COACH CARTER

Karena kemaren gw baru aja main ke kost an Bimo, dan nonton film 'Coach Carter' ,dan karena gw juga menganggap film itu keren, maka sekarang mau gw ceritakan tentang film, yg menurut gw pesan yg disampaikan dari film itu keren! Dan gw menyarankan kalian semua para pembaca blog gw untuk nonton film itu!



Film ini bercerita tentang pelatih basket bernama Ken Carter yang diperankan oleh Samuel L.Jakson (Aktor pada film SWAT dan Star Wars Episode 1: The Panthom Menace, dan banyak lagi film yg doi peranin tapi gw ngk tau apaan aja, hehe) yang menjadi pelatih basket sukarela tanpa bayaran di SMA Richmond, almamater sekolahnya. Awalnya tim basket SMA Richmond selalu kalah dalam pertandingan -baru menang 4 kali sebelum ken carter datang dalam semusim, dan sering banget berantem di pertandingan, beuh! Indonesia bener yee? HAHAHAHAHHA, saat pertama kali kedatangan Carter, para pemain tim langsung disodori kontrak yang salah satu isinya nilai akademik mereka minimal adalah 2,3 dan harus duduk pada barisan terdepan di kelas dan enggak pernah cabut sekolah. Salah satu pemain andalan tim, Timo Cruz cabut dari tim karena kesel sama pelatih barunya.

Singkat cerita, latihan2 dari Carter membuat mereka terus menerus menang dalam pertandingan. Timo Cruz juga akhirnya memutuskan untuk kembali masuk kedalam tim, oh iya! sebelumnya anak dari Carter juga pindah sekolah dan masuk SMA Richmond agar dilatih oleh ayahnya.

Bagian yg seru dari cerita ini adalah ketika ternyata nilai akademik dari tim basket SMA Richmond ternyata jeblok dan anak timnya pun sering banget cabut dari kelas. Cerita yang di ambil dari kisah nyata di Amerika ini membuat orang tua murid protes kepada Carter yang mengunci tempat latihan basket SMA yang kebanyakan orang negro semua. Ketika keputusan dari sekolah adalah membuka kembali tempat latihan, Carter memutuskan untuk keluar dari tim karena nilai akademik timnya buruk. Sampai saat Carter ingin mengambil barang2nya di tempat latihan, ternyata di lapangan basket, timnya sedang belajar dan mengadakan ujian ulang dari para guru SMA Richmond, Timo Cruz yang selalu saja ditanya ,'what is your deepest fear?' oleh Carter akhirnya menjawab,'Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness, that most frightens us. Your playing small does not serve the world. There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you. We are all meant to shine as children do. It's not just in some of us; it is in everyone. And as we let our own lights shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others'.

wuah! kayaknya sampe sini aja yah gw cerita, hahahahahha, udah ngantuk euy! hehe, sebenarnya pesan yg ingin disampaikan dari film ini adalah sebuah kedisiplinan, kerja keras, ketegasan yang cerdas, dan visioner pada suatu hal. Ken Carter ingin melihat bahwa tim basket SMA Richmond akhirnya dapat melanjutkan kembali basketnya di bangku kuliah, hingga akhirnya dapat bermain di N.B.A! Latihan2 yang penuh kedisiplinan dan ketegasan juga kerja keras pasti dapat membuahkan sesuatu. Walau pada akhirnya SMA Richmond enggak bisa dapet gelar pada liga basket SMA di Amerika, tapi nyatanya SMA Richmond telah berubah, menjadi SMA yang peduli akan akademiknya dan bangga akan tim basketnya. Oke! sekian cerita dari gw tentang film 'Coach Carter', kalo penasaran, cari DVD nya dan nonton ya! HAHAHAHHAHA

0 catatan pembaca:

Poskan Komentar