakan atau untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, tapi yang paling sulit adalah membuang yang buruk dan melakukan yang baik! Termasuk juga gue, gue tahu merokok buruk dan menyesal melakukan itu, sayang sangat sulit untuk berhenti. Hah, kadang-kadang gue pengen tahu apa yaa yang dilakukan dan dipikirkan orang-orang hebat pada saat mereka seumuran dengan gue? Gue sih berharapnya melakukan hal yang sama kek gue, tapi kayaknya enggak deh hahaha, tapi yaaa semoga mereka (orang-orang hebat yang berbuat kebikan dan hidup abadi) punya prilaku yang sama untuk merefleksikan hidup ya hehe amiinn

(tulisan untuk bangkit di hari kebangkitan nasional)

MAYDAY 2012

Tulisan mengenai mayday ini saya tulis untuk memperingati hari buruh sedunia. Substnasi ada berasal dari kumpulan pengalaman dan pengetahuan saya, terutama saat melakukan kerja praktik di pusat analisis sosial AKATIGA dan melakukan aksi massa dengan golongan kiri.

Sumber gambar: http://www.celticmusicradio.net/may-day-special-programming/

Mayday, atau hari buruh sedunia yang dilaksanakan pada setiap tanggal 1 mei adalah hari yang biasanya dimanfaatkan oleh kelas pekerja sedunia untuk menyuarakan pendapatnya mengenai perburuhan.  Penetapan tanggal satu mei sebagai hari perjuangan buruh dimulai oleh Federation of Organized Trades and Labour Unions pada kongres 1886 yang saat itu menuntut pengurangan jam kerja buruh menjadi delapan jam kerja di Amerika Serikat (kemudian dikenal sebagai kerusuhan haymarket) dan kemudian tanggal satu mei ditetapkan tiga tahun kemudian pada tahun 1889 oleh kongres sosialis dunia di kota Paris.


Marxis, memicu perselisihan antar kelas
Sejarah perkelahian antara kaum pekerja (buruh) dengan kaum pemilik modal,yang kemudian disebut kaum borjuis oleh Karl Marx, dimulai semenjak revolusi Industri di Inggris. Perkembangan kapitalis industri mengetatkan disiplin kerja, pengintensifan jam kerja dengan upah yang biasa-biasa saja, bahkan mungkin cukup rendah.

Gagasan karl marx sebagai seorang bapak komunis ialah memberanikan kelas pekerja (kaum proletar) untuk menuntut kaum borjuis yang menikmati sebagian besar keuntungan industri dengan jumlah kaum borjuis yang sedikit. Sedangkan sisa keuntungan lainnya diserap oleh kaum proletar yang jumlahnya lebih banyak. Ketimpangan keuntungan dan paham marxisme inilah yang kemudian melekat lebih dari satu abad sebagai gagasan yang memicu keberanian kaum buruh untuk melakukan perlawanan terhadap kaum borjuis.

Buruh dalam industri
Industri mengenal tentang optimasi industri, dimana profit atau keuntungan industri didapatkan dari rumus perkalian antara total produk terjual (S) dikalikan dengan harga satuan (P) yang kemudian hasilnya dikurangi oleh total produksi (C). Dalam falsafah ekonomi, keuntungan didapat dari mendapatkan pemasukan sebesar-besarnya dengan menimilakan pengeluaran seminim-minimnya. Alhasil, logika sederhana mengutarakan bahwasanya agar industri mencapai keuntungan rumus yang digunakan untuk memperbesar keuntungan ialah meningkatkan S dan P dan meminimalkan C.

Dalam salah satu catatan kuliah saya, terdapat beberapa faktor yang menjadi faktor-faktor produksi, seperti lahan, tenaga kerja, alat, bahan baku, dsb. Buruh merupakan salah satu dari faktor produksi, selain berbicara tentang keterampilan buruh, industri juga berbicara mengenai upah/gaji buruh yang menjadi salah satu total biaya produksi.

Paparan mengenai rumus optimasi industri dan buruh sebagai salah satu biaya produksi di atas menunjukkan bahwa orientasi industri untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya dapat merugikan kaum buruh dengan meminimalkan upah buruh.

Buruh di Indonesia
UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang disahkan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri yang mengaku sebagai pembela wong cilik adalah landasan hukum mengenai ketenagakerjaan di Indonesia. UU 13/2003 ini bertujuan untuk memberdayakan dan mendayagunakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi, mewujudkan pemerataan kesempatan dan penyediaan tenaga kerja, melindungi tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya.

Namun sayangnya, UU 13/2003 ini kemudian malah justru menjadi tidak tepat sasaran, tapi malah menguntungkan dan berpihak pada wong gede atau pengusaha di era  pasar bebas yang menjadi alat memajukan perkonomian negara. UU 13/2003 menjadi alat mengundang investor masuk kedalam negeri dengan potensi sumber daya manusia Indonesia secara kuantitas yang berlimpah dengan titel negara ketiga terbesar didunia. UU 13/2003 dianggap merugikan kaum buruh karena upah riil semakin rendah, sistem outsourcing dan kontrak yang dapat dilakukan oleh industri, dan jaminan kesejahteraan buruh yang tidak lagi menjadi prioritas tanggung jawab wong gede.


Sistem Outsourcing dan kontrak?
Sistem outsourcing dan sistem kerja kontrak adalah hubungan kerja yang tidak tetap dengan waktu tertentu dan tidak ada jaminan/keamanan yang pasti. Sistem kontrak dan outsourcing ini sangat merugikan kaum buruh seperti kemudahan pengusaha untuk lebih memilih sistem kerja kontrak dan outsourcing daripada memilih tenaga kerja tetap yang harus mendapatkan tunjangan, kontrak kerja butuh yang dilakukan terus-menerus, upah minim yang didapat dari tenaga kerja kontrak, lama kerja buruh yang terbatas sesuai dengan kontrak kerjanya, dan sedikitnya lapangan kerja baru yang tercipta dimana tenaga kerja Indonesia berlimbah, sehingga hanya tercipta rotasi kerja. Bahkan saat saya sedang melakukan kerja praktek di AKATIGA, saya pun mendengar bahwa tenaga kerja yang dikerjakan terkadang terbatas untuk usia remaja (sekitar umur 18-24 tahun) yang dimana mempersulit tenaga kerja yang berumur lebih dari 24 tahun, padahal kebutuhan tenaga kerja yang berumur lebih dari 24 tahun lebih banyak dibandingkan remaja yang belum menikah dan mempunyai anak.

Minimnya upah buruh
Permenakertrans no.per-17 tahun 2005 tentang komponen dan pelaksanaan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak mengatur tentang kebutuhan hidup layak (KHL) yang akan menjadi acuan dalam menentukan upah minimum regional (UMR). Perhitungan KHL terbagi atas komponen kebutuhan hidp layak seperti makanan dan minuman, perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi dan tabungan. Bagi saya pribadi sangat miris melihat kualitas/kriteria dan jumlah dari masing-masing komponen tersebut yang sangat minim ;( . Saya pribadi merasa sangatlah wajar apabila masyarakat Indonesia selalu berada dilingkaran setan, yang miskin makin miskin yang kaya makin kaya, sampai setingkat peraturan menteri pun yang mengatur KHL dan menjadi acuan menentukan UMR hanya dapat mengantarkan tenaga kerja Indonesia hidup pada garis bawah.

Nasib tenaga kerja Indonesia ditahun-tahun kedepan?
Mayday 2012 mendapatkan respon positif dari pemerintah, bahkan presiden SBY mengungkapkan empat kebijakan hasil tuntutan buruh seperti yang diberitakan media massa kemarin malam, seperti pajak penghasilan, transportasi buruh, rumah susun sewa, dan pembangunan rumah sakit buruh dan keluarganya. Dimasa mendatang UU 24/2011 tentang badan penyelenggara jaminan sosial sebenarnya dapat menguntungkan kaum buruh walau baru dimulai pada tahun 2014. Tapi setidaknya akan terdapat lembaga yang menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi masyarakat pekerja. Disisi lain, tantangan globalisasi seperti ACFTA menjadi tantangan bagi pemerintah nasional untuk bukan hanya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, tapi menjamin adanya keamanan dan peningkatan kesejahteraan hidup bagi pekerja Indonesia bahkan mampu mendorong swasta dalam negeri untuk tidak kalah dan bergantung dari investor-investor asing dalam menyerap tenaga kerja dalam negeri. 

Mungkin mudah bagi saya pribadi untuk bicara solusi,walau itu hal tersebut normatif, tapi melihat perkembangan internasional, saya mengamati bahwa kemajuan negara dalam tahun-tahun terakhir ini dimulai oleh pemerintah dalam menjadikan masyarakatnya sebagai tenaga kerja yang unggul. Knowledge based society yang diterapkan oleh negara-negara unggul hari ini,BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika selatan) mungkin dapat dijadikan contoh yang baik untuk di adopsi dan modifikasi oleh Indonesia untuk menyejahterakan rakyat. Latarbelakang sejarah, kebudayaan,dan sumber daya manusia yang melipah Nusantara tidak kalah oleh China ataupun India. Bahkan negeri ini unggul dalam posisinya yang strategis secara geografis.

Akhir kata, sebagai anak muda yang memperingati hari buruh sedunia, saya pikir tidak ada alasan untuk negeri kita tidak menjadi negeri yang unggul di dunia dengan segenap hal yang kita miliki selain keinginan dan political will pemerintah yang kuat untuk melindungi dan menyejahterakan segenap bangsa Indonesia.
Selamat hari buruh sedunia!

The Raid : Film baru yang membanggakan


The raid, keren cool mantap dan semua pujian yang mengatakan film itu keren sontak keluar dari pemikiran saya seusai film tersebut berakhir saya tonton bersama fidic, yovan, dan hendra semalam di Ciwalk 21.

Film yang diproduksi oleh studio PT. Merantau Films XYZ Films adalah film pertama produksi Indonesia yang meraih sejumlah penghargaan ditingkat internasional, seperti telah menjadi box office di Amerika Serikat dengan peringkat ke-24 yang bersaing dengan film-film box office lainnya, penghargaan dari Cadillacs People's Choice Award, Toronto Internasional Film Festival 2011 untuk kategori the best film & audience award, dan jameson dublin international film festival 2012. Film yang mengedepankan aksi pencak silat ini juga ikut serta dalam festival film sundance 2012 dan menjadi salah satu karya yang disukai oleh panitia sundance. Ada beberapa festival film internasional lagi yang mengikut sertakan film The Raid sebagai salah satu nominasinya dikancah internasional seperti festival film internasional Dublin Jameson dari irlandia, festival film glasgow dari skotlandia, south by southwest film (SXSW,di Austin,Texas,AS),daan festival film busan (korea selatan).

Film the raid ini bagi saya menjadi salah satu dahaga ditengah perfilman nasional yg trendnya makin menyukai film-film horor berbau sexualitas. Memang film 'serbuan maut' The Raid ini sutradaranya bukan anak bangsa, karena film ini disutradarai oleh Gareth Evans dari Wales. Tapi bagi saya itu tidak menjadi masalah, karena mayoritas resources yang digunakan berasal dari Indonesia, entah itu aktor filmnya, stuntman,dsb, artinya perfilman Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang ke kancah internasional.

Semoga film the Raid ini menjadi milestone bagi perkembangan perfilman Indonesia, terutama dalam film-film aksi laga Indonesia, kemajuan perfilman hampir sama seperti kemajuan persepakbolaan suatu negeri yang berarti menunjukkan pula kemajuan suatu bangsa, semoga perfilman Indonesia makin berkembang yang artinya bangsa ini semakin bangkit dari keterpurukannya, AMIINN, BRAVO PERFILMAN NUSANTARA!!

Para pemimpin yang luar biasa

Luar biasa adalah sebutan untuk mereka yang melakukan aktivitas lebih dari biasa, melakukan lebih daripada yang kebanyakan orang lakukan. Dan apalagi ketika hal yang luar biasa tersebut dilakukan oleh seorang pemimpin yang sedang memegang amanah. Tanggung jawab memang membuat para pemimpin dituntut untuk melakukan inovasi, tapi tindakan diluar hal mainstream yang dibawa oleh karakter pribadi selalulah menjadi hal yang luar biasa ketika dilakukan oleh seorang pemimpin. Hari ini saya tidak akan membahas tentang inovasi yang dibawa oleh seorang pemimpin yang sedang mengemban amanah, tapi tentang tindakan luar biasa seorang pemimpin yang mungkin berbeda dengan para pemimpin lainnya.

Ada para pemimpin luar biasa di Indonesia yang menurut saya sedikit nyeleneh, tapi mereka menjadi luar biasa karena mereka melakukan tindakan nyeleneh tersebut, berbeda dengan kebanyakan orang sehingga disebut luar biasa. Para pemimpin luar biasa tersebut menurut saya ialah mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla, mantan gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin,Menteri BUMN Dahlan Iskan,Mantan menko perekonomian Rizal Ramli, dan Walikota Solo Joko Widodo. Berikut adalah tindakan-tindakan luar biasa mereka yang patut kita petik pelajarannya,

Sepatu cibaduyut pak JK : Pemimpin adalah contoh


Satu hal yang tidak pernah saya lupa dari tindakan pak JK ialah selalu menggunakan sepatu asli cibaduyut, sepatu buatan produk lokal. Pernah terjadi satu insiden dimana dalam rapat kabinet, pak JK memeriksa sepatu yang digunakan oleh para pejabat tinggi negara tersebut dan mengajak mereka menggunakan sepatu asli dalam negeri. Tak heran tindakan-tindakan sederhananya dengan menggunakan sepatu cibaduyut menjadi sebuah promosi untuk produsen sepatu kecil di Cibaduyut. Dampaknya omset para pedagang sepatu ini meningkat hingga bahkan sampai investor dari luar negeri (australia, prancis, dan italy) membeli sepatu lokal Indonesia tersebut. Hal inilah yang membuat pak JK mendapat anugrah sebagai "everyday hero" yang diberikan oleh Asosiasi Persepatuan Indonesia.


Ali sadikin menampar tentara : Pemimpin harus berbicara tentang keadilan, mana yang benar dan mana yang salah

Alm. Ali sadikin adalah Gubernur DKI Jakarta pada periode 1966-1977 yang berlatar belakang militer. Salah satu cerita menarik semasa beliau menjabat ialah menampar seorang personel tentara angkatan laut yang ngebut ugal-ugalan dengan truk bermuatan pasir 8 ton di Jl. Ahmad yani. Melihat hal tersebut, pak ali sadikin memerintahkan supirnya untuk mengejar truk tersebut. Setelah terkejar dan tertangkap, pak ali sadikin mewawancarai personel tentara tersebut dan menampar wajah tentara tersebut ketika tentara tersebut memberikan jawaban yang salah kepada pak ali sadikin. Pak ali memperingatkan kepada tentara tersebut bahwa seorang tentara tidak bisa semena-mena.

Menteri BUMN jadi petugas tol : Pemimpin adalah orang pertama yang maju menjumpai masalah

Kalau cerita pak dahlan iskan menjadi petugas tol sekarang sedang ramai di media massa, singkat cerita setelah lama menunggu antrian tol didalam kota, pak dahlan ngamuk dan membuka gerbang tol hingga mobil-mobil yang mengantri dapat masuk tol secara gratis. Sekitar 100 mobil digratiskan masuk tol dalam insiden ini. Alhasil, peristiwa ini menjadi evaluasi bagi jasa marga selaku pengelola jalan tol hingga esok harinya tidak terjadi kemacetan digerbang tol dalam kota.


Menko naik subway, bukan mobil mewah di Jepang : Pemimpin sederhana ditengah keprihatinan bangsa

Menteri koordinator perekonomian jam presiden Gus dur, Rizal Ramli, juga melakukan tindakan nyeleneh ketika pergi ke Jepang untuk melakukan negoisasi pada forum sidang CGI (Consultative Group for Indonesia). Selain tidak mengikut sertakan Widjojo Nitisastro dalam delegasi tersebut (yang konon dikenal sebagai negosiator ulung Indonesia jaman pak Harto), rombongan garuda menggunakan subway sesampainya di Jepang dari bandara ke Hotel New Otami di Tokyo sebagai bentuk sikap prihatin terhadap kondisi bangsa Indonesia saat itu. Padahal sebelumnya bersama Widjojo cs, rombongan garuda Indonesia selama puluhan tahun dijemput dengan mobil supermewah. Alhasil negara kreditor dan lembanga keuangan internasional merasa terkesan dengan sikap dan tindakan pak rizal ramli ini karena melihat kesungguhan Indonesia untuk berbenah dari keterpurukan, hasilnya jumlah dana yang didapat adalah rekor hibah terbesar sekitar US$ 53O dari sebelumnya hanya sekitar US$ 200.


Keliling kota solo naik sepeda : Pemimpin yang dekat dengan orang-orang yang dipimpin

Kalau cerita yang ini adalah pengalaman pribadi saya sendiri. Januari 2012 saya bersama teman-teman HMP PL ITB ingin belajar dari pak jokowi dan kota Solo. Undangan kami saat itu disambut baik oleh pemerintah kota solo. Jum'at pagi hari di kota solo, rombongan dari bandung ini sampai di kantor walikota dengan harapan dapat menjumpai dan belajar banyak dari jokowi. Alhasil, tidak ada jokowi dalam forum tersebut, kecewa memang, tapi saya jadi maklum dan ikhlas tidak bisa bertemu dengan beliau ketika mengetahui bahwa jokowi tidak bisa bertemu dengan kami karena hari jum'at adalah hari dimana beliau naik sepeda keliling kota surakarta untuk melihat kondisi masyarakat kota surakarta.


Yaa, itulah beberapa cerita seorang pemimpin yang luar biasa. Kadang-kadang tindakan sederhana tapi menyentuh lebih baik daripada tindakan rumit yang hanya memusingkan sendi-sendi di kepala. Kalau hal yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil, mungkin artinya tidak ada tindakan yang kecil. Menjadi luar biasa berarti melakukan tindakan diluar tapal batas pemikiran orang-orang biasa. Tidak masalah ngawur asal manjur hahaha
Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi pemimpin yang luar biasa, yeaaaah, kalau kata mario teguh, SALAM SUPER!!!!

Masa depan para aktivis intrakampus

Aktivis mahasiswa ITB yang aktif di intrakampus

Setelah usai mengurus himpunan, ada satu hal yang terus menerus menghantui sel-sel neutron di otak saya untuk terus berpikir (lebay sih hahaha). Tapi beneran, hal itu bukan tentang tugas akhir saya yang belum memiliki topik dan juga bukan tentang ujian dari kuliah-kuliah yang masih saya ambil, apalagi tentang mencari pendamping wisuda hehe. Tapi hal yang terus menjadi bayang-bayang pemikiran saya ialah, akan seperti apa masa depan aktivis-aktivis intrakampus? Sebagai bayangan teman-teman pembaca setia blog saya, kampus ITB sedikit alergi dengan organisasi ekstrakampus sehingga lebih banyak (dan bahkan mayoritas) mahasiswa ITB lebih memilih organisasi intrakampus seperti himpunan,unit,ataupun kabinet sebagai wadah beraktivitas dan mengembangkan kapasitas.

Ada perbedaan antara organisasi intrakampus dengan organisasi ekstrakampus. Organisasi ekstrakampus biasanya (dari informasi yang saya dapat, silahkan dikoreksi jika salah), merupakan organisasi turunan dari organisasi lain yang lebih besar, semisal partai politik,LSM,lembaga kajian,dsb. Sehingga tak jaran organisasi ektrakampus lebih fokus pada dunia pergerakan mahasiswa. Hal ini berbeda dengan organisasi intrakampus yang lebih banyak bermain pada dunia organisasi mahasiswa, lebih pada bagaimana mengembangkan kapasitas anggota dan bagaimana organisasi tersebut memberikan manfaat pada pihak luar berdasarkan kemampuannya,sering kali memang organisasi mahasiswa turut ambil bagian dalam dunia pergerakan kemahasiswaan. Pada organisasi mahasiswa juga bersifat independen sehingga sangat jarang dijumpai organisasi intrakampus yang ditunggangi oleh organisasi yang lebih besar.

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, mayoritas dari mahasiswa ITB lebih memilih untuk beraktivitas di organisasi intrakampus, yaa memang tidak dapat dipungkiri terdapat faktor sejarah dan arogansi ganesha sehingga terdapat tradisi menjauh dari organisasi ekstrakampus. Namun, yang terus menerus menjadi perhatian saya ialah akan seperti apa masa depan para aktivis organisasi intrakampus ini saat menghadapi kehidupan pascakampus?
Organisasi intrakampus tidak memiliki dukungan dari organisasi yang lebih besar, sedangkan organisasi ekstrakampus sebaliknya. Sehingga memungkinkan sekali bila berpikir pragmatis, kader-kader lulusan dari organisasi ekstrakampus ini ditarik ke organisasi yang lebih besarnya. Nah, kalau kader-kader organisasi intrakampus ditarik kemana?

Yaaa pertanyaan terakhir itulah yang terus menerus menghantui pemikiran saya. Bukan bermaksud pragmatis atau ingin ditarik ke organisasi yang lebih besar, namun rasa ingin tahu apakah terdapat wadah untuk menjaga idealisme aktivis-aktivis intrakampus ini didunia pascakampus?? apakah ada wahana bagi para aktivis-aktivis ini untuk berkarya dari kapasitas yang ia latih selama masih menjadi kader organisasi intrakampus?? Pragmatis mungkin pemikiran saya, tapi saya pikir sangat wajar saya berpikir seperti itu. Akan jadi apa 'buah' yang tumbuh dari tanaman yang selalu diberi pupuk dan air selama masih ada dikampus?

Mungkin itu saja untuk sedikit membagi apa-apa yang menjadi bahan pemikiran saya akhir-akhir ini. Mohon maaf jika terdapat kesalahan kata ataupun interpretasi, bukan maksud saya pula untuk menjatuhkan organisasi-organisasi yang saya sebut di atas dan bukan maksud saya pula untuk mempromosikan salah satu organisasi diatas. Ini semua hanyalah pemikiran dari kebimbangan dan rasa penasaran saya, akan seperti apa masa depan para aktivis organisasi intrakampus? Apakah mereka akan menemukan wadah yang tepat untuk menjaga dan menularkan idealisme mereka? Dan bagaimana cara mereka untuk tetap berbakti kepada ibu pertiwi?

Akibat kurang sedekah

Sial bukan kepayang, hari ini sepulang dari kampus menuju ke kontrakan merpati musibah menerpa saya kembali.

Dijalan dago (jalan yang harus saya lewati untuk pulang kerumah dari kampus ITB), saat sedang asik ngobrol di motor yang berjalan lempeng lurus bersama hendra tiba-tiba ada sebuah motor dari sebelah kanan saya belok kesebelah kiri ke arah jalan dayang sumbi. Sialnya bagian depan motor saya menabrak bagian belakang motor yang menyalip dari sebelah kanan ke sebelah kiri saya, akhirnya yaa JDERRR! Akhirnya motor saya goyang (walau sempat saya usahakan agar tetap tegak), tapi akhirnya jatuh pula saya beserta motor saya, dan sialnya lagi teman saya si hendra jatuhnya niban saya, jadi kalau mau dihitung-hitung jumlah luka, luka saya lebih banyak daripada lukanya si hendra hahaha.

Yaa, untungnya hanya luka ringan yang terkena pada saya, alhamdulillah tidak ada luka dalam ataupun yang parah. Orang yang menabrak saya pun siap mengganti rugi kerusakan motor saya (alhamdulillah ini motor udah kacau sebenernya, jadi hitung-hitung biaya ganti ruginya bisa sekalian service motor hehe).

Saya pikir beberapa waktu ini saya memang sedang ditegur oleh Yang Maha Kuasa, setelah musibah kehilangan dompet sekarang kecelakaan motor. Mungkin karena saya kurang sedekah kali yaa jadinya dapat musibah yang saya dapat mengharuskan saya mengeluarkan uang lebih banyak hehe. Ya, jadi itulah pesan saya pada postingan hari ini, jangan lupa untuk bersedakah, uang tidak dibawa mati hanya titipan dari Yang Maha Memiliki. Tuhan punya caranya tersendiri untuk mengingatkan hamba-NYA, terutama dari musibah yang saya alami hari ini dan kemarin.

Sebagai penutup mungkin saya posting tentang salah satu ayat Al-Qur'an yang menyentuh bagi saya pribadi, Al-Baqarah ayat 261 :


(2:261) Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanay di jalan Allah adalah serupa denan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui

Jadi, jangan lupa bersedekah ya kawan-kawan (termasuk saya juga jangan lupa lagi ya hehe)

Kenaikan harga BBM per 1 April 2012

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memang hot untuk diperbincangkan. Harga minyak dunia yang naik karena demand yang tinggi pada BBM dan keterbatasan supply yang membuat harga BBM naik dipasaran dunia dan ini mendesak pemerintah Indonesia akan melakukan pembatasan subsidi BBM per 1 april 2012 sehingga harga BBM dipasaran akan naik. Sebelum berangkat lebih jauh, saya pribadi setuju dengan adanya pembatasan subsidi BBM, karena apabila tidak dilakukan pembatasan maka kapasitas anggoaran pemerintah dalam APBN akan bengkak hanya untuk subsidi BBM dan menomor dua tiga kan hal lainnya. Namun, perhatian dan tulisan saya ini lebih kepada bagaimana alternatif solusi yang ada ketika harga BBM akan baik.

Sumber gambar: http://www.informationng.com/2014/04/states-support-total-removal-of-fuel-subsidy-at-faac-meeting.html

Berikut akan saya ulas terlebih dahulu tentang beberapa dampak kenaikan BBM tersebut :



1. Terjadinya inflasi

Inflasi adalah keadaan dimana meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus sehingga terjadi penurunan nilai mata uang. Penyebab terjadinya inflasi biasanya disebabkan karena permintaan yang berkembang (beredarnya jumlah uang, kebijakan suku bunga BI, ataupun aksi spekluasi di sektor industri keuanga) atau dikarenakan desakan biaya dalam kelangkaan barang yang menyebabkan peningkatan biaya produksi.


Dalam hal kenaikan BBM, inflasi terjadi karena desakan biaya. Dimana BBM sebagai bahan baku dapat menyebabkan kenaikan harga pokok, kenaikan gaji, dan naiknya harga-harga barang dimasyarakat.



2. Membengkaknya biaya transportasi

Mayoritas transportasi di Indonesia masih menggunakan BBM premium bersubsidi. Artinya kenaikan BBM dapat menyebabkan naiknya harga transportasi. Kenaikan harga trasportasi ini sangat berpengaruh terutama pada kegiatan masyarakat, terutama aktivitas ekonomi yang menggunakan premium bersusidi sebagai bahan bakarnya, seperti angkutan umum. Sedangkan untuk aktivitas ekonomi berbentuk distribusi yang menggunakan solar tidak merugi, karena tidak terjadi peningkatan harga solar.



3. Kenaikan bahan pokok

Inflasi dan kenaikan biaya transportasi ini juga merugikan para produsen kecil, seperti para petani, industri kecil, pedagang pasar tradisional, dsb. Pasalnya, akomodasi dan aktivitas perdagangan mereka sehari-hari dilakukan dengan menggunakan transportasi massal dan angkutan barang. Jika harga transportasi meningkat, maka terjadi alternatif pilihan bagi para produsen kecil ini untuk menekan biaya produksi atau menaikkan harga jual barang dagangan mereka agar tetap berada dalam posisi untung. Namun kenyataannya, alternatif pertama sulit dilakukan karena produsen kecil biasanya ialah masyarakat golongan menengah kebawah yang hidupnya jauh dari ketercukupan, sehingga alternatif yang mungkin dilakukan adalah menaikkan harga jual barang.



4. Meningkatnya biaya operasional pegawai
Kenaikan harga jual barang ekuivalen dengan meningkatnya pengeluaran masyarakat dalam membelanjakan uangnya. Menaiknya pengeluaran masyarakat berarti menuntut kenaikan gaji para pegawai atau karyawan. Meningkatnya gaji pegawai berarti meningkatkan pengeluaran operasional suatu perusahaan. Pengeluaran operasional perusahaan menjadi membengkak karena terdiri dari upah pegawai dan harga aktivitas ekonomi yang ditunjang oleh BBM. Karena itulah sangat memungkinkan apabila industri ataupun usaha kecil gulung tikar atau bangkrut akibat menaikkan biaya operasional sedangkan penghasilan yang didapatnya tidak lebih besar daripada pengeluaran yang meningkat akibat kenaikan BBM.





Itulah sekiranya dampak-dampak yang terjadi apabila terjadi kenaikan BBM per 1 april 2012 nanti. Namun sekiranya, apabila pemerintah tidak mencabut subsidi BBM, akan terjadi peningkatan beban pada kapasitas anggaran pemerintah untuk mengeluarkan dana lebih dalam memberikan subsidi ke BBM.

Ironisnya, BBM lebih banyak digunakan untuk sektor trasportasi. Dan mayoritas transportasi yang digunakan oleh masyarakat indonesia adalah transportasi yang bersifat individu, seperti mobil,motor dan kendaraan pribadi lainnya yang sudah menjelma menjadi 'kebutuhan pokok' bagi masyarakat golongan menengah hingga golongan atas.



Kebijakan BLT, solusi (?)

Wacana kenaikan harga BBM ini membuat pemerintah mengambil langkah untuk membagikan dana bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat menengah kebawah, sehingga diharapkan dampak kenaikan BBM tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah.


Tepatkah? saya pikir tidak. Ulasan dampak sebelumnya memang memberikan opsi bagi masyarakat menengah kebawah untuk menekan biaya produksi, sehingga harga barang di pasar bisa tetap stabil. Harapannya dengan adanya BLT dapat membantu meringankan biaya produksi masyarakat. Sayangnya pada pencabutan BBM bersubsidi ini, roda kegiatan ekonomi menjadi rusak, sehingga bukan berarti jika adanya bantuan pada aktor produksi tidak akan ada masalah pada kegiatan konsumsi dan distribusi. Bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat tidak akan berarti apa-apa ketika harga-harga kebutuhan pokok naik, sehingga memungkinkan sekali dana BLT yang diberikan kepada masyarakat bukan digunakan untuk menekan biaya produksi namun untuk menabal biaya kebutuhan lain pada masyarakat seperti biaya pendidikan, biaya makan sehari-hari,dsb.



Alternatif solusi menurut saya

Harus ada solusi untuk meringankan dampak pencabutan BBM bersubsi, terlebih untuk masyarakat menengah kebawah yang harus menjadi prioritas karena telah menjadi 'tumbal' atas dampak-dampak yang terjadi dari kenaikan harga BBM. Alternatif solusi kebijakan harus memprioritaskan pada masyarakat menengah kebawah, bukan masyarakat menengah keatas yang masih menggunakan kendaraan pribadi dan hidup leha-leha. Berikut adalah beberapa alternatif solusi dalam hemat saya:



a. Dana subsidi BBM tetap dicabut, namun biayanya di alihkan untuk membangun infrastruktur dan sarana publik

Harus ada langkah konkrit dari pemerintah untuk meminimalisir dampak pada masyarakat, salah satunya pembangunan infrastruktur dan sarana publik. Dana BLT bersifat jangka pendek dan tidak akan banyak membantu masyarakat menengah kebawah.

Program-program pemerintah untuk pembangunan infrastruktur harus lebih digalakkan, seperti program PNPM. Terlebih apabila yang didahulukan infrastruktur yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat seperti pelabuhan, jalan raya, listrik, dsb. Prinsipnya kenaikan harga harus diimbangi dengan naiknya kualitas dan kuantitas infrastruktur pelayanan masyarakat.



b. Menggalakkan transportasi massal

Kenaikan harga BBM tentunya tidak akan begitu berpengaruh ketika masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan transportasi massal. Program jangka panjang yang dapat dilakukan oleh pemerintah ialah menggalakkan transportasi massal dengan memperbanyak volume transportasi massal yang tersistemkan seperti busway,transjakarta,trasnyogja,dsb dan membatasi penggunaan kendaraan individu. Kenaikan BBM harus ditangkap oleh pemerintah untuk mendorong terbangunnya transportasi massal.



c. Bantuan kepada usaha masyarakat menengah kebawah, namun bukan dalam bantuan dana

Ada beberapa program pula yang dapat dilakukan oleh pemerintah selain memberikan bantuan dana tunai yang dapat berdampak politis dan memanjakan masyarakat. Hal itu seperti program-program kemudahan langsung dalam biaya distribusi produk,insentif pembangunan industri,atau produksi untuk masyarakat menengah kebawah dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Sekiranya hal sulit untuk dilakukan lebih konkrit tapu saya rasa hasilnya dapat lebih efektif dibandingkan memberi bantuan dana tunai.